
Uap mengepul hangat dari sebutah kentang panggang yang baru dibelah selalu berhasil meredam riuhnya hari, mengundang kita duduk tenang menikmati makan malam yang menenangkan. Selama ini kita mungkin terbiasa memperlakukan umbi sederhana ini sebagai kanvas kosong untuk lelehan mentega, sesendok penuh krim asam, dan taburan daun lokio, atau justru tergoda tumpukan bacon gurih dan keju leleh yang berat. Padahal, kita tidak butuh bacon atau keju berlebih untuk menciptakan sajian akhir yang kaya rasa dan mengenyangkan. Cukup menengok keindahan kuliner Skandinavia, kita bisa benar-benar merombak cara kita menyantap si umbi favorit ini di meja makan.
Membawa nuansa ala Norwegia ke rumah ternyata sangat mudah saat kita meminjam tradisi dari spekemat, sajian papan charcuterie tradisional mereka. Dengan memuat kentang kita dengan potongan daging dingin, daging awetan, dan sumber protein gurih lainnya, kita mendapatkan hidangan yang sangat memuaskan, terasa sangat pedesaan sekaligus segar. Bukan lagi waktunya memakai krim asam biasa, sebab kita bisa menggantinya dengan skyr, yogurt khas Skandinavia yang pekat dan berkrim. Yogurt ini menghadirkan rasa sedikit asam yang ciamik, langsung memotong kekayaan rasa dari kentang, dan dengan mudah menyulap hidangan pendamping biasa menjadi sajian utama yang sesungguhnya.
Buat kita yang tergila-gila pada hidangan laut, menambahkan gravlax ala Norwegia—salmon yang diawetkan dengan bumbu kaya rasa—membawa limpahan nutrisi mulai dari protein, kalsium, hingga kalium. Memadukan ikan yang lembut ini dengan yogurt menciptakan kombinasi rasa memesona yang rasanya mirip sekali dengan bagel dan lox klasik, berpadu manis dengan tekstur empuk kentang di bagian bawah. Kalau ternyata gravlax asli agak sulit dicari di pasar swalayan terdekat, sebungkus salmon asap dingin andalan pun bekerja sama hebatnya saat diselipkan di antara lapisan-lapisan hangat kentang.
Supaya kentang kita tampil semakin memukau, kita bisa meniru teknik hasselbackpotatis asal Swedia dengan mengiris kentang membentuk lipatan akordeon sebelum dipanggang. Teknik ini menciptakan puluhan kantong kecil yang siap menampung seluruh topping lezat di atasnya. Ingat satu trik dapur rumahan yang penting, karena bahan-bahan dingin dari kulkas bisa mendinginkan kentang panas terlalu cepat, sebaiknya biarkan topping tersebut berada di suhu ruang sebentar sebelum kita tumpuk di atas kentang. Sentuhan akhir berupa taburan adas segar dan bawang shallot krispi menyempurnakan seluruh piring dengan tekstur renyah dan aroma harum yang menggoda.
Menyajikan kentang panggang bernuansa Nordik ini sendiri saja sudah menjadi makan malam ringan yang menyenangkan, atau kita bisa mendampinginya bersama sajian tradisional lain seperti rebusan daging domba yang kaya rempah atau bakso gurih. Menuang segelas bir pilsner dingin ke dalam gelas memberi kita alasan sempurna untuk mengangkat gelas dan mengucapkan skål untuk sebuah kreasi makan malam yang luar biasa kreatif. Bagaimana kita akan mendandani batch kentang panggang berikutnya nanti?
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment