
Sering kali sisa custard di sudut kulkas berakhir tragis terabaikan begitu saja, padahal kita bisa menyulapnya menjadi hidangan penutup yang begitu anggun. Koki Tom Hunt lewat tulisannya di Guardian membagikan cara cerdas mengatasi sisa bahan di dapur tanpa harus membuangnya percuma. Buat apa merelakan custard yang lezat terbuang kalau dessert ramah lingkungan yang menenangkan jiwa bisa kita buat hanya dalam beberapa langkah mudah?
Secara tradisi, hidangan buah ala Inggris yang disebut fruit fool ini memang terkenal tanpa kerumitan, cukup memadukan buah segar ke dalam adonan krim yang lembut. Walaupun buah beri angsa dan rhubarb adalah pilihan klasik untuk sajian ini, resepnya sangat ramah untuk buah apa pun yang sedang musim atau kebetulan bersembunyi di rak penyimpanan kita. Musim gugur yang renyah membawa serta apel segar dan sisa buah blackberry, dan memadukan keduanya menciptakan keseimbangan rasa yang menawan antara asam buah beri yang pekat dan manisnya rempah kebun buah.
Proses memasaknya pun sangat menyenangkan dan memaafkan kesalahan karena tidak butuh banyak aturan rumit. Kita cukup mencincang halus buah apel—biarkan kulitnya tetap menempel untuk tambahan serat dan tekstur gigitan yang menyenangkan—lalu campurkan bersama blackberry, sedikit air, sejumput garam laut, serta taburan kayu manis dan jahe yang menghangatkan ke dalam panci kecil. Biarkan semuanya mendidih perlahan selama sekitar sepuluh menit sampai buahnya benar-benar lunak, siap untuk dilumatkan dengan garpu dan diberi pemanis tiga sendok makan madu sebelum didinginkan.
Sambil menunggu puree buahnya mendinging, keajaiban tekstur hidangan ini mulai diracik di dalam mangkuk. Krim kental dingin dikocok sampai membentuk puncak yang lembut, lalu perlahan-lahan diaduk bersama custard dan sekitar dua pertiga bagian buah yang sudah dimasak tadi. Bukankah selalu ada kepuasan tersendiri saat bahan-bahan sisa yang sederhana berubah wujud menjadi sajian secantik menu kafe mahal? Dengan cara melipat puree alih-alih mengaduknya hingga tercampur rata, kita mendapatkan guratan pita berwarna merah muda yang cantik bergelung di antara dasar krim dan custard yang kaya rasa.
Saat tiba waktunya menyajikan, kita tinggal menyendokkan campuran tersebut ke dalam gelas-gelas cantik dan mempermanis puncaknya dengan sisa puree buah serta satu atau dua buah blackberry segar di atasnya. Kita bisa langsung menikmatinya seketika untuk mendapatkan sensasi kelembutan yang membelai lidah, atau menyimpannya sebentar di dalam kulkas jika lebih menyukai tekstur yang sedikit lebih padat. Sajian ini menjadi pengingat manis bahwa memasak dengan penuh kesadaran mampu menyelamatkan sisa bahan harian dan mengubahnya menjadi momen kebersamaan yang sungguh membahagiakan di meja makan.
sumber: theguardian.com
juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food





