Cara Panggang Tomat Bikin Sandwich Klasik Makin Juara

Satu irisan tomat tebal mendarat di atas lembar roti putih lembut, sementara tetesan air buahnya merembes ke pergelangan tangan kita di tengah sore yang malas. Itulah separuh daya tarik dari sebuah sandwich tomat klasik yang jujur. Di kawasan American South, ritual sederhana ini hampir disucikan. Para penganut setianya meraciknya tanpa neko-neko: cukup tomat potong tebal, roti putih empuk, mayones asli, serta taburan garam dan lada hitam yang bersahaja. Perpaduan abadi ini membiarkan rasa manis alami dan aroma tanah dari hasil bumi segar berbicara sendiri tanpa intervensi.

Namun, selalu ada celah kecil untuk sedikit bersenang-senang dengan aturan lama tanpa harus membuat dapur kita berantakan. Catatan dari dunia kuliner Tasting Table membocorkan trik cerdas yang membuat sajian ini naik kelas seketika, yaitu dengan melempar irisan tomat langsung ke atas panggangan. Tanpa perlu repot menambah bahan-bahan rumit, sentuhan panas api langsung memunculkan aroma asap yang menggoda serta jejak gosong panggang yang cantik di permukaan tomat. Siapa sangka, trik sesederhana itu bisa mengubah karakter rasanya sedemikian rupa?

Prosesnya sungguh tanpa drama dan justru menyelamatkan kita dari musuh utama pembuat sandwich rumahan: tekstur roti yang telanjur basah kuyup karena air tomat. Kita cukup mengiris jenis tomat berdaging tebal yang sedang musim—seperti varietas heirloom jenis Black Krim atau Cherokee Purple yang terkenal empuk tapi tetap kokoh—lalu mendinginkannya sejenak di kulkas selama tiga puluh detik agar bentuknya makin padat. Kalau tidak mau masuk kulkas, menepuk-nepuk permukaannya dengan tisu dapur lalu memberi sedikit garam juga ampuh. Setelah dioles tipis minyak zaitun dan ditaburi garam laut pipih, irisan tomat itu tinggal dipanggang di atas wajan beroles minyak selama dua hingga tiga menit di setiap sisinya.

Sambil menunggu tepi tomat berubah kecokelatan dengan aroma asap yang menggiurkan, kita bahkan bisa ikut memanggang roti sebentar di atas bara yang sama demi mendapatkan gigitan yang lebih renyah, apalagi jika sebelumnya diolesi selapis tipis mayones. Dapatkah kita membayangkan perpaduan kerenyahan roti panggang hangat dengan daging tomat yang berair dan sedikit gosong itu? Ini cara paling cerdas untuk mencegah tetesan air merusak roti sekaligus mendongkrak rasa alaminya hingga ke tingkat maksimal, bukan?

Jika kita ingin bereksperimen lebih jauh tanpa menghilangkan kesederhanaan yang kita cintai, ada beberapa sentuhan kecil yang ramah dicoba di dapur. Mencampur sedikit pasta miso ke dalam mayones, misalnya, akan memberi ledakan gurih umami yang luar biasa di lidah. Atau, kita juga bisa menambahkan segenggam daun basil segar, adas wangi, sedikit bawang putih, hingga taburan biji labu panggang untuk memberi kejutan tekstur yang kaya. Entah kita memilih bertahan pada pakem dasarnya yang dipanggang atau memperkayanya dengan sedikit mentega dan keju ala Inggris, cara ini sungguh membuat jam makan siang kita berikutnya terasa jauh lebih seru!

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

Bikin Kopi Pagi Lebih Mewah Pakai Cokelat Bubuk

Aroma kopi mengepul dari balik selimut tebal, menyambut pagi dengan janji semangat baru di cangkir keramik kesayangan kita. Rasanya ritual menyeduh kafein harian ini selalu menyenangkan untuk sedikit diulik, apalagi kalau bukan demi menemukan kejutan rasa baru yang membuat jam-jam pertama hari kita terasa lebih istimewa. Tidak perlu repot meracik sirup berperisa buatan atau krim vanila manis yang sering bikin rasa bersalah, karena jawaban paling jenius ternyata bersembunyi tenang di rak bahan kue dapur kita, yaitu sebungkus cokelat bubuk tanpa pemanis.

Bayangkan keajaiban kecil ketika dua biji hasil panen paling dicintai di dunia ini, kopi dan kakao, dipertemukan sejak detik pertama penyeduhan. Bukankah cokelat dan kopi memang jodoh lama yang selalu sukses menghangatkan hati di menu kafe favorit kita? Cukup campurkan satu sendok teh bubuk cokelat halus itu langsung ke dalam bubuk kopi kering sebelum air panas menyentuhnya, baik saat kita memakai mesin tetes otomatis, corong saringan manual, maupun tebus French press yang klasik.

Teknik sederhana ini langsung menyatukan karakter keduanya tanpa perlu repot, menghasilkan seduhan dengan kepribadian cokelat yang dalam dan memikat. Sentuhan cokelat pahit ini terasa sangat klop saat dipadukan dengan biji kopi sangrai gelap, mengawinkan kedalaman rasa kopi yang kuat dengan kemurnian biji kakao tanpa terasa berlebihan di lidah. Karena bubuk cokelat digiling jauh lebih halus daripada kopi, satu sendok kecil saja sudah memberikan keajaiban yang mengejutkan, meski kita selalu bebas menambah takarannya jika sedang ingin sensasi cokelat yang lebih gagah.

Lalu, jenis cokelat apa yang sebaiknya kita ambil dari rak supermarket? Kabar baiknya, tidak ada rumus kimia rumit di sini karena pilihan jenis alami maupun proses Belanda sama-sama bekerja dengan luar biasa brilian. Cokelat bubuk alami biasanya masih mempertahankan sedikit keasaman segar dengan sentuhan rasa cokelat yang lebih ringan, sementara versi proses Belanda menawarkan warna gelap yang dramatis bersama karakter rasa pahit-manis yang lebih dalam.

Begitu cangkir pertama tersaji hangat di meja makan, pintu menuju eksperimen dapur berikutnya terbuka lebar untuk kita jelajahi. Sedikit sejumput kayu manis bisa menambah kehangatan yang menenangkan, seulas bubuk vanila murni melembutkan sisi gelapnya, atau taburan kelapa panggang membawa pikiran melayang ke petualangan rasa yang lebih gurih. Jadi, bagaimana kalau besok pagi kita coba aduk sesendok bubuk cokelat ke dalam saringan kopi, dan ceritakan padaku bagaimana rasanya?

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

Permata Kakao Murni di Jantung California

Aroma pekat biji kakao panggang langsung mengepul hangat, memenuhi udara di sebuah garasi sederhana di Silicon Valley tempat Dandelion Chocolate pertama kali bermula pada tahun 2010. Di tengah langit San Francisco yang dihiasi papan nama neon pabrik cokelat raksasa legendaris seperti Ghirardelli dan kotak-kotak manis See's Candies, ada sebuah gerakan yang jauh lebih tenang namun bertenaga di jantung Mission District. Tempat ini menanggalkan segala kebisingan permen produksi massal dan memilih untuk fokus sepenuhnya pada jiwa murni biji kakao, menghadirkan pengalaman cokelat yang terasa begitu khas gaya California.

Filosofi di balik tiap batangnya terasa begitu sederhana namun memikat, yaitu meracik cokelat murni hanya dengan dua bahan saja berupa biji kakao dan gula. Bukankah luar biasa bagaimana dengan menyingkirkan tambahan seperti vanila, pengawet, serta lemak kakao ekstra, kepribadian asli dari sang biji justru bisa tampil sebagai pemeran utama? Mereka memperlakukan cokelat layaknya sebotol anggur berkualitas tinggi, sangat memahami bahwa setiap daerah asal biji kakao menyimpan cerita uniknya sendiri. Pendekatan ini terbukti melahirkan kedalaman rasa yang begitu kaya dan kompleks, di mana profil rasanya terus menari berganti dari satu musim panen ke musim panen berikutnya.

Masuk ke dalam area pabrik mereka di 16th Street rasanya seperti melangkah ke versi dewasa dari pabrik ajaib Willy Wonka yang lebih elegan dan bersahaja. Berkat komitmen mereka untuk mendatangkan biji kakao dari satu tempat asal dan merampungkan seluruh proses pemanggangan hingga penggilingan langsung di lokasi, udara di sana selalu tebal dengan wangi bumi yang pekat dan memabukkan. Di sudut-sudut ruangan ini, para pengunjung bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan cokelat dikerjakan, mengikuti kelas membuat kue, atau sekadar berkeliling sambil mencicipi salah satu manisan terbaik di Amerika Serikat. Setiap batch diperlakukan dengan begitu penuh hormat, membuat kita tersadar betapa panjang dan berharganya perjalanan sebutir biji dari perkebunan terpencil hingga menjadi sebatang cokelat berbalut rapi.

Bagi siapa pun yang baru pertama kali ingin mencicipi karya mereka, varian batang cokelat 70 persen Semuliki Forest atau Tumaco sering kali menjadi rujukan favorit yang direkomendasikan oleh para staf. Tidak berhenti pada cokelat batang, mereka juga membangun reputasi lewat sajian cokelat panas gaya Eropa yang pekat dan mewah, sangat pas untuk mengusir hari yang dingin. Menariknya lagi, mereka bahkan merancang kalender hitung mundur liburan yang membuat penantian akhir tahun terasa begitu memanjakan indra. Untungnya, bagi kita yang belum sempat menyeberang langsung ke Pantai Barat, mereka menyediakan layanan pengiriman ke berbagai penjuru sehingga sepotong suasana Mission District tetap bisa dinikmati langsung dari dapur rumah.

Tentu saja, kita semua tetap menyimpan rasa sayang pada pesona klasik dari jenama-jenama ikonis California yang telah lama kita kenal, tetapi Dandelion hadir membawa sesuatu yang lebih matang dan jujur. Bukankah ini pengingat yang manis bahwa ketika kita memulai dengan bahan-bahan berkualitas tinggi yang diperoleh secara etis, kita hampir tidak pernah perlu menambahkan hal lain untuk mencapai kesempurnaan? Jadi, lain kali saat jemari ini mencari kudapan untuk memanjakan diri, mengapa tidak beralih dari gang supermarket biasa dan memilih sebatang cokelat yang merayakan biji kakao dalam wujudnya yang paling murni.

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

Molekul Usus yang Terhubung dengan Risiko Alzheimer

Senyawa kimia bernama imidazole propionate yang dihasilkan oleh bakteri usus ternyata dapat mengalir melalui sirkulasi darah dan berdampak langsung pada kesehatan otak kita. Aroma gurih dari semur daging sapi yang mendidih perlahan di atas kompor mungkin selalu membawa kehangatan yang menenangkan di dapur, namun siapa sangka bahwa apa yang terjadi di dalam perut kita jauh lebih rumit daripada sekadar rasa kenyang setelah suapan terakhir selesai.

Hampir satu dekade lalu, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh profesor Universitas Wisconsin-Madison, Barbara Bendlin dan Federico Rey, menyadari sebuah keunikan. Mereka mendapati bahwa komposisi mikroorganisme yang hidup di dalam usus manusia ternyata berbeda antara orang-orang yang mengidap penyakit Alzheimer dan mereka yang sehat. Sejak saat itu, para periset penasaran bagaimana perbedaan penghuni mikroba ini bisa memicu perubahan di dalam organ berpikir kita, hingga akhirnya sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menyoroti si kecil yang disebut sebagai imidazole propionate atau disingkat ImP.

Molekul spesifik ini diproduksi oleh bakteri tertentu di dalam saluran pencernaan saat mereka mengolah energi dari histidin, yaitu asam amino esensial yang berlimpah dalam makanan kaya protein yang kita nikmati setiap hari. Profesor Rey menjelaskan bahwa bakteri penghasil ImP ini memang hadir pada sebagian besar orang, meskipun jumlahnya tidak terlalu mendominasi di dalam perut kebanyakan dari kita. Namun, bayangkan betapa kecilnya ukuran mereka jika dibandingkan dengan jejak yang bisa mereka tinggalkan, karena begitu terbentuk, ImP ini mampu masuk ke dalam aliran darah dan berkelana ke seluruh tubuh kita, yang sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 serta penyakit jantung koroner.

Melalui pengujian laboratorium pada tikus, tim peneliti menemukan fakta mengejutkan bahwa molekul ImP yang berhasil mencapai otak justru memicu penumpukan protein beta amiloid dan tau abnormal, dua tanda utama yang sangat identik dengan Alzheimer. Ketika mereka memeriksa sampel darah dari hampir dua belas ribu orang di Wisconsin, hasilnya sungguh mencengangkan karena seirama dengan temuan di laboratorium. Peserta yang memiliki konsentrasi ImP lebih tinggi di dalam darah mereka jauh lebih condong menunjukkan penanda biologis yang berkaitan dengan gangguan fungsi saraf, dan penurunan kemampuan kognitif mereka pun tercatat jauh lebih cepat seiring berjalannya waktu.

Faktor genetika ternyata ikut memegang peran yang tidak kalah menarik dalam teka-teki biologis ini. Sekitar empat puluh tiga persen dari peserta studi ternyata membawa variasi genetik khusus yang membuat kadar ImP di dalam aliran darah mereka melonjak drastis, kemungkinan besar karena faktor tersebut memengaruhi cara ginjal menyaring dan membuang senyawa tersebut. Apakah kita cukup menghindari telur atau daging merah untuk menurunkan risikonya? Profesor Bendlin mengingatkan bahwa urusannya tidak semudah itu, sebab tubuh kita memang sungguh-sungguh memerlukan zat histidin yang tersebar luas di berbagai menu harian kita, sehingga para ilmuwan kini menaruh harapan pada pengembangan pengobatan terarah di masa depan.

Sambil kita berkumpul di meja makan untuk menikmati hidangan hangat bersama orang-orang tercinta, rasanya sungguh luar biasa menyadari betapa luasnya rahasia dunia mikroskopis yang bersemayam di dalam tubuh kita. Bukankah menenangkan mengetahui bahwa sains terus berupaya mengurai teka-teki rumit ini demi menjaga kesehatan pikiran kita? Bagaimana pandanganmu tentang bagaimana kondisi perut kita sehari-hari memengaruhi tubuh secara keseluruhan, yuk ceritakan sambil menikmati secangkir teh hangat berikutnya.

sumber: sciencedaily.com/260930225459.htm

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: ScienceDaily Nutrition

Panci Kacang Hangat Lebih Lezat dengan Kaki Kalkun Asap

Suara dentang mangkuk keramik berat yang diletakkan di atas meja dapur biasanya menandakan satu hal, yaitu slow cooker siap beraksi untuk masakan akhir pekan yang panjang. Saat udara di luar mulai terasa dingin dan kelabu, semangkuk kacang hangat adalah penawar paling ampuh yang kita kenal. Biasanya, pikiran kita langsung tertuju pada trio andalan seperti daging ham, bacon, dan pork salt untuk membangun rasa gurih yang mendalam. Namun, menurut teman-teman di Tasting Table, kita mungkin perlu memikirkan kembali pilihan protein kita musim ini untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih istimewa.

Bayangkan apa yang terjadi saat kita menyelipkan beberapa potong kaki kalkun asap tepat di atas tumpukan kacang kering dan bumbu aromatik yang sedang mendidih. Saat semuanya mendidih perlahan di dalam slow cooker, cita rasa gurih dan aroma asap yang khas meresap lembut ke dalam kacang yang sedang mekar. Proses ini memberikan kedalaman rasa yang luar biasa pada seluruh hidangan tanpa membuatnya menjadi terlalu asin. Bagian terbaiknya adalah membiarkan tulang kalkun tetap utuh di dalam panci karena memberikan keajaiban tersendiri di bawah suhu yang rendah dan stabil.

Seiring berjalannya waktu pemasakan, daging kalkun perlahan melepaskan kolagen yang lembut dan sumsum tulang yang kaya langsung ke dalam cairan. Hasilnya adalah kuah kaldu yang begitu lezat, kental, dan membelai setiap butir kacang dengan sempurna. Saat jam makan malam tiba, kita hanya perlu menggunakan sepasang penjepit makanan untuk mengangkat bagian tulang yang bersih. Yang tertinggal di dalam panci hanyalah daging kalkun yang begitu empuk hingga terlepas dengan sendirinya tanpa perlu usaha keras. Bukankah cara memasak seperti ini terasa sangat menyenangkan dan minim kerepotan di dapur?

Metode praktis ini juga sangat ramah untuk berbagai situasi memasak di rumah kita. Baik saat kita menggunakan nampan paha kalkun asap siap pakai yang ramah di kantong, atau memanfaatkan sisa kalkun liburan dari dalam freezer, persiapannya tetap sangat sederhana. Kita tinggal menumpuk bahan-bahan favorit yang ada di dapur, seperti potongan bawang bombay, paprika, seledri, bawang putih, sedikit cuka sari apel, sepotong mentega, atau segenggam daun collard greens yang bersahaja. Biarkan mesin ajaib itu bekerja dengan tenang selama delapan jam penuh, lalu sambut aroma harum yang langsung menyambut kita begitu membuka pintu rumah.

Sentuhan aroma asap yang menggugah selera ini tentu tidak hanya terbatas pada panci cabai standar saja. Kita bisa dengan mudah mengganti bacon atau ham dengan kalkun asap ini ke dalam hampir semua resep favorit keluarga. Mulai dari sup kacang putih aromatik yang kaya akan rosemary, thyme, dan daun bawang, hingga sepanci besar kacang panggang rumahan di atas kompor. Bahkan, sekaleng kacang panggang instan dari supermarket pun bisa disulap menjadi hidangan mewah seketika dengan mencampurkan potongan lembut kalkun asap di dalamnya. Menikmati semangkuk kacang hangat tentu kurang lengkap tanpa sesuatu untuk mencelupkan kuahnya yang kaya, jadi jangan lupa menyajikannya bersama sepotong roti jagung keemasan yang hangat atau biskuit mentega madu yang manis gurih.

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

Diet MIND dan Cerita Panjang Menjaga Kesehatan Otak

Semangkuk beri segar dan segelas kopi hangat tersaji di meja dapur kita, mengingatkan pada kenikmatan sederhana yang selalu bisa diandalkan saat pagi terasa lambat. Namun, para peneliti pangan belakangan ini tidak hanya melihat secangkir kopi pagi kita, melainkan mengamati bagaimana piring makan kita sehari-hari secara diam-diam membentuk struktur fisik otak seiring bertambahnya usia.

Selama ini, kita kerap membicarakan makanan hanya sebatas urusan energi atau menjaga bentuk tubuh. Padahal, sebuah studi menarik yang baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Neurology Neurosurgery & Psychiatry mengingatkan kita bahwa apa yang kita santap memberi nutrisi jauh melampaui sekadar otot. Para peneliti mengamati secara dekat diet MIND, sebuah pola makan cerdas yang memadukan kebaikan diet Mediterania dengan pendekatan untuk menurunkan tekanan darah. Saat mereka memantau hampir 1.650 orang paruh baya dan lanjut usia selama rata-rata dua belas tahun menggunakan pemeriksaan kesehatan rutin serta pemindaian otak yang detail, mereka menemukan sesuatu yang cukup luar biasa tentang cara kita makan dan bagaimana otak menua.

Jadi, apa saja sebenarnya yang tersaji di atas piring kita saat menjalani pola makan ini? Pendekatan MIND mengajak kita untuk lebih akrab dengan makanan utuh yang berwarna-warni, mulai dari sayuran berdaun hijau, aneka sayuran lain, buah beri yang cerah, kacang-kacangan yang renyah, biji-bijian utuh, kacang polong, ikan, minyak zaitun, hingga unggas. Tentu saja, segelas kecil anggur masih diizinkan menemani meja makan, sementara mentega, keju, daging merah, kue-kue manis, serta makanan cepat saji yang digoreng mulai dikurangi perlahan. Bukankah menarik mengetahui bahwa semakin dekat seseorang dengan rekomendasi ini, semakin sedikit pula penyusutan jaringan otak yang terjadi seiring waktu, terutama pada materi abu-abu yang bertugas mengurus ingatan, proses belajar, dan pengambilan keputusan kita?

Saat data akhir dihitung, detailnya menjadi semakin memikat untuk disimak. Untuk setiap peningkatan tiga poin dalam kepatuhan peserta terhadap diet ini, para peneliti mencatat laju penyusutan materi abu-abu yang lebih lambat. Ini setara dengan sekitar dua puluh persen lebih sedikit penurunan fungsi akibat usia, atau sama dengan menunda penuaan otak hingga dua setengah tahun. Kita juga melihat pelebaran yang lebih lambat pada ventrikel otak yang terisi cairan, yaitu rongga-rongga yang biasanya ikut membesar saat jaringan di sekitarnya menyusut. Menariknya lagi, makanan tertentu memainkan peran yang menonjol dalam temuan ini, di mana asupan beri dan unggas yang lebih tinggi terhubung dengan pengecilan ventrikel yang lebih terkendali, sementara makanan cepat saji yang digoreng dan camilan manis justru terhubung dengan penurunan jaringan yang lebih cepat.

Tentu saja, ilmu nutrisi selalu berhasil membuat kita tersenyum karena tubuh kita ternyata begitu luar biasa kompleks. Meskipun keju menunjukkan beberapa pola yang secara mengejutkan justru mendukung pencegahan penurunan materi abu-abu pada kelompok ini, asupan biji-bijian utuh yang lebih tinggi malah secara tak terduga terhubung dengan beberapa perubahan struktural yang sedikit lebih cepat. Namun, pesan utamanya tetap terasa sangat menggembirakan bagi siapa saja yang ingin melakukan perubahan penuh kesadaran di dapur rumah mereka.

Pada akhirnya, merawat pikiran kita tidak menuntut perombakan total isi dapur atau rencana menu yang rumit. Dengan cukup mengisi keranjang belanjaan kita dengan lebih banyak hasil bumi yang segar dan condong pada bahan-bahan utuh yang kaya warna, kita sedang memberi diri kita awal yang lezat untuk menua dengan anggun. Bagaimana kalau kita membawa satu lagi gigitan penuh warna yang disukai otak ke atas meja makan kita minggu ini? Sambil menikmati secangkir teh hangat, beri tahu kita hidangan menyehatkan apa yang sedang kalian masak di dapur saat ini!

sumber: sciencedaily.com/260930225503.htm

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: ScienceDaily Nutrition

Kelezatan Ayam Scarpariello dengan Saus Paprika Asam Manis

Suara desis daging ayam yang menyentuh wajan panas selalu berhasil menciptakan suasana magis di dapur pada malam yang tenang. Di ranah kuliner klasik Italia-Amerika, hidangan bernama chicken scarpariello atau yang sering dijuluki ayam pembuat sepatu ini punya tempat istimewa di hati kita. Kenapa? Karena racikan ini memadukan potongan unggas yang juicy dan sosis gurih dalam balutan saus wajan yang langsung membangunkan indra perasa lewat kombinasi rasa manis dan asam yang menonjol.

Kunci kesempurnaan hidangan ini ternyata terletak pada pemilihan bahan dan cara kita memperlakukannya di atas kompor. Teman-teman di Bon Appetit punya saran jitu yang wajib kita ikuti, yaitu menggunakan paha ayam bertulang dengan kulitnya. Bagian ini bukan cuma menghasilkan warna kecokelatan yang cantik di wajan, tapi juga menjaga dagingnya tetap empuk dan berair selama proses memasak. Sebelum ayam masuk, sosis Italia yang manis itu kita panggang lebih dulu di wajan yang sama, meninggalkan jejak lemak gurih yang kaya rasa sebagai fondasi saus kita.

Ada satu trik cerdas dalam versi ini yang membuat teksturnya naik ke level berikutnya, yaitu cara mengolah kentangnya. Bukannya dicampur begitu saja ke dalam satu panci, resep ini menganjurkan kita memanggang kentang fingerling secara terpisah di atas loyang sampai empuk sempurna dengan sisi-sisi potongan yang berwarna keemasan pekat. Bukankah langkah ekstra ini sepadan demi menjaga kerenyahan kentang agar tidak basah berkuah? Hasilnya, kentang panggang ini jadi kendaraan paling pas untuk menciduk saus yang kaya rasa dan asam segar.

Sausnya sendiri adalah mahakarya yang memadukan aroma rembut dan sengatan rasa asam yang pas. Bawang bombay cincang, paprika merah, dan bawang putih parut halus kita tumis sampai manis dan lembut, sebelum segelas anggur putih kering disiramkan untuk mereduksi aroma alkoholnya yang tajam. Setelah itu, kita tambahkan sedikit kaldu ayam rendah sodium, cuka anggur putih untuk menghadirkan keasaman yang dicari, sebatang rosemary yang harum semerbak, serta cincangan paprika Peppadew dalam rendaman air garam yang memberikan sentuhan manis menyenangkan.

Semua kebaikan itu akhirnya bersatu ketika ayam dan sosis kembali dibaringkan di atas hamparan sayuran berbumbu yang sedang mendidih, sebelum seluruh wajan dimasukkan ke dalam oven panas untuk tahap pematangan akhir. Bukankah menyenangkan membayangkan paprika Peppadew cerah itu bisa diganti dengan cabai ceri pedas atau pepperoncini jika kita sedang ingin sensasi membakar lidah? Menyajikan wajan cantik ini langsung di tengah meja makan terasa seperti jembatan manis antara kesibukan hari kerja dan santai akhir pekan bersama orang tersayang.

sumber: bonappetit.com/chicken-scarpariello

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Bon Appetit