
Kantong belanjaan baru saja diletakkan di atas meja dapur, dan buah beri ranum yang kita beli dengan penuh antusias sudah memanggil-manggil untuk segera dinikmati, tetapi sering kali keesokan paginya buah-buahan cantik ini justru berubah menjadi lembek dan berbulu putih yang menyedihkan. Menurut ahli kebun dan penulis Lisa Steele, kebiasaan baik kita saat membersihkan bahan makanan ini ternyata bisa jadi biang keladinya. Bukankah menyebalkan rasanya saat niat merawat makanan segar justru berujung pada kekecewaan di dalam kulkas?
Tentu saja, kecuali kita memetiknya sendiri di halaman belakang dan tahu pasti bebas pestisida, semua buah beri dari pasar tetap wajib dicuci bersih sebelum disantap. Namun, rahasia sebenarnya agar buah-buahan ini tetap segar dan tidak cepat membusuk terletak pada waktu pencuciannya yang ternyata berbeda-beda untuk tiap jenis buah. Memperlakukan buah rasberi yang rapuh dengan cara yang sama seperti stroberi yang kokoh justru mengundang bencana kecil di dapur kita, bukan?
Mari kita lihat si tangguh dari kebun beri, yaitu stroberi dan blackberry yang ternyata cukup kuat dan bisa langsung dicuci begitu kita sampai di rumah dari pasar. Sebaliknya, blueberry butuh sedikit lebih banyak perhatian karena lapisan putih alami di kulitnya yang berfungsi mengunci kelembapan sekaligus melindungi dari jamur dan bakteri, persis seperti lapisan pelindung pada telur segar. Membilas lapisan pelindung itu terlalu cepat justru membuat blueberry rapuh, begitu pula rasberi yang sangat lembut, sehingga keduanya paling baik dibilas dengan air dingin sesaat sebelum mendarat di piring kita.
Untuk urusan membersihkan buah, Steele menyarankan cara yang sangat sederhana yaitu merendamnya selama dua hingga tiga menit di dalam mangkuk berisi air dingin sambil diaduk perlahan, lalu mengeringkannya secara menyeluruh di atas selembar tisu dapur. Kalau kita ingin perlindungan ekstra, rendaman singkat dalam larutan air dan cuka dengan perbandingan tiga banding satu selama sepuluh menit juga ampuh, asalkan kita membilasnya dengan bersih sesudah itu. Aturan emasnya tentu saja memastikan setiap butir beri benar-benar kering sebelum kita menyimpannya secara longgar di dalam wadah yang dialasi tisu.
Meluangkan waktu sejenak untuk merawat buah segar ini memang menuntut sedikit kesabaran, tetapi imbalannya adalah buah yang tetap renyah, berair, dan tahan lama di dalam kulkas alih-alih berubah menjadi bubur yang menyedihkan. Mengapa tidak mencoba mengatur waktu pembersihan buah beri kita dengan cara ini dan melihat seberapa lama mereka bertahan untuk teman yogurt pagi hari atau camilan sore kita? Selamat mencoba di rumah, teman-teman!
sumber: tastingtable.com/when-expert-washes-berries
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table





