
Sajian pasta musim gugur selalu punya cara magis untuk mengubah malam yang dingin menjadi saat-saat yang begitu menenangkan, membawa kekayaan rasa yang terasa jauh lebih membumi dibanding mangkuk-mangkuk pesto atau tomat segar musim panas kita. Saat koki Jacob Kenedy membagikan ide-idenya untuk pasta musim gugur di harian The Guardian baru-baru ini, kita langsung terpikat pada dua hidangan yang sangat menonjolkan nuansa hangat dan bersahaja tersebut. Keduanya berakar kuat pada tradisi cucina povera, sebuah istilah Italia yang indah untuk gaya memasak sederhana yang mengandalkan bahan-bahan sehari-hari demi menciptakan kepuasan maksimal di lidah. Bukankah luar biasa bagaimana segenggam bahan di dapur bisa berpadu dan terasa seperti sebuah pesta mewah?
Resep pertama menyuguhkan piring spaghetti yang sangat menenangkan, berbalut lentil lembut yang empuk, hidangan yang sering dibuat Kenedy bersama sang ibu di rumah. Alih-alih membiarkan lentilnya bertekstur keras, kacang-kacangan ini direbus bersama daun salam selama sekitar 45 menit hingga benar-benar hancur dan kaya rasa, menciptakan saus kental yang memeluk erat setiap helai pasta. Ketika kita menggoreng bawang putih dalam curahan minyak zaitun extra-virgin hingga berwarna keemasan, lalu memasukkan lentil ke dalam wajan bersama sedikit air rebusan pasta yang berkanji, keajaiban pun terjadi di atas kompor. Semua bahan itu diaduk bersama di atas api dengan tambahan sepotong mentega atau tetesan minyak zaitun lagi, plembut daun peterseli datar segar, serta parutan keju parmesan yang gurih jika kita suka, menghasilkan sajian yang begitu gurih dan menenteramkan. Menariknya, Kenedy mencatat bahwa setiap kali ia menawarkan pasta lentil khusus ini kepada orang-orang Italia, mereka terkadang menatapnya seolah ia baru saja menghina ibu mereka, yang membuktikan betapa unik dan-kadang-mengejutkannya aturan makanan tradisional itu.
Kemudian kita beralih ke variasi tanpa daging dari sebuah favorit klasik: spaghetti yang dipadukan dengan bola-bola sayur terong yang kaya dan lembut seperti velut, ditemani saus tomat sederhana. Kata polpette biasanya diterjemahkan secara langsung sebagai bakso, namun pada kenyataannya, istilah tersebut merujuk pada bola kecil apa pun yang terbuat dari bahan-bahan yang dilumatkan, baik itu ikan, daging, maupun sayuran. Kenedy sangat suka menggunakan terong yang memiliki tekstur lembut seperti beledu dan sedikit rasa cokelat untuk ini, dipanggang atau disiapkan agar bisa dicampur dengan telur yang dikocok ringan, keju parmesan atau pecorino romano, remah roti kering, serta segenggam cincangan peterseli, mint, dan kemangi yang harum. Setelah dibentuk bulat, dibaluri tipis-tipis dengan tepung terigu, dan digoreng dalam minyak zaitun, bola-bola sayur ini direbus perlahan atau disajikan berdampingan dengan saus tomat segar yang sederhana dari cincangan bawang putih, minyak zaitun, tomat kalengan, dan sejumput serpihan cabai jika kita mendambakan sedikit kehangatan.
Kedua resep ini mengajak kita untuk sedikit melambat di dapur dan menghargai keindahan murni dari karbohidrat yang menghibur. Entah kita sedang merebus sepanci lentil cokelat kecil seperti varietas castelluccio atau puy, atau menggulung adonan terong yang lembut menjadi bola-bola keemasan kecil untuk dicampurkan ke dalam spaghetti kering kesukaan kita, begitu banyak ketenangan yang bisa ditemukan dalam setiap langkahnya. Kita pasti penasaran, manakah dari dua ide pasta musim gugur ini yang mungkin paling menggoda untuk dicoba pertama kali di meja makan rumah kita minggu ini, jadi pastikan untuk menceritakan bagaimana hasilnya nanti!
sumber: theguardian.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food
0 comments:
Post a Comment