Kelezatan Praktis Hati Artichoke Marinasi untuk Dapur

, , No Comments

Mengolah artichoke segar utuh di dapur rumah sebenarnya butuh perjuangan yang tidak sedikit. Kita harus sabar memangkas daun-daunnya yang bersisik keras dan membersihkan bagian tengahnya yang berbulu, hingga akhirnya hanya menyisakan sedikit sekali bagian yang bisa dimakan untuk jerih payah kita. Tidak heran kalau toples-toples berisi hati artichoke marinasi yang empuk, berasa segar, dan siap santap menjadi penyelamat instan di rak penyimpanan kita. Begitu tutup toplesnya dibuka, aroma asam yang cerah langsung menguar, menawarkan tekstur daging buah yang padat dan memuaskan untuk melengkapi apa pun yang sedang kita masak.

Bayangkan saja sepiring salad kentang biasa yang mendadak naik kelas berkat sentuhan Hana Asbrink. Ia punya kebiasaan mencincang artichoke marinasi beserta cairan rendamannya yang asam gurih, lalu mencampurnya langsung ke dalam kentang yang baru saja matang. Kentang hangat itu dengan lahap menyerap semua cairan kaya rasa tersebut, menciptakan hidangan pendamping ala Prancis atau Jerman yang lezat. Memangnya siapa yang bisa menolak trik cerdas untuk membumbui makanan dari bagian dalamnya hanya dengan memanfaatkan cairan yang biasanya malah kita buang begitu saja ke lubang wastafel?

Saat waktu memasak benar-benar menipis di hari kerja yang sibuk, para editor kuliner ini lebih mengandalkan teknik meramu kilat daripada harus mengikuti resep yang rumit. Rebecca Firkser, misalnya, gemar membuat galette darurat dengan cara menggelar adonan puff pastry lalu menimbunnya dengan artichoke empuk, sisa sayuran di kulkas, sedikit sendok rendaman, serta taburan keju parmesan parut. Di sisi lain, Emma Laperruque memilih gaya bongkar lemari es untuk membuat pasta antipasto miliknya. Sambil menunggu pasta mendidih di panci, ia langsung mencampur zaitun, capers, paprika panggang, tomat kering, buncis, dan artichoke dalam mangkuk besar, lengkap dengan lelehan keju mozzarella jika kebetulan masih tersisa di kotak pendingin.

Bagi kita yang mendambakan hidangan utama yang lebih mengenyangkan, Joe Sevier punya andalan menu panggang satu loyang yang rampung dalam waktu dua puluh menit saja. Ia menata potongan ikan salmon atau ikan putih segar di atas loyang, lalu mengelilinginya dengan hati artichoke yang berbentuk keriting cantik. Sebelum masuk oven, ia mengoleskan sisa cairan marinasi langsung ke permukaan ikan dan membiarkan artichokenya terpanggang kering selama lima belas menit. Bayangkan kerenyahan tepi artichoke panggang oven ini, yang ternyata juga sangat nikmat saat diselipkan ke dalam tumpukan roti isi vegetarian gaya Italia untuk menu berikutnya.

Bahkan sepotong roti panggang sederhana pun bisa disulap menjadi sajian mewah seperti yang dipelajari Nina Moskowitz semasa bekerja di toko roti. Ia mengocok keju ricotta hingga teksturnya sangat lembut, lalu menumpuknya di atas seulas roti yang digoreng pan bersama artichoke desis dan capers. Bukankah rasanya menyenangkan saat sisa cairan marinasi artichoke tidak terbuang sia-sia, melainkan dipakai untuk merendam salad herbal dari kemangi segar dan adas manis sebagai penutup di atas roti garing tersebut? Bagaimana biasanya kita memanfaatkan bahan-bahan antipasti kesukaan di toples untuk menyelamatkan makan malam yang serba terburu-buru?

sumber: bonappetit.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

0 comments: