
Uap harum vanila mengepul pelan dari panci berisi sirup gula yang bergemercik lembut, menyambut buah pir keras yang siap direbus hingga empuk sempurna.
Bukan rahasia lagi kalau makanan penutup klasik Prancis selalu punya cara sendiri untuk memikat hati kita di meja makan. Bayangkan saja perpaduan pir rebus yang dingin dan segar, es krim vanila yang lembut, sirus saus cokelat panas yang pekat, serta taburan renyah di atasnya. Menggugah selera sekali, bukan?
Hidangan mewah ini ternyata punya sejarah yang cukup unik. Namanya diambil dari operet karya Offenbach tahun 1864 tentang Helen of Troy, dan kemudian diabadikan dalam sejarah kuliner oleh koki legendaris asal Prancis, Escoffier. Penulis kuliner Nigel Slater bahkan pernah bilang kalau jodoh antara buah pir dan cokelat itu sungguh luar biasa, seperti diciptakan khusus di surga makanan penutup.
Nah, kalau kita ingin membuat hidangan ini di rumah, kuncinya ada pada pemilihan buah. Para ahli kuliner sepakat bahwa kita harus memilih buah pir yang masih sangat keras, seperti yang diingatkan oleh Nigella Lawson. Kalau kita nekat memakai buah yang sudah matang dan berair, pir itu bakal hancur lebur saat dimasak. Buah yang keras dan kokoh ini justru akan menyerap keharuman sirup vanila secara merata dan melembut perlahan saat dingin.
Supaya rasanya makin kaya dan sanggup mengimbangi saus cokelat yang pekat, kita bisa sedikit menambahkan gula serta parutan kulit dan air perasan jeruk lemon. Sentuhan jeruk ini bukan cuma menjaga warna pucat pir tetap cantik, tapi juga mengeluarkan aroma halusnya. Dan soal saus cokelatnya, penulis Jane Grigson memberi catatan penting: cokelat itu bisa jadi agak mendominasi rasa kalau kita tidak berhati-hati. Jadi, kita cukup menyiramkannya secukupnya atau membiarkan tamu kita menuangkannya sendiri agar aroma harum si buah pir tidak tenggelam.
Mau buah pir ini dibelah dua untuk kepraktisan atau disajikan utuh demi tampilan yang memesona di piring, proses pembuatannya selalu sepadan dengan hasilnya. Jadi, bagaimana kalau akhir pekan ini kita coba meracik mahakarya klasik Prancis ini di dapur kesayangan kita?
sumber: theguardian.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food
0 comments:
Post a Comment