
Uap mengepul lembut dari panci berisi sayuran aromatik yang mendidih perlahan, membawa aroma tanah dari rempah, pekak, dan anggur yang melebur jadi satu dalam kaldu berwarna keemasan. Kita pasti sudah sering bertemu dengan daun bawang prei yang sederhana ini, sayuran yang menuntut penghormatan kita dan menolak untuk dimasak terburu-buru. Seperti yang diingatkan oleh koki Jackson Boxer, daun bawang prei yang baru matang adalah sesuatu yang luar biasa dengan lapisan-lapisan tipis yang meleleh, sementara versi dinginnya bisa dengan mudah berubah menjadi lembek dan menyedihkan kalau kita tidak teliti memperhatikannya.
Ada ritme yang tenang dalam menyiapkan hidangan vegan dari The Guardian ini, di mana hampir semuanya bisa disiapkan lebih awal. Perjalanan dimulai sehari sebelumnya dengan merendam kacang hazelnut di dalam air semalaman agar melunak, lalu merebus kaldu sayuran yang kaya rasa dengan wortel, bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bagian hijau daun bawang prei, daun salam, timi, peterseli, dan sedikit pekak. Setelah dimasak dengan api kecil selama dua puluh lima menit, kaldu itu dibiarkan beristirahat dan mendingin selama empat jam sebelum disaring menjadi cairan jernih dan harum yang siap digunakan.
Setelah itu giliran buah pir varietas conference yang dikupas, dibersihkan bagian tengahnya, dan diiris sebelum direndam dalam rendaman panas dari cuka anggur putih, gula, dan air, lalu disimpan di dalam kulkas selama dua puluh jam untuk menyerap sensasi asam yang segar. Ketika tiba waktunya mengurus kacang, kita memanggangnya dengan hati-hati di atas loyang dalam oven bersuhu 170 derajat Celsius selama lima belas hingga dua puluh menit. Bukankah menyenangkan bagaimana ketepatan waktu memastikan kacang-kacang itu terpanggang merata sampai ke bagian dalam tanpa ada gosong sedikit pun?
Kacang hazelnut yang sudah dipanggang itu kemudian dihaluskan di dalam food processor bersama pasta miso putih, minyak zaitun, dan garam laut serpih, menggunakan sedikit air rendaman kacang yang disisihkan untuk membantu mengubahnya menjadi pasta yang halus dan kaya rasa, dengan tekstur lembut mirip mayones. Di waktu yang sama, potongan daun bawang prei berenang dengan lembut selama empat belas atau lima belas menit di dalam kaldu yang mendidih sampai ujung pisau tajam hanya menemui sedikit perlawanan, setelah itu dibiarkan mendingin selama setengah jam.
Menyatukan semuanya menjadi satu adalah saus siram menit-menit terakhir yang dikocok dari cairan rendaman acar pir dan minyak zaitun extra-virgin, dicampur dengan cincangan bawang merah, bawang putih, remahan kacang hazelnut panggang, garam, serta merica. Kita mengangkat daun bawang prei yang masih hangat dari cairannya, memotongnya memanjang menjadi empat bagian, lalu menatanya di atas sesendok penuh pasta miso hazelnut yang gurih, menyelipkan potongan-potongan acar pir yang manis di antaranya sebelum menyiramkan saus yang segar dan menutupnya dengan taburan kucai serta cervil.
Kalau kita ingin mencoba hidangan nabati yang memadukan miso kacang yang kaya rasa dengan buah acar yang tajam dan sayuran kebun yang empuk, resep ini menawarkan proyek akhir pekan yang menyenangkan untuk dinikmati bersama di meja makan. Dengan saus dan taburan yang begitu meriah, bagaimana kita akan menyusun lapisan daun bawang prei ini saat akhirnya siap disajikan di piring?
sumber: theguardian.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food
0 comments:
Post a Comment