
Aroma pekat bubuk espresso sangrai dan havermut panggang langsung menguar di dapur Bake Club Bon Appetit setiap kali timnya mulai merancang hidangan penutup praktis untuk menutup jamuan liburan yang meriah. Dua editor dapur uji senior, Jesse Szewczyk dan Shilpa Uskokovic, menemukan solusi cemerlang untuk saat-saat kita malas repot menyeduh kopi sekaligus menyiapkan kue secara terpisah. Mereka meracik hidangan dua-dalam-satu berupa pie dingin yang memadukan tendangan rasa kopi ganda yang pekat ke dalam tekstur custard sehalus sutra yang mudah dipotong.
Kunci keistimewaan resep ini terletak pada kontras teksturnya yang memikat, dimulai langsung dari bagian dasarnya. Alih-alih kulit kue tradisional yang biasa, kita mendapatkan lapisan bawah berbahan havermut bertekstur unik yang dibuat dengan menghaluskan havermut rol, tepung terigu, gula palem gelap, dan garam kosher di dalam food processor sebelum disiram mentega cair. Adonan ini kemudian ditekan padat menggunakan dasar gelas ukur ke dalam piring pie beroles mentega, lalu dipanggang hingga berwarna keemasan dan kering tanpa perlu repot memakai pemberat pie agar tidak basah.
Untuk urusan isiannya, kita tentu harus menuruti saran ketat dari para editor dapur untuk menghindari seduhan kopi dingin atau kopi hitam rumahan biasa. Penggunaan konsentrat kopi khusus seperti jenama Grady menjadi kunci utama di sini karena mampu menghadirkan kekuatan rasa konsisten yang sanggup berpadu sempurna bersama limpahan susu dan telur. Konsentrat tersebut lantas dibaurkan langsung di dalam food processor bersama tambahan gula palem gelap, tepung, bubuk espresso instan, garam, telur, mentega cair, pasta biji vanila, dan krimer kental hingga benar-benar lembut.
Menuangkan adonan yang kaya rasa itu ke atas kulit havermut yang masih hangat seketika menjelma menjadi proyek baking menyenangkan dengan wangi menggugah selera di dalam oven. Selepas dipanggang sampai bagian pinggirnya mengeras dan sedikit mengembang sementara bagian tengahnya masih sedikit bergetar, pie ini wajib didinginkan di atas rak kawat selama minimal tiga jam, meski membiarkannya beristirahat di dalam kulkas selama dua belas jam akan memberikan hasil yang jauh lebih sempurna.
Siapa yang sanggup menolak lapisan atas yang begitu lembut sebagai sentuhan akhirnya? Melalui kocokan keju mascarpone, gula pasir, sejumput garam, krim kental, dan vanila, kita memperoleh krim kocok yang ketahanan serta kelembutannya terjaga utuh hingga dua puluh empat jam. Menyendokkan krim mascarpone tersebut di atas pie dingin lalu membentuknya menjadi puncak-puncak cantik kian menyempurnakan sajian lewat taburan akhir bubuk espresso instan dan sebaran garam laut serpih tepat sebelum dihidangkan. Pie praktis yang bisa disiapkan sehari sebelumnya tanpa taburan kopi dan garam di awal ini pun siap menemani momen kumpul bersama, dan tentu saja, kita selalu penasaran mendengar cerita seru di dapur kalian saat mulai memotong sepotong kelezatan yang menenangkan ini.
sumber: bonappetit.com
juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com
Foto: Bon Appetit
0 comments:
Post a Comment