
Sisa-sisa selai atau madu yang menempel di dasar botol kaca sering kali dianggap sebagai pemandangan yang menjengkelkan di dapur. Siapa pun yang sering sibuk memasak pasti akrab dengan lapisan tipis terakhir yang seolah bersembunyi erat dan menolak untuk diambil dengan sendok biasa. Sebelum kita buru-buru membuangnya ke tempat daur ulang, sisa-sisa yang membandel itu sebenarnya menyimpan potensi rasa yang luar biasa untuk diolah kembali langsung di tempatnya.
Bayangkan sebuah momen bersih-bersih dapur yang berantakan, ketika tumpukan wadah plastik dan kulkas yang penuh akhirnya memperlihatkan harta karun tersembunyi. Di sudut paling dalam, terselip tiga botol madu dengan sisa tipis di dasarnya, bersanding bersama selai kacang dan selasur cokelat yang sudah dikeruk habis. Pemandangan botol-botol nyaris kosong ini memicu ide cemerlang untuk menyelamatkan sisa manis tersebut menjadi bintang utama di meja makan kita tanpa harus mencuci wadahnya dulu.
Cara paling praktis untuk membangkitkan kembali sisa madu di dalam botol adalah dengan menuangkan sedikit air mendidih bersama perasan lemon segar, jeruk, atau cuka anggur merah. Begitu tutupnya dikencangkan dan kita mengocoknya dengan penuh semangat, keajaiban kecil terjadi saat cairan keemasan yang kental itu larut sepenuhnya. Tambahan minyak zaitun dan sedikit mustard, lalu dikocok sekali lagi, seketika mengubahnya menjadi saus siram yang lembut dan mengilap, siap membalut renyahnya parutan kol merah dan putih atau campuran daun radicchio yang sedikit pahit.
Trik cerdas yang sama ternyata juga bisa diterapkan pada botol mustard sisa pakai, di mana kita hanya perlu membalik urutannya dan memasukkan madu di akhir. Bahkan, menurut penulis kuliner Felicity Cloake, botol madu yang tersisa itu bisa disulap menjadi minuman hangat penangkal malam yang dingin dengan menambahkan air panas, lalu dituangkan ke cangkir bersama parutan kulit lemon, jahe, kayu manis, cengkih, dan sedikit wiski. Sementara itu, botol selai kacang yang tersisa bisa dicairkan dengan air panas untuk menjadi dasar sup labu putih yang hangat atau saus mi yang gurih seketika.
Para pakar kuliner lain juga menunjukkan cara seru untuk memanfaatkan sisa makanan ini, seperti mencampur pasta selai kacang dengan kemangi segar, bawang putih, minyak zaitun, dan air rebusan pasta untuk menjadi pesto kacang yang lezat. Fuchsia Dunlop punya cara lain dengan menambahkan minyak cabai, minyak wijen, dan bawang putih ke dalam botol selai kacang untuk melumuri semangkuk mi udon yang kenyal. Bahkan sisa selai buah di rak paling belakang pun bisa diandalkan untuk memperkaya saus gurih atau dipanggang menjadi kue tart pedesaan, jadi sudahkah kita memeriksa rak dapur hari ini untuk melihat kelezatan apa yang tersembunyi di dalam botol-botol hampir kosong itu?
sumber: theguardian.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food
0 comments:
Post a Comment