
Imigran Irlandia yang tiba di wilayah Appalachia pada awal abad kesembilan عشر membawa serta resep-resep lama mereka dan melahirkan versi persilangan yang hangat dari sebuah makanan kenyamanan klasik. Sebagian besar dari kita tentu sepakat bahwa meja makan terasa kurang lengkap tanpa mangkuk besar berisi kentang tumbuk yang mengepulkan uap hangat di tengahnya. Teksturnya yang begitu lembut, kaya mentega, dan menenangkan ini selalu cocok disandingkan dengan lauk apa pun yang kita bayangkan. Namun, apa yang terjadi ketika umbi berkanji ini diberi kejutan lintas budaya? Kita akan mendapatkan hidangan mengenyangkan yang dikenal sebagai collard colcannon.
Di Irlandia asalnya, colcannon tradisional dulunya dihidangkan saat perayaan musim gugur dengan akar sejarah kuno yang erat kaitannya dengan tradisi lama, bahkan kerap disajikan untuk berbagai keperluan peruntungan. Dulu, keluarga-keluarga biasa menyembunyikan koin atau cincin di dalam tumpukan kentang lembut itu untuk melihat siapa yang akan menemukan sedikit keberuntungan ekstra. Ketika akar Irlandia tersebut berpadu dengan tradisi kuliner Selatan, resepnya pun beradaptasi secara alami. Kubis tradisional digantikan oleh daun collard yang membumi, ditambah sedikit mustard untuk tendangan rasa yang lebih tajam. Tidakkah menyenangkan melihat bagaimana tradisi makanan bisa berkelana dan bertransformasi saat menemukan rumah baru di belahan dunia lain?
Bagian paling cemerlang dari adaptasi ini adalah betapa praktisnya resep tersebut untuk kita buat di dapur sendiri, terutama jika kita memanfaatkan jalan pintas menggunakan sayuran kaleng. Untuk meracik hidangan persilangan yang menenangkan ini, kita cukup merebus potongan kentang hingga empuk lalu meniriskannya dengan baik. Sambil menunggu kentang matang, kita bisa menumis sebentar daun collard kalengan dengan sedikit mentega sekadar untuk menghangatkannya dengan pas. Masukkan kentang matang ke dalam wajan berisi sayuran hangat tersebut, lalu tumbuk semuanya bersama-sama sampai sebagian besar bagian kasarnya hilang, sambil menuangkan lebih banyak susu serta mentega hingga mencapai tekstur lembut bagai sutra yang selalu kita dambakan.
Sebelum kita menyajikannya di meja, jangan lupa untuk membumbuinya secara royal dengan garam dan lada hitam agar seluruh rasanya benar-benar menonjol. Walau penggunaan sayuran kaleng membuat prosesnya terasa begitu cepat, kita tentu tetap bisa memakai daun collard segar jika kebetulan memilikinya di rumah, dengan catatan waktu memasaknya harus sedikit lebih lama agar teksturnya empuk. Memotong daun tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah diolah terlebih dahulu juga memberikan perbedaan yang cukup berarti. Jika kita ingin semakin mendalami tradisinya, kita bahkan bisa menambahkan daun bawang, sedikit kaldu ayam, atau bahkan setetes bir untuk memberikan kedalaman rasa yang lebih kaya.
Sejarah kuliner selalu punya cara untuk mengejutkan kita melalui perpaduan yang tidak disangka-sangka, membuktikan bahwa ada begitu banyak cara untuk menyegarkan kembali menu andalan harian kita daripada yang kita duga. Jadi, lain kali saat kita sedang merebus sekumpulan kentang di dapur, mengapa tidak mencoba meraih sekaleng sayuran hijau tersebut dan melihat ke mana sejarah membawa meja makan kita? Tarik kursi Anda ke meja dan ceritakan kepada kita bagaimana hasil semangkuk hangat collard colcannon buatan dapur Anda minggu ini!
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment