Sentuhan Hangat Labu Kuning dalam Focaccia Klasik

, , No Comments
Sentuhan Hangat Labu Kuning dalam Focaccia Klasik

Aroma harum panggangan perlahan menguar dari dapur, menandakan musim gugur telah tiba membawa ragam sajian lezat yang menghangatkan suasana rumah kita. Kali ini, para juru masak di Bon Appetit punya cara cerdas untuk merayakan musim tersebut dengan memberikan sentuhan musiman pada roti focaccia yang lembut bagaikan bantal kesayangan kita. Mereka mencampurkan lumatan labu kalengan langsung ke dalam adonannya. Hasilnya, adonan roti berubah warna menjadi kuning keemasan yang cantik seperti tersiram sinar matahari sore, lengkap dengan rasa manis bersahaja yang terasa begitu pas untuk menemani hari-hari yang mulai mendingin.

Bagian paling menyenangkan dari resep ini adalah kita sama sekali tidak perlu repot menguleni adonan dengan tenaga penuh di atas meja dapur. Alih-alih membuat kita berkeringat, pembentukan gluten terjadi secara ajaib lewat serangkaian gerakan melipat dan meregangkan adonan yang dilakukan langsung di dalam mangkuk pencampur. Kita hanya perlu mencampurkan tepung, ragi kering aktif, air hangat, sedikit gula merah, dan garam kosher hingga membentuk adonan kasar yang menyatu, lalu membiarkannya beristirahat. Cukup dengan mencelupkan tangan ke semangkuk air agar tidak lengket, kita perlahan mengangkat sisi adonan ke tengah, memutar mangkuknya sedikit, dan mengulanginya beberapa kali selama proses pengembangan hingga adonan yang tadinya berantakan berubah menjadi sangat halus dan padat.

Bayangkan betapa memuaskannya melihat adonan lembut tersebut mengembang dengan cantiknya di dalam loyang logam yang tergenang minyak zaitun extra-virgin. Siapa sangka, proses sederhana ini berlanjut saat adonan merata di loyang, dimandikan minyak, lalu dibiarkan hingga mengembang montok sebelum akhirnya siap diberi lubang-lubang khas focaccia. Kita cukup meminyaki jemari kita dan menekan adonan sampai menyentuh dasar loyang, menciptakan kawah-kawah kecil yang nantinya akan menampung genangan minyak zaitun gurih selama pemanggangan. Taburan daun rosemary segar serta serpihan garam laut tepat sebelum dimasukkan ke dalam oven panas sekadar menyempurnakan kelezatannya.

Proses pemanggangan dalam suhu tinggi menghasilkan kerak roti berwarna cokelat keemasan yang cantik, sementara bagian dalamnya tetap empuk dan lembut luar biasa. Begitu matang dan keluar dari oven, membiarkannya sedikit dingin sebelum dipindahkan ke rak kawat adalah kunci untuk mendapatkan tekstur terbaik yang bisa kita nikmati. Roti hangat ini paling sedap disajikan bersama semangkuk minyak zaitun berkualitas untuk dicocol, atau diolesi selapis keju krim tebal agar cita rasa musimannya semakin terasa kaya. Entah dibuat sehari sebelumnya atau disajikan dadakan untuk makan malam akhir pekan yang santai, resep ini sungguh cara yang menyenangkan untuk merayakan rasa musim gugur langsung dari dapur rumah kita sendiri.

sumber: bonappetit.com/no-knead-pumpkin-focaccia

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Bon Appetit

0 comments: