Kombinasi Elegan Dapur Hijau Sage dan Kuarsa Abu

, , No Comments
Kombinasi Elegan Dapur Hijau Sage dan Kuarsa Abu

Biaya renovasi dapur sering kali menguras tabungan jauh lebih cepat daripada air rebusan kaldu yang tumpah di atas kompor. Padahal, alih-alih membongkar seluruh batu yang masih kokoh hanya karena kita bosan, ada kepuasan tersendiri dalam memutuskan untuk mempertahankan apa yang sudah ada di rumah, persis seperti yang dilakukan oleh pakar desain interior Emily Henderson pada musim panas tahun 2023 lalu.

Alih-alih menyingkirkan meja dapur kuarsa yang masih sangat layak pakai, Henderson memilih untuk merancang seluruh konsep penampilannya tepat di sekitar batu tersebut. Permukaan meja dapur itu tampil dalam balutan abu-abu medium dengan bintik-bintik hangat yang halus, sebuah tampilan kuarsa netral yang masih punya banyak masa depan. Siapa sangka, dengan anggaran yang dijaga ketat hingga totalnya hanya mencapai empat ribu dolar di luar pulau dapur lepas, memanfaatkan material lama yang sudah tersedia adalah jalan pintas paling cerdas.

Supaya warna abu-abu pada meja dapur itu bisa tampil menonjol, kuncinya tentu saja ada pada permainan warna, dan pilihan cat kabinetnya sungguh memikat hati. Kotak-kotak kabinet berwarna krem lama dengan pegangan hitam yang kontras dan perangkat dapur putih yang tidak serasi akhirnya mendapat kesempatan kedua berkat sapuan cat Sherwin-Williams berwarna Rosemary. Nuansa hijau sage yang agak gelap dan moody ini ternyata memiliki undertone abu-abu dingin, sebuah rahasia kecil yang membuat warnanya langsung menyatu mulus dengan kuarsa di atasnya.

Peralatan dapur putih yang tadinya tampak mencolok pun kini disembunyikan rapi di balik panel kabinet yang serasi, membuat seluruh ruangan seketika terasa lebih tenang dan lapang tanpa kekacauan visual. Bukankah sangat menyenangkan ketika tekstur yang berbeda bisa saling melengkapi tanpa harus saling mendominasi? Henderson memadukannya dengan sebuah pulau dapur dari Crate and Barrel beraksen marmer dengan lapisan kayu oak alami, menghadirkan kehangatan dan serat kontras yang berdampingan manis dengan batu abu-abu yang dingin.

Sentuhan akhir pun berlanjut pada area tudung kompor dan dinding kayu pelapis yang diberi pulasan warna hijau-kebiruan lembut berkesan pondok pedesaan yang nyaman. Seluruh benang merah desain ini akhirnya dirajut bersama lewat balutan kertas dinding bermotif merah muda dan hijau yang ceria, membuktikan bahwa sebuah ruangan bisa tampil menawan bukan dengan merombaknya dari nol, melainkan dengan belajar merangkul apa yang sudah ada di depan mata. Tarik kursi dan cerita ke aku, bagian mana dari dapurmu yang rasanya sudah siap diberi sentuhan kuas cat baru?

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

0 comments: