Kisah Klasik Porselen Meissen Blue Onion yang Legendaris

, , No Comments
Kisah Klasik Porselen Meissen Blue Onion yang Legendaris

Sebuah piring putih berhias corak biru kobalt terselip di rak toko barang antik, memantulkan cahaya lampu gantung dengan anggunnya. Siapa sangka, pola ikonis yang lahir di Jerman pada tahun 1739 ini ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih unik dari sekadar motif bunga biasa? Kalau kita telusuri lebih dekat, lukisan sulur-sulur biru yang menari di atas permukaan keramik itu sebetulnya bukanlah gambar bawang seperti yang sering dibayangkan orang. Seniman di balik karya tersebut sebenarnya menggambar buah persik dan melon yang diberi sentuhan aksen bambu yang sangat lembut.

Kisah benda bersejarah ini membawa kita jauh ke abad ketujuh belas di Eropa, masa ketika porselen impor dari Tiongkok begitu dipuja hingga memicu obsesi para bangsawan. Raja Augustus Kedua dari Sachsen begitu terpikat oleh keindahan keramik putih itu sampai-sampai ia bertekad keras memecahkan rahasia pembuatannya di tanah Eropa. Setelah bertahun-tahun melakukan eksperimen yang panjang dan menguras biaya besar, porselen keras buatan Eropa akhirnya berhasil diciptakan pada tahun 1708. Tidak lama setelah penemuan penting itu, sang raja mendirikan pabrik kerajaan di kota Meissen, Jerman, yang kemudian menjadi pusat produksi porselen paling tersohor di Eropa selama lebih dari satu setengah abad.

Para pelukis terampil di pabrik tersebut mulai memadukan motif tradisional Asia Timur agar sesuai dengan selera kaum mode Eropa menjelang tahun 1720. Untuk melindungi karya seni mereka sekaligus menjadi tanda keaslian tangan perajinnya, logo pedang bersilang resmi diperkenalkan sebagai merek dagang pada tahun 1722. Tak lama berselang, pola Blue Onion lahir pada 1739, menjadikannya salah satu motif berpaten tertua yang masih ada sampai sekarang. Bukankah luar biasa bagaimana sebuah jenama bisa terus bertahan melintasi zaman tanpa kehilangan jati dirinya?

Pabrik Meissen tidak pernah benar-benar berhenti berinovasi, meskipun karya-karya lamanya tetap menjadi buruan utama para kolektor dekorasi dapur bergaya vintage dengan harga lelang yang fantastis. Hingga hari ini, mereka masih aktif memproduksi pola tersebut dengan nama The Original, bahkan memperluas palet warnanya dari biru kobalt klasik menjadi nuansa hijau, merah, cokelat, hitam, merah muda, dan persik yang menyegarkan. Bagi para kolektor modern yang beruntung menemukan satu set lengkap, harganya bisa membuat kita menahan napas. Satu set makan kontemporer berisi dua belas buah dari koleksi ini dibanderol mulai dua ribu dua ratus dolar di situs resmi mereka, sementara perangkat meja dari awal abad kedua puluh lengkap dengan wadah bersusun pernah terjual hingga puluhan ribu euro di balai lelang ternama seperti Christie's.

Tentu saja, karena pola terkenal ini sering ditiru oleh produsen lain selama berabad-abad, kondisi fisik, catatan sejarah yang jelas, serta keaslian dari ahli atau pabrik Meissen menjadi hal yang sangat krusial. Lain kali saat kita berjalan-jalan menyusuri pasar loak, mari kita jeli memperhatikan goresan biru yang khas dan tanda pedang bersilang yang tersembunyi di balik lapisan mengilapnya. Apakah kamu juga punya pengalaman menemukan harta karun antik tersembunyi saat membongkar tumpukan barang di toko barang bekas lokal? Aku tentu ingin sekali mendengar cerita tentang temuan favoritmu itu sambil menikmati secangkir teh hangat bersama nanti.

sumber: tastingtable.com

juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

0 comments: