Kelezatan Pie Balti Paratha ala Calum Franklin

, , No Comments
Kelezatan Pie Balti Paratha ala Calum Franklin

Aroma rempah yang dipanggang perlahan di dalam oven selalu berhasil mengubah sore yang biasa saja menjadi momen yang istimewa, ya? Hari ini kita sedang melihat sebuah karya cemerlang dari Calum Franklin berupa pie isi kari yang dipadukan dengan chutney segar yang menggigit. Ide cemerlang ini ternyata lahir dari riuhnya rumah-rumah makan balti di Birmingham era 1970-an, tempat di mana para mahasiswa begadang dan orang-orang mencari makanan hangat sepulang dari pub melahirkan resep yang merayakan multikulturalisme Inggris, memadukan akar budaya Pakistan-Kashmir dengan kecintaan orang Inggris pada pie yang gurih.

Keajaiban rasa ini dimulai saat kita memanggang paha ayam bertulang sampai matang sempurna, lalu membiarkannya dingin sebelum menyuwir dagingnya yang lembut menjadi potongan-potongan kecil. Sambil menunggu, dapur kita akan dipenuhi harum jintan, garam masala, dan kunyit yang dipanggang perlahan di atas selembar aluminium foil. Di atas wajan yang lebar, mentega meleleh untuk melunakkan bawang bombay merah, paprika hijau, bawang putih, dan jahe, menciptakan dasar aromatik dari tomat, paprika, dan cabai yang menjadi ciri khas masakan balti.

Begitu rempah-rempah sangrai tadi menyusul ke dalam wajan bersama tomat cincang, pasta tomat, dan kaldu, sausnya mulai mendidih, mengental, berkat campuran tepung jagung. Kita kemudian memasukkan suwiran ayam, parutan serta air jeruk nipis yang menyegarkan, dan segenggam ketumbar segar, lalu membiarkan isian tersebut mendingin. Bukankah luar biasa bagaimana mendinginkan adonan justru membantu semua rasa yang semarak itu meresap dengan pas sebelum dipanggang?

Untuk urusan kulit pie, resep ini menggunakan roti paratha beku yang digilas tipis untuk melapisi loyang muffin yang sudah diolesi mentega, lalu diisi tiga perempat bagian dengan adonan balti yang sudah dingin tadi. Setelah ditutup dengan lembar paratha kedua dan pinggirannya dicubit rapat hingga membentuk tepian pedesaan yang menawan, olesan telur di atasnya serta taburan biji nigella dan adas manis memberikan sentuhan akhir yang cantik sebelum masuk ke dalam oven panas.

Sebuah pie balti tentu tidak akan lengkap tanpa teman pendampingnya, dan kita bisa meracik chutney hijau yang segar dan tajam di dalam blender menggunakan bawang putih, jahe, cabai hijau, biji jintan sangrai, air perasan lemon, serta setumpuk daun ketumbar dan mint segar. Bagaimana kalau akhir pekan ini kita mencoba memanggang delapan buah pie keemasan ini di dapur, sangat cocok untuk dicocol dan dinikmati bersama orang-orang tercinta?

sumber: theguardian.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Guardian Food

0 comments: