
Seikat buah bit segar baru saja berpindah dari keranjang belanjaan ke atas telenan kayu di dapur, dan tangan kita biasanya langsung bergerak memotong daun hijaunya untuk dibuang ke tempat sampah. Padahal, data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat menunjukkan kalau kita sering melewatkan harta karun nutrisi yang tersembunyi di sana. Di tengah ramainya perbincangan tentang protein dan serat, banyak dari kita yang diam-diam kekurangan kalium—elektrolit penting yang menjaga detak jantung tetap teratur, cairan tubuh seimbang, dan tulang kita kuat. Padahal, hanya sekitar seperempat orang dewasa saja yang berhasil memenuhi asupan harian yang disarankan. Saat butuh asupan penunjang, pikiran kita otomatis melayang pada buah pisang yang tepercaya, padahal mengandalkan buah saja membuat kita melewatkan kekuatan luar biasa dari sayuran hijau yang selama ini terabaikan.
Kalau kita melangkah melewati lorong buah dan melihat lebih dekat, secangkir irisan pisang memang menyumbang sekitar 537 miligram kalium yang sangat membantu tubuh. Tapi coba bandingkan dengan daun bit yang sering dianggap sebelah mata dan menempel pada umbinya yang berwarna merah keunguan, angkutan nutrisinya ternyata melompat jauh. Secangkir daun bit yang sudah dimasak ternyata menyimpan 1.309 miligram kalium yang luar biasa. Jumlah ini 143 persen lebih banyak dibandingkan porsi pisang yang setara, bahkan sanggup memenuhi separuh kebutuhan harian perempuan dan hampir 40 persen untuk para pria. Tidakkah kita merasa takjub bagaimana bagian hijau yang selama ini berakhir di tempat sampah justru memegang kunci penting untuk kesehatan kita?
Mengolah dedaunan hijau zamrud ini ke dalam menu masakan harian ternyata tidak sulit sama sekali karena rasanya mirip dengan sayuran daun lain yang sudah kita kenal dan sukai, yaitu memiliki sentuhan rasa tanah yang khas, sedikit manis, dan ada jejak pahit yang lembut. Daun-daun ini memberikan sensasi rasa merica yang segar di dalam salad, melunak dengan indah saat ditumis seperti sayur chard atau collard greens, dan menyatu dengan mulus ke dalam sup yang mengepul hangat, semur yang menenangkan, serta hidangan pasta di mana bayam biasanya menjadi bintang utama. Kalau rasa pahit alami itu terasa terlalu kuat di lidah, mencelupkannya sebentar ke dalam air mendidih bekerja seperti sihir untuk meredakan rasa asam yang tajam. Dan kalau pasar di dekat rumah sedang kehabisan bit, pilihan sayuran hijau gelap lainnya seperti chard dan bayam siap menjadi penyelamat yang sama lezatnya.
Tentu saja, petualangan kita tidak berhenti hanya pada daun bit saja karena dapur kita sebenarnya sudah dipenuhi oleh berbagai bahan lezat lain untuk mendongkrak mineral ini tanpa harus bergantung sepenuhnya pada buah tropis. Secangkir kacang putih matang yang lembut menyumbang lebih dari 1.000 miligram, disusul rapat oleh kacang Lima, dan lentil gurih yang dengan nyaman melampaui angka 700 miligram per cangkir matangnya. Bahkan keluarga umbi-umbian pun tidak mau kalah, di mana satu buah kentang rusut utuh menawarkan hampir 1.000 miligram, secangkir ubi jalar matang melampaui angka 900, dan labu acorn berada tepat di kisaran angka mengesankan yang sama.
Pisang akan selalu memiliki tempat istimewa di atas meja makan kita dengan segudang kebaikan sehat yang dibawanya, namun membuka diri pada pilihan lain akan membukakan pintu ke dunia nutrisi gurih yang sangat luas. Jadi, saat kita menyiapkan seikat bit berikutnya, mari kita selamatkan dedaunan cantik itu dan biarkan mereka bekerja memberikan kelezatan di meja makan. Eksperimen dapur yang menenangkan seperti apa gerangan yang akan kita coba pertama kali untuk memberikan suntikan nutrisi pada menu harian kita?
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment