Bakwan Labu Kuning dan Wortel Rempah Hangat

, , No Comments
Bakwan Labu Kuning dan Wortel Rempah Hangat

Aroma harum biji jintan dan ketumbar sangrai yang menari di dalam minyak hangat menjadi tanda khas bahwa musim gugur telah tiba di dapur, seperti yang dibagikan oleh Thomasina Miers melalui berbagai ide memasak labu kuning yang manis dan gurih. Saat kita mencari camilan praktis untuk sore yang berangin dingin atau sekadar ingin memanfaatkan hasil panen musiman yang melimpah, resep fritter—atau yang bisa kita bayangkan sebagai bakwan renyah—labu kuning dan wortel berpadu saus sambal hijau ketumbar yang menyegarkan ini tentu menjadi titik awal yang sangat memikat untuk dicoba.

Untuk meracik bulatan-bulatan keemasan ini, langkah awalnya dimulai dengan memarut kasar 200 gram labu kuning atau labu parang bersama berat yang sama dari wortel bersih. Karena sayuran segar ini menyimpan banyak air, trik kuncinya adalah membungkus parutan tersebut erat-erat menggunakan serbet bersih atau tisu dapur, lalu memerasnya kuat-kuat sampai setiap tetes cairan berlebihnya keluar. Bukankah langkah sederhana itu yang nantinya memastikan gorengan kita matang dengan tekstur renyah yang menyenangkan alih-alih lembek?

Keharuman rempah pun menyusul berikutnya di atas wajan dengan sedikit minyak zaitun, di mana bawang daun cincang halus ditumis perlahan sebelum kita memasukkan bubuk ketumbar segar, biji jintan, satu sendok teh kayu manis bubuk, serta sejumput garam. Begitu rempah-rempah tersebut mengeluarkan aromanya, bawang putih dan jahe parut halus menyusul masuk, memenuhi seluruh ruangan dengan kehangatan rempah yang menggugah selera. Campuran aromatik itu kemudian kita tuang ke dalam mangkuk besar bersama labu dan wortel yang sudah diperas, dibaluri 120 gram tepung gram atau tepung beras untuk pengikatnya, diberi bumbu lada hitam, lalu diaduk merata.

Sambil membentuk adonan fritter, kita bisa meracik saus celup hijau yang cerah dan bercita rasa tajam. Dengan memblender sebagian besar cabai hijau cincang, seikat daun ketumbar, air jeruk nipis segar, cuka apel, madu cair, sebutir bawang putih, dan bawang merah dengan sedikit air, terciptalah saus cocol yang lembut sekaligus menendang di lidah. Kita selalu bebas menyesuaikan tingkat kepedasannya dengan sisa cabai yang tadi disisihkan, atau mempertajam kesegarannya dengan tambahan sedikit perasan jeruk nipis sesuai selera di meja makan.

Proses menggorengnya tentu menuntut sedikit kesabaran dan minyak panas yang pas, di mana sekitar dua sentimeter minyak netral dipanaskan dalam wajan sebelum kita menyendokkan adonan sayur menggunakan sendok makanan penutup. Dengan membasahi tangan pakai air dingin agar adonan tidak lengket, kita membentuknya menjadi bulatan pipih yang rapi sebelum memasukkannya perlahan ke dalam wajan selama beberapa menit di setiap sisinya hingga berubah warna menjadi keemasan yang cantik dan garing. Menjaga tumpukan matang tetap hangat di dalam oven selagi kita merampungkan sisanya memastikan setiap orang bisa menyantapnya dalam keadaan panas, disajikan sederhana bersama sesendok yogurt Yunani yang dingin dan saus sambal hijau yang segar. Bagaimana kalau kita mulai memanaskan air teh dan mencoba resep ini di dapur kita minggu ini?

sumber: theguardian.com

juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com

Foto: Guardian Food

0 comments: