Gas ovens cepat menguapkan uap, sehingga roti yang dibakar di dalamnya kehilangan kelembapan penting untuk kerak berkilau. Akibatnya, kerak menjadi datar dan tidak mengembang, menghasilkan crumb yang lebih padat daripada yang diharapkan. Hal ini menjadi masalah utama bagi pecinta roti artisanal yang mengutamakan tekstur ringan dan kerak renyah.
Menggunakan Dutch oven atau covered baker menahan uap yang dilepaskan oleh adonan, menciptakan mikroklimat yang mirip oven uap. Teknik ini memaksimalkan gelatinisasi pati di permukaan, memberi kerak yang lebih menawan dan warna keemasan yang konsisten. Saya menemukan bahwa metode ini tidak hanya memperbaiki tekstur, tetapi juga mengurangi kebutuhan akan peralatan tambahan seperti panci besi cor.
Cobalah memasukkan beberapa es batu di bawah loyang sebelum menutup Dutch oven; uap tambahan dari es menciptakan lonjakan awal yang memperkaya kerak. Walaupun metode ini memitigasi kelemahan gas oven, tetap penting memeriksa suhu dan waktu memanggang agar tidak terjadi overbake.
sumber: kingarthurbaking.com/is-a-gas-oven-bad-for-bread
versi lengkap: rika.wordpress.com
0 comments:
Post a Comment