Penelitian pada tikus menunjukkan penurunan protein Menin di hipotalamus memicu penuaan sistemik seperti kulit tipis dan massa tulang berkurang. Restorasi protein ini berhasil memperbaiki tanda-tanda tersebut sekaligus meningkatkan performa kognitif dalam waktu tiga puluh hari.
Menin bekerja dengan menekan inflamasi dan menjaga jalur sinyal D-serine yang vital bagi memori. Menariknya, jalur metabolik ini menjelaskan mengapa peradangan otak dapat mempengaruhi kondisi fisik tubuh secara menyeluruh, bukan hanya di dalam kepala.
Konsumsi makanan kaya serine tidak setara dengan suplementasi D-serine eksperimental karena tubuh butuh proses konversi kompleks. Interpretasi temuan ini harus dibatasi pada mekanisme biologis, bukan klaim anti-penuaan instan dari bahan pangan biasa.
sumber: sciencedaily.com/260918000437.htm
versi lengkap: rika.wordpress.com
0 comments:
Post a Comment