Panduan WHO Soal Risiko Kesehatan Pemanis Buatan

, , No Comments

WHO resmi merekomendasikan penghentian penggunaan pemanis buatan untuk pengendalian berat badan karena studi meta-analisis menunjukkan tidak adanya penurunan berat badan jangka panjang pada orang dewasa maupun anak. Data klinis justru mengindikasikan bahwa konsumsi tinggi non-sugar sweeteners dikaitkan dengan risiko naik penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, meskipun tidak ada kaitan signifikan dengan kanker.

Temuan ini memicu perdebatan akademis karena beberapa kohort studi besar yang terlewat dalam analisis awal justru mencatat penurunan risiko mortalitas hingga 4 persen saat minuman manis diganti dengan versi bebas gula. Konteks risiko ini perlu dipahami dengan melihat potensi bias kausalitas terbalik, di mana individu dengan obesitas atau risiko metabolik tinggi cenderung memilih produk diet ini sebagai respons awal, bukan sebaliknya.

Pendekatan paling sehat tetap bertumpu pada penyesuaian preferensi rasa manis secara bertahap sejak dini, dengan memprioritaskan air, kopi, atau teh tanpa gula daripada bergantung pada substansi seperti aspartame atau sukralosa.

sumber: nutritionsource.hsph.harvard.edu

versi lengkap: rika.wordpress.com

0 comments: