buat suami tercinta, makasih yaa... udah dibeliin modem HSDPA. sekaligus dengan langganan internet unlimited-nya. katanya, "enggak ada alasan lagi buat males nulis lagi." selain males masih ada banyak alasan absen nulis. misalnya aja sibuk banyak kerjaan. atau kecapaian. mungkin juga lagi enggak mood. jadi udah punya jalur unlimited kok cuma main fesbuk? ngobrol di YM? hehehe... kan sambil ngumpulin teman-teman lama yang susah jumpa? anyhow, once again thank you so much to my lovely husband...
jakarta, august 21st 2008 (on Maissa 2nd birthday. happy birthday, dear. hope you enjoy the present :-) that we sent)
perlu waktu satu minggu untuk akhirnya bisa memantapkan diri memasak nasi. dulu waktu masih di Jakarta, gue dan hubby sempat berniat ogah makan nasi lagi. biar agak langsingan! hihihi.... tapi kena tulahnya juga. kangen juga makan lokal. secara bosen makan dari mi ke mi. terus pancake atau roti. sushi suka banget. tapi kalau setiap hari, kantong bisa bolong.
siang tadi gue beli panci kecil anti lengket yang dipanaskan dengan listrik di toko korea dekat rumah. udah ngebet banget. sampai enggak enak ati sama yang punya duit :-p soalnya belum gajian (thanks bgt ya Mas, *muah-muah*) begitu sampai rumah, langsung coba bikin tumis sayuran. udah lama gak bau tumisan rasanya perut melilit-lilit minta icip-icip. sambil mempersiapkan tumisannya, gue bikin nasi dulu pake microwave. beras dicuci, dimasukkan ke wadah khusus untuk masak nasi. pasang timer 15 menit, ditinggal numis.
nasinya matang cantik. lumayan enak. walaupun cuma beras diskonan di savemart. trus tumisannya juga udah siap, tinggal dihajar. aduh cuma kurang sambel aja. ada sih sambel thailand merk sriracha hot chili sauce. agak nyesel juga beli, tapi ternyata setelah dinikmati bersama nasi dan sayur ternyata lebih enak dibandingkan saat dimakan dengan mi. emang udah jodohnya kali? terus tadi di juga beli grabyas. lumayan buat gurih-gurih. kata mamak gue, bikin nasi goreng ditaburi grabyas juga enak. besok nyoba aaahhh...
target berikutnya : bikin bakso. target utama : beli terasi terus bikin sambel tomat :-D
hari ini 13 Mei. di tanggal ini biasanya masyarakat Amrik merayakan Hari Ibu. apresasi orang sini ternyata besar sekali. sejak seminggu yang lalu bahkan lebih, semua berlomba-lomba menawarkan berbagai hadiah untuk Ibu tercinta di rumah. dari supermarket, berbagai departemen store besar maupun kecil, provider telepon selular, mobil, sampai furnitur menawarkan berbagai barang yang bisa dijadikan hadiah untuk wanita dalam hal ini: ibu. sampai-sampai gue merasa kalau anak-anak dan para pria bisa-bisa dicap enggak sayang ibu atau sayang istri kalau sampai melupakan hari ini. bahkan kalau bisa diekspresikan dengan memberikan sekadar hadiah.
siang tadi di laundry room tempat tinggal gue, sambil nungguin masakan gue mateng (btw di kontrakan gue enggak ada microwave-nya dan belum punya stove) ada seorang ibu menyapa gue dengan ramah. mukanya kusut banget, she looks tired. tiba-tiba uang recehannya terlepas dari genggamannya. "Oh my God. Today is Mother's Day and I have doing my laundry. My son don't want do his laundry for me. Friday is his birthday, I gave him everything but today he's no respect to me. I just asking him to do his own laundry, but what I got, he leave his laundry away. I have go to work, but I'm so tired. This laundry take so much my time. OK, see ya, bye-bye."
gue enggak bisa ngomong apa-apa selain say hello and goodbye - have a good day for today. I'm speechless. tercenung. setelah melihat pengorbanan seorang ibu. mungkin dia juga bukan yang ibu terbaik sedunia, but she's doing the best that she can do for her family. dia hanya membutuhkan pengakuan. keberadaan dirinya tak hanya sekadar mesin pembuat uang, mesin penghidang makanan, atau mesin cuci yang selalu siap dengan kemampuan memberikan pakaian bersih semata. seorang ibu yang hanya menginginkan eksistensi dirinya di mata keluarganya.
gue cuma bisa memandangi punggung ibu tadi menjauh dari mata. bergerak melesat menyeberangi jalanan El Camino Real yang hari itu sedang merayakan Mother's Day. terlihat ia masih sangat kesal, hingga ia pun tak peduli larangan menyeberang jalan sembarangan. di seberang jalan ada sebuah mobil berjualan buket bunga dan balon 'Happy Mother's Day'.
Minggu, 13 Mei 2007 jadi kangen sama Ibuku. kemarin hari Sabtu aku nelpon, katanya asam uratnya kambuh. cepat sembuh ya, Bu. Happy Mother's Day!
Yups. Today is H-7. 7 more days. Hope all will go well...
Republika, Minggu, 14 Mei 2006 Sri Sintawati, Rika Eridani dan Haryanti Tiga Kawan Hadirkan PodjokCokelat
Dengan kreativitas, sisa uang belanja bulanan pun ternyata bisa menjadi modal usaha. Hasilnya, kini sebuah usaha yang terus berkembang. Inilah yang dilakoni Sri Sintawati, Rika Eridani, dan Intan pada 2002. Ketika itu, ketiganya telah mundur dari kantor tempat mereka bekerja.
Bermodalkan sisa uang belanja bulanan dari suami, ketiga orang ini berhasil menggabungkan modal sebesar Rp 700.000. ''Kami bertiga ingin punya usaha,'' ujar Sri Sintawati yang akrab disapa Sinta ini.
Dengan modal awal ini, ketiganya memang selama ini punya hobi sama yakni dalam pembuatan berbagai macam kue. Mereka pun sepakat untuk hanya fokus pada usaha dalam pembuatan kue cokelat.
''Idenya, agar kami lebih fokus. Agak takut juga untuk memulainya, tapi kapan lagi,'' kata Sinta yang diiyakan Rika Eridani. Jadilah waktu itu, Sinta, Rika, dan Intan membuat kue dengan bereksperimen berbagai rasa cokelat dengan nama usaha PodjokCoklat.
''Nama Podjokcoklat itu karena enak didengar saja,'' tegas Sinta. Podjokcoklat memang baru membuka workshop di rumah Sinta di Sunter Jaya, Jakarta Utara. Dengan hanya memiliki ilmu dalam pembuatan kue-kue coklat, mereka berbekal nekad, menawarkan cokelat kepada teman-teman se-arisan. Mendapat tanggapan positif, mereka semakin percaya diri dan memberanikan menjual produk mereka melalui bazaar sekolah.
''Sudah cukup kenyang pengalaman mengikuti berbagai bazaar. dari kehabisan produk sampai enggak laku sama sekali juga pernah,'' kenang Sinta. Tahun berganti, kepemilikan juga berubah. Intan mengundurkan diri karena kesibukkan mengurus keluarga. Akhirnya Sinta dan Rika menggandeng temannya yang lain yakni Haryanti, lajang yang piawai mengubah tepung menjadi sajian cake nan nikmat. Jadi sejak saat itu PodjokCoklat tidak hanya memproduksi cokelat saja. mulai dari berbagai kue kering, cake potong, kue ulang tahun hingga kue pengantin.
''Kami berharap akan makin maju dan menjadi bervariasi dalam menjual produk PodjokCoklat. Memang sudah banyak toko-toko lain yang menjual produk cokelat dan aneka cake, tapi kami optimis bisa turut meramaikan bisnis ini. Karena selama ini kami memiliki keunggulan berupa semua produk kami tidak mempergunakan bahan pengawet dan disiapkan sesuai pesanan. Tidak ada produk lama yang dijual,'' tutur Sinta, yang berpendidikan sarjana Jur Antropologi, Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.
Memanfaatkan dunia maya Tak cukup dengan bazaar, para suami yang sangat mendukung usaha ketiganya mengusulkan untuk menjual produk PodjokCoklat lewat dunia maya alias Internet. Dengan modal web hosting gratis, meluncurlah situs www.podjokcoklat.com.
''Jadi selain berjualan lewat bazaar, kami mencoba memperkenalkan produk lewat internet. Agak sulit juga, karena belum semua melek Internet, tapi lumayan juga karena kami juga mempromosikan melalui milis-milis dan sms kepada teman-teman,'' jelas Rika, yang juga berlatarbelakang pendidikan sama dengan Sinta ini.
Lewat internet pula mengalirlah order cokelat praline, mulai dari souvenir pernikahan, souvenir ulang tahun perusahaan, hingga melayani kebutuhan launching produk dan business gift berbagai perusahaan besar di Jakarta. ''Pesanan lewat internet cukup lumayan lho,'' ujar Sinta yang merahasiakan omset dan asset yang dimiliki sekarang. ''Pokoknya ada, deh,'' tambah Sinta.
Lebih lanjut dikatakan Sinta, untuk menunjang layanan penjualan lewat internet, PodjokCoklat menyediakan jasa delivery. ''Tak hanya melayani pembeli dari Jabotabek saja. Paling jauh delivery kami sampai ke Bandung. Sebenarnya ada pemesan dari luar kota, kendalanya adalah pada pengiriman barang,'' papar Yanti.
Yanti melanjutkan, ''Kalau sekadar dibawa untuk oleh-oleh sih, tidak ada masalah. Tapi kalau dikirim lewat jasa pengiriman, kami belum berani, karena sifat cokelat yang rentan,'' tambah Yanti yang yakin prospek usaha PodjoCoklat ini dengan pemasaran melalui Internet, dan melalui sms HP akan dapat berembang.
Harga yang ditawarkan untuk produk ini adalah mulai dari Rp 1.000. Saat ini kata Yanti PodjokCoklat dengan hot item adalah chocolate tree. Bentuknya berupa rangkaian mawar segar ditambah rangkaian mawar yang terbuat dari cokelat. Harganya Rp 200.000, belum termasuk ongkos kirim. ''Cake favorit di PodjokCoklat adalah cake tapai, Blueberry Cream Cake dan Black Forest. Harganya berkisar Rp 35.000 per loyang hingga Rp. 500.000 untuk kue ulang tahun,'' terang Yanti.
Diungkapkan Yanti, kualitas produk kami sangat terjaga yakni coklat asli yang tidak dicampur bahan pengawet, tanpa gula tambahan, tidak menyebabkan batuk, coklat asli, rasa coklat asli, warna berkilau, hand made dan dibuat untuk pesanan.
Berbagai macam rasa dan isian coklat, lanjut Yanti antara lain almond, kopi, cappucino, kacang mede, kelapa, moka, peppermint, tutti-fruitty, honey and caramel, dan choco ganache. Dengan berjalannya usaha PodjokCoklat ini sekarang ketiganya hanya sebagai quality control saja. ''Selama ini kami hanya dibantu oleh dua pegawai tetap. Sekarang karyawan ada empat orang. Tapi pada saat peak season (ramai pesanan, red) kami mempergunakan tenaga tambahan. Biasanya bisa mencapai empat orang, tenaga tambahan ini adalah tetangga sekitar saja,'' terang Sinta. Peak season biasanya pada saat menjelang Lebaran, Natal dan Valentine.
Selanjutnya, ungkap Sinta banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi. ''Setiap usaha pasti ada tantangan dan hambatannya. Tantangan dan hambatan itu jangan dipikir. Kalau mau mulai, saat ini juga. Jangan nanti-nanti,'' tambah Sinta yang mengaku tantangan dan hambatan yang dihadapi adalah banyak pesaing serta bagaimana harus menciptakan produk yang kreatif dan inovatif. Dukungan suami diakui amat berperan bagi ketiga wanita ini. Salah satu alasannya karena usaha yang dijalankan tidak banyak memakan waktu di luar rumah.
''Kerja di rumah membuat kami tidak ada kesulitan dalam membagi waktu untuk keluarga,'' ujar Sinta. ''Karena produk kami banyak berdasarkan pesanan hal itu juga tidak membuat banyak menyita waktu,'' tambah Rika dan Yanti. ''Ini bisa membuat kami tidak sempat beristirahat. tapi setelah hari-H biasanya sudah santai, dan kami membayar hutang tidur atau jalan-jalan bersama keluarga. Berkat dukungan keluarga pula, PodjokCoklat masih bertahan hingga kini,'' tutur Sinta.
Profil Nama Usaha : PodjokCoklat Alamat: Jl. Sunter Jaya III Blok A6 no 22 Kompleks DEPKES Sunter Jaya Jakarta Utara 14350 Web sites : www.podjokcoklat.com E-mail : sales@podjokcoklat.com Telepon : 701-895-35/ 701-895-40/ 709-195-35 (ruz )
mengejar dirimu takkan ada habisnya membuat diriku menggila bila hati ini menjatuhkan pilihan apapun akan kulewati
hari ini sayang sangat penting bagiku kau jawaban yang aku cari kisah hari ini kan kubagi denganmu dengarlah sayang kali ini permintaanku padamu
reff: dengarlah sayangku aku mohon kau menikah denganku ya... hiduplah denganku berbagi kisah hidup berdua
cincin ini sayang terukirkan namamu begitu juga di hatiku
hujan warna-warni kata orang tak mungkin namun itu mungkin bagiku sebagai tanda cintaku
dinyanyikan dan ditulis oleh : Glenn Fredly
setiap kali gue dengar lagu ini, rasanya dada gue berdesir. jantung memompa darah lebih kencang dari biasanya, dan langsung di distribusikan ke seluruh nadi di tubuh gue. terasa hangat dan adrenalin menguasai otak gue. macam kita naik roller coaster, deh. keringat dingin juga membasahi telapak tangan, diikuti detak jantung yang cepat. begitu lagu ini berakhir, tubuh gue akhirnya mendingin dan merinding. hiii... perasaan ini gue rasakan waktu itu di saat selesai nonton film Cinta Silver yang soundtrack-nya lagu ini. sore hari menjelang senja, gue keluar dari gedung Mitra 21 Surabaya. sendirian. dan lagu milik Glenn ini terngiang di kepala gue selama seminggu penuh.
walaupun pakai berdebar-debar dan merinding, akumulasi dari ketegangan tubuh gue adalah rasa setitik bahagia. padahal jelas-jelas saat itu gue sendiri, tidak memiliki hubungan yang mengharuskan gue menginginkan ikatan perkawinan. tidak pula sehabis atau menjelang dilamar. sama sekali enggak. gue juga enggak punya pengalaman pernah dilamar dengan suasana lagu se romantis Kisah Romantis itu. belum pernah.
sewaktu masih remaja dulu, gue pernah memimpikan ada cowok yang melamar gue untuk jadi istrinya dengan cara yang romantis. menurut ukuran gue saat itu tentunya. si cowok berlutut di depan gue, sambil memberikan seikat bunga warna mawar merah, dan sebentuk cincin (boleh pake berlian, emas aja, emas putih atau platina). sambil menanyakan "will you marry me" di tengah fancy restaurant dengan iringan biola melagukan nyanyian cinta. semua orang memandang iri ke arah gue, tentunya, sambil bertepuk tangan memberikan semangat. itu duluuuu....
sekarang setelah dewasa, acara lamar-melamar terasa biasa aja. ada yang berupa rayuan, "I'm still dreaming about us. Our child will be just like me, with my curly hair and your beautiful eyes. Please stay with me, forever. I can't marry you right now, but I guess we can living together before we get marry." Gosh, hell, NO! itu jawaban gue. suasananya juga enggak romantis, cuma di taman belakang rumah. sambil mandiin anjing.
terus ada yang ngasih hadiah perhiasan emas, sambil berkata, "Semoga Adik panjang umur, cepat lulus, terus kerja. Aku belikan ini, (sambil memakaikan benda tsb) untuk menunjukkan aku serius sama Adik." terus di minggu berikutnya, si dia berkata, "Adik percaya kan kalau perhiasan yang aku belikan ini asli? Adik enggak perlu cek ke toko emas." uhh... bikin ilfil aja! untung enggak jadi serius. belum kawin aja udah enggak percaya.
ada yang mencoba meyakinkan tapi malah enggak bikin yakin, "kalau kita udah di tingkat 3, aku yakin banget sama kamu. kita bakalan nikah. biar kamu percaya dan enggak akan ninggalin aku, nanti aku akan kasih persekot sama kamu duluan," hah?! maksud lo??? catatan: persekot di sini maksudnya diperawanin duluan sebelum nikah. ah gila juga ni bocah.
ada juga yang sok romantis, telepon SLJJ malam-malam pakai fasilitas Kantor ke hotel tempat gue nginap di Surabaya, "aku sayang sama kamu. tanpa kamu ngomong aku juga tahu kamu sayang sama aku. walau Ibu kamu menentang hubungan kita, aku pikir kita bisa bersama. kamu berani kawin lari sama aku, kan? kita bisa nikah di Bali. bulan depan ada rencana liputan di Bali. kamu bisa nyusul, terus kita nikah. nanti setelah kembali ke Jakarta kamu tetap kerja seperti biasa, pulang ke rumah kamu. kita belum bisa bareng, hingga waktunya siap, kita ngomong sama orang tua kamu." ini yang cupu siapa?
atau yang satu ini lebih unik dan suprisingly, "mmm... aku dapat tawaran kerja di Amerika. aku harus ngisi formulir-formulir ini untuk kelengkapan visa. salah satunya ada kolom spouse. aku pengen ngisi dengan namamu. kamu mau enggak? kalau mau, kita nikah 3 bulan lagi, ya? November. masih bagus, kan, bulannya? kamu tanda tangan di sini. aku tulis namamu, ya?" praktis dan teknis banget.
lantas, di antara pejantan-pejantan tadi, siapa yang gue pilih? ada. cuma satu, dan satu-satunya, demi pernikahan satu kali dan hidup sekali di dunia fana ini.
7 April 2006
Dadaku berdentam-dentam. Merasakan dirinya padaku. Inikah rasanya?
11 Januari 2006
-----------------------------------
Dari sepotong pesan pendek ucapan panjang umur Jadi tak berkesudahan Tak pernah selesai Menjadi janji jumpa
13 Januari 2006
-------------------------------
Janji jumpa terlaksana. Sebuah kisah tanpa tepi terjalin. Tak peduli pantaskah diriku untuknya. Angin sore menerbangkan mimpi-mimpi. Mencari kesempatan jumpa.
4 April 2006
--------------------------------------
Halus rambutmu usap pipiku. Temu pandang penuh rayu. Dentam dadaku tak henti usik nurani. Membuatku ingin usir dirimu. Jauh menjauh bayangmu gegas enyah dari hadapku. Paras manismu tak henti hantuiku. Senyum godamu buatku terbangun dari lelap malam. Wahai angin usir wajah indah itu dari malamku.
4 April 2006
------------------------------------------
Hai hatiku, hati-bekas-remuk redam-yang-kini-sudah-sembuh-namun-nyaris-berkeping-lagi. Aku bertanya kepadamu, hatiku. Tak bisakah hati, menahan rasamu? Tak dapatkah hati, gentar dari goda? Tak sakitkah hati, jatuh kecewa karena kasih tak sampai?
4 April 2006
All poems inspired from heart, broken wings, love stories, and friends.