Tangis di nada suaramu, membuatku ingin meledak
Hampa di pelukmu, membuatku ingin merengkuhmu
Aku tahu, aku cinta kamu
Rumah Sinta, Sunter Jaya, 8 Oktober 2005
This one also for @rie
Inspired (again) her dalphin
Bayangmu hantui malamku
Bayangmu cumbui nafasku
Bayangmu menghentak sukmaku
Mengajak nikmati tepian
Detak jantungku tak beratur kenang kerling nakal narasimu
Bilakah enyah dari pikirku?
Story about friend’s love affair.
Sudah 2 minggu belakangan ini klakson mobil tercinta mogok total. Sebelumnya klakson ini masih bisa bersuara, tapi bunyinya tergantung mood si Merah. Mood? Iya, mood. Macem kita ajalah manusia. Kalau menurut si Merah pengen bunyi, ya tanpa usaha mencet klason keras-keras, pasti bisa berbunyi dengan mulus seakan engak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Biasanya mood begini timbul pada saat memang aku memerlukan suara klakson. Misalnya ada motor nyaris nyerempet atau ada orang nyeberang sembarangan. Nah, mood bunyi klakson ini enggak akan timbul pada keadaan ‘biasa-biasa aja’, misalnya terjebak di belakang mikrolet/ metromini yang sedang ngetem cari penumpang, atau lagi kebut-kebutan dan nyuruh minggir mobil lain yang dianggap nutupin jalan.
Karena 2 minggu lalu si Merah harus check 35.000, otomatis dia diperiksa seluruh fisik. Salah satu yang aku komplain ke bengkel adalah kesulitan dengan klakson yang acuh-acuh butuh ini. Periksa punya periksa, waktu untuk service mesin enggak selama nge-check kesehatan si klakson. Akhirnya pihak bengkel angkat tangan dan mengusulkan untuk klaim horn si Merah sebagai barang cacat produksi. “Tapi harus nunggu sekitar 2 mingguan, ya Mbak. Ini enggak bener, harus diganti yang baru dan Mbak enggak perlu bayar, ini kesalahan pabrik,” ujar Mas Faturrochman dari bengkel Asco Bekasi Timur. Iya deh, ketimbang enggak bisa pakai klakson saat sedang memang dibutuhkan, ngalah aja deh.
Keluar dari bengkel, klakson masih bisa bunyi, tapi masuk
p.s.: btw, kabar klaksonku kok belum ada ya? Padahal janjinya 2 minggu. Hiks… L
Harum Dana Sekuritas, Menteng Raya 62, 8 Oktober 2005
Kamar cpkpth, 15 September 2005.
Lagu-lagunya Peter Pan memang sungguh dahsyat.
Isinya tentang kekecewaan terhadap cinta yang terkhianati. Rasa sakitnya dinyatakan dengan indah. Melankolik. Getir. No bright future about love. Don’t trust to love. Love is pain. Menyayat hati.
Kamar cpkpth, 14 September 2005.
Dapatkan resep, cerita rasa, dan tempat makan favorit terbaru dari Rika langsung di pembaca RSS-mu.
Langganan via RSSCopyright © 2026 rasa/rika — Rika Eridani
Foto header: Tugu Yogyakarta — CEphoto, Uwe Aranas / CC BY-SA 3.0