Menikmati Jalan-Jalan Sendirian di Pusat Perbelanjaan Jakarta


hari ini gue sudah mulai beraktivitas. masih sekeliling rumah aja sih. melakukan hal-hal yang minggu lalu belum bisa gue lakukan. bayar listrik, ke satelindo, ke bank, belanja bahan buat bikin coklat, dan... JALAN-JALAN KE MOL.

apa sih sebenarnya hakekat jalan ke mol? sekadar window shopping atau memang ada keperluan membeli sesuatu? terus terang, ke mol (mana aja) dari duluuuu sampai sekarang tetap menyenangkan. padahal yang didatangi akhirnya hanya mol atau pusat perbelanjaan yang itu-itu aja. soalnya pertumbuhan mol dan kekerapan mengunjungi mol sak Jakarta pertambahannya enggak sesuai deret ukur. :-p
window shopping? ya. tapi kalau sekadar untuk dilihat dan melihat macam abg di Plaza Senayan atau Cilandak Town Square sih enggak deh au. jadi kebutuhan nge-mol buat gue window shopping sekaligus shopping sekalian. walaupun kadang yang dibeli juga sekadar barang tak berguna atau sekantong buah-buahan. yang ajaib, kenikmatan ngider di mol ini bukan jalan-jalan sak rombongan ibu-ibu atau suami. gue suka banget ke mol di hari biasa siang atau sore hari, sendirian. ya, sendiri aja. beda lagi kalau jalan ke pusat perbelanjaan dengan suami. kami lebih menyebut sebagai eksplorasi berkursi roda di berbagai pusat perbelanjaan jakarta. jadi, kita cari tahu di mol mana yang 'tidak mengijinkan' pekursi roda menikmati mol-nya, dan pusat belanja mana yang 'welcome' betul dengan kaum difabel.

seperti siang tadi, sebenarnya alasan gue ke mol karena membelikan titipan teman. kebetulan barang yang diinginkan enggak ada di tempat perbelanjaan di sekitar ia tinggal. alasan kedua, karena sekalian parkir untuk bayar listrik. alasan lainnya, udah seminggu lebih enggak lihat mol. what a stupid reason, huh?

setelah di mol, gue baru merancang kebutuhan yang harus gue jalani. yang pasti: beliin titipan sinta, beli buah, nge-check vcd indonesia terbaru untuk dikoleksi, mau potong rambut (karena rambut gue abis sakit rontok berat dan mulai kepanasan karena sudah terlalu panjang) dan lihat-lihat aja. setelah selesai melakukan hal-hal pokok tadi, akhirnya beli majalah dan makan siang. terus pulang.

gitu aja? hehehe, i'm happy enough with that. mungkin gue seneng ke mol karena bau mol yang khas dan masing-masing berbeda satu sama lain? walahualam, biarkan jadi misteri.

hidup mol!

Foto: pexels.com

Pengalaman Pertama Naik Omprengan dari Bekasi ke Jakarta


OMPRENGAN

hari ini gue ikut suami yang sehari-hari mempergunakan omprengan untuk bisa sampai ke tempat kerjanya. ini adalah kali pertama gue menjajal kendaraan omprengan ini. asyik banget! sampai Jakarta tanpa nyetir sendiri!

FYI aja, kendaraan omprengan dari Bekasi - yang mangkal di dekat perumahan Galaksi - menuju Jakarta ini, melayani beberapa jurusan. salah satunya yang kami tumpangi, Blok M, lalu ada yang arah Jl. Thamrin, Grogol dan Kuningan. kebetulan pagi ini kami ikut di mobil Pak Azril(?), yang sehari-hari bekerja di Kejaksaan Agung, di Jl. Sisingamangaraja.

tarif sekali naik angkutan alternatif ini adalah Rp. 3.500. mahal? enggak juga. soalnya kita tak harus berdiri sampai di tempat tujuan, bisa duduk tenang di mobil pribadi. soal nyaman atau enggak itu relatif. kalau untung, kita bisa naik kendaraan pribadi yang ber-AC dan fully music. agak apes kalau dapat mobil yang berangin cuma-cuma. tapi lebih sial lagi kalau si pengangkut memaksakan kita para penumpang berdesak-desakan dalam sebuah kijang long tahun 90-an, depan 2 orang (3 orang termasuk sopir), tengah 4, belakang 6. itu rajanya sial, ditambah lagi enggak ada AC plus jalanan macet, sedangkan bos udah menelepon berkali-kali mengingatkan meeting dengan klien tinggal 15 menit lagi.

yang sedap ya pagi ini. kebetulan kami bisa menumpang di kijang Pak Azril yang dipenuhi penumpang in a normal way. depan 1 (2 dengan sopir), tengah 3, belakang 4. hehehe.... biarpun enggak pakai AC, tapi semilir angin melewati jendela dengan ramah menjamah kami. masih ditambah pula jalanan absolutely enggak macet! (tumben banget, deh. biasanya kalau Senin pagi bisa-bisa sampai di pintu tol Halim Cawang memakan waktu satu sampai satu setengah jam dari pintu masuk tol Jatibening) kalau lagi ketiban hoki seperti hari ini sih bisa 15 menit doang! "ini rejeki kamu, karena pertama ngompreng," goda suami gue.

karakteristik penumpang omprengan adalah pekerja kantoran, mahasiswa atau ibu-ibu (macem gue) yang mau ngeluyur ke Jakarta. kegiatan terbesar yang dilakukan para penumpang dalam perjalanan sebanyak 90% adalah TIDUR! sisanya ngobrol atau melamun.

lucunya para sopir yang menjajakan alternatif transport para suburban ini ada yang sekadar nambahin penumpang di mobilnya untuk menuju 3 in 1, ada juga yang sekalian jalan menuju kantor macam pak Azril ini, dan sebagian besar adalah profesi! untuk menjalankan bisnis ini mereka tidak sendirian. untuk pengaturan 'lalu lintas' dipercayakan kepada beberapa orang yang dijadikan timer. biasanya timer ini memungut bayaran Rp. 3000 sekali angkut. gue dan suami pernah memanfaatkan bisnis ini untuk memasuki kawasan 3 in 1. berhubung mobil kami sangat mungil, kami hanya tega mengangkut 3 orang saja dalam mobil kami. lama-lama kok enggak tega, belakangan kami hanya mengambil penumpang secukupnya, 1 orang saja! dan tidak kami pungut biaya sama sekali. sang timer mah, tetap kami bayar, dia mana ngurus penumpang mau bayar berapa. soalnya niat kami hanya mencari teman untuk menembus kawasan 3 in 1.masih mending daripada bayar 4000(!) untuk joki. that's right. ada beberapa joki yang gak mau kalo 'cuma' dikasih 3000.

pengalaman naik omprengan pagi ini, rasanya membuka mata gue bahwa omprengan bisa jadi alternatif untuk membantu mengatasi kemacetan. kalau gue bawa mobil sendiri setidaknya kan menambahi kesesakan jalanan berebut dari bottleneck pintu masuk tol Jatibening menuju jalan bebas hambatan namun macet.

yang jelas hari ini gue seneng banget naik omprengan dan gue belum kapok untuk naik lagi dan naik lagi.

Foto: pexels.com



rekor baru! enggak nyetir selama 8 hari!!!! biasanya tiada hari tanpa nyetir. rasanya gatel kalo enggak duduk di belakang kemudi. minimal ngedrop suami.
Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Pancaroba


hello world!
di hari ke-3 setelah tumbangnya gue, akhirnya bisa juga gue sapa dunia yang indah ini (walau ada perang dan wabah SARS).

pesan gue: banyak makan sayur, jangan kebanyakan jajan, dan konsumsi suplemen kesehatan jika perlu, untuk menghadapi cuaca pancaroba saat ini. itung-itung ikut mencekal virus SARS yang berkeliaran.

keep healthy!

Foto: pexels.com

Membuat Permen Coklat untuk Pameran TK Percik


hari ini bikin chocolate candy lumayan banyak. sekitar sekiloan. besok diterusin di rumah Sinta. mau kita pamerin di acaranya anak-anak TK Percik hari Sabtu nanti. iseng aja, kali aja ada yang suka...
coklat itu enak, tapi gue enggak terlalu suka makan coklat. bukan masalah takut gemuk, karena menurut penelitian enggak apa makan coklat asal sesuai dosis. cuma enggak suka aja.
yang gue suka dari bikin chocolate candy adalah : MELATIH KESABARAN. kalau bikinnya buru-buru dan pikirannya kemana-mana, permennya pasti jelek, menggumpal.
dengan sedikit memberikan kesabaran, membuat warna coklatnya menjadi berkilauan dan indah.

Foto: pexels.com

Nostalgia Malam, Kenangan Liputan, dan Lagu KLa Project


just met with an old friend. sharing old memories. inget jaman pulang liputan malam-malam, sambil stress release sepanjang perjalanan nyanyi-nyanyi lagu-lagunya KLa Project. melewati Taman Lawang dengan jajaran etalase bencong-bencong nan mulus.
kangen, euy!

Foto: pexels.com

Solidaritas untuk Warga Irak di Tengah Ancaman Perang


hi, world.
mungkin hari ini bukan saatnya bersuka ria.
karena ada banyak orang yang tinggal di Irak sedang panik dan kebingungan.
saat ini kita hanya bisa berdoa.
bisa-bisa besok, lusa, 2 minggu, 3 bulan, atau tahun depan giliran kita.

SAY NO TO WAR!

Foto: commons.wikimedia.org