
Di deretan meja pasar yang mulai dihinggapi udara dingin, labu butternut selalu menyambut kita dengan rona jingga hangat dan janji rasa manis yang tak pernah mengecewakan. Tim kuliner Bon Appétit rupanya punya cara cemerlang untuk mengangkat si labu yang rendah hati ini menjadi bintang utama di meja makan, baik untuk perjamuan liburan maupun makan malam yang hangat di tengah pekan. Bukankah selalu menyenangkan saat kita menemukan resep sayuran yang punya karakter kuat dan tahu betul bagaimana cara mencuri perhatian? Mereka meracik sebuah paduan cerdas yang memadukan lemak kaya rasa dan sentuhan gurih tajam, menciptakan sajian yang sulit untuk dilupakan begitu saja.
Langkah awalnya dimulai dengan memanaskan oven hingga suhu dua ratus belas derajat Celsius, memastikan kita mendapatkan hasil panggangan dengan permukaan yang kecokelatan sempurna. Kita cukup menyiapkan sebuah labu butternut berukuran sedang seberat tiga pon, mengupasnya, membelahnya, dan membuang bijinya sebelum memotong labu menjadi potongan-potongan tak beraturan berukuran dua inci. Memotongnya dengan sudut-sudut yang tajam dan kasar ternyata bukan tanpa alasan, lho; bagian-bagian yang tidak rata itu akan menangkap panas lebih cepat dan berubah menjadi renyah serta kecokelatan dengan indahnya. Potongan-potongan labu ini kemudian diaduk langsung di atas loyang besar bersama tiga sendok makan minyak zaitun extra-virgin, dua sendok teh biji adas yang sedikit ditumbuk untuk memberikan kehangatan aromatik yang lembut, garam kosher, serta satu sendok teh serpihan cabai merah kering yang memberikan sedikit sengatan hangat di lidah.
Sambil membiarkan labu memanggang perlahan di bagian bawah oven selama tiga puluh hingga tiga puluh lima menit sampai empuk dan kecokelatan, kita bisa mulai menyiapkan mahkota kelezatan dari hidangan ini. Cukup masak enam ons bacon tebal yang telah dipotong selebar satu inci dalam wajan sedang dengan api sedang, sampai warnanya berubah kecokelatan dan renyah. Angkat bacon menggunakan sendok berlubang, lalu kecilkan api untuk membiarkan keajaiban yang sesungguhnya terjadi di dalam wajan yang sama. Dengan mencampurkan satu cangkir kacang pecan mentah dan empat sendok makan mentega tawar, kita sedang merintis dasar saus mentega kecokelatan yang harum; kacang akan terpanggang dan mentega akan mengembangkan aroma kacang yang begitu menggoda selama enam hingga delapan menit.
Siapa yang sanggup menolak keajaiban indrawi saat mentega berubah warna menjadi keemasan dan memenuhi seluruh dapur dengan aroma panggangannya yang khas? Setelah mengangkat wajan dari api, kita cukup memasukkan tiga siung bawang putih yang dicincang halus untuk mengurangi rasa tajam mentahnya, disusul oleh bacon renyah tadi, parutan kulit dan air perasan satu buah lemon segar, tiga tangkai sage, dan dua sendok makan cuka balsamic. Saus siraman ini benar-benar mengenai setiap sasaran rasa yang kita dambakan, menyeimbangkan gurihnya mentega kecokelatan dan asamnya balsamic dengan sentuhan segar jeruk nipis yang menjadi penyeimbang sempurna bagi rasa manis alami labu panggang.
Bagian paling menyenangkan dari resep ini adalah betapa ramahnya ia pada jadwal kita yang padat, karena labu ternyata bisa dipanggang beberapa jam sebelumnya dan saus siramannya tinggal diracik begitu waktu makan tiba. Ketika kita menyiramkan campuran pecan dan bacon yang hangat, renyah, serta gurih di atas labu yang lembut, setiap suapan mendadak berubah menjadi paduan tekstur dan rasa yang meriah. Kita tentu berharap resep ini bisa segera dicoba di jamuan makan berikutnya, dan jangan lupa ceritakan pada kita bagaimana harumnya dapur ketika mentega kecokelatan itu mulai beraksi!
sumber: bonappetit.com/buttered-nut-squash
juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com
Foto: Bon Appetit
0 comments:
Post a Comment