
Selang air di kebun biasanya sudah digulung rapi dan disimpan di dalam gudang begitu panen musim gugur terakhir selesai, meninggalkan tanah yang telanjang dan beristirahat setelah musim tanam yang panjang. Daripada membiarkan bedeng-bedeng tanah kosong begitu saja atau sekadar menutupinya dengan jerami dan serpihan kayu, banyak pekebun kini melirik cara yang jauh lebih hijau untuk membantu bumi mengembalikan kekuatannya demi musim depan. Menanam tanaman penutup tanah tepat setelah panen rampung adalah cara cerdas untuk memberi nutrisi pada tanah yang kehabisan tenaga, dan menggunakan tanaman yang bisa dimakan seperti kale berarti kita tetap bisa menikmati hasil panennya sementara tanaman tersebut bekerja di dalam tanah.
Kale termasuk dalam keluarga daun lebar yang sangat pas untuk peran ganda ini karena pertumbuhannya cepat dan sungguh menyukai dekapan sejuk musim gugur serta musim dingin. Berbagai varietas seperti Winterbor, Red Russian, Dwarf Siberian, dan Tuscan Rainbow terbukti cukup tangguh menghadapi cuaca dingin, menghasilkan daun-daun segar nan lembut sekitar lima minggu setelah ditanam, atau bahkan bertahan melewati ibun beku yang parah untuk menyuplai sayuran hijau sepanjang bulan-bulan musim dingin. Tidakkah menyenangkan bisa meracik salad kale Tuscan dan kranberi yang segar untuk mencerahkan sore yang dingin, sembari tahu bahwa tanaman di halaman kita juga sedang menjaga tanah tetap hangat?
Agar cara ini berhasil tanpa kehilangan manfaat utamanya untuk kebun, aturan emasnya adalah hanya memanen sekitar sepertiga dari bagian tanaman saja, sementara sisanya dibiarkan untuk melindungi tanah dari gulma nakal dan memperbaiki kesuburan. Menaburkan benihnya sangatlah mudah begitu sisa-sisa tanaman lama dibersihkan dan tanahnya digaru perlahan. Cukup taburkan sekitar satu hingga dua ons benih per seratus kaki persegi dengan tangan, tutup sesuai kedalaman yang tertera pada kemasan, dan pastikan tanah tetap disiram jika hujan musim gugur sedang malas turun. Tanpa sadar, daun-daun hijau yang semarak akan segera bermunculan di tempat yang tadinya hanya berupa tanah kosong.
Saat hawa dingin musim dingin mulai memudar dan musim semi bersiap tiba, perjalanan si hijau yang rajin ini mencapai akhir alaminya tepat di tempat ia bermula. Kita bisa memotong, mencangkul, atau membenamkan tanaman kale ini langsung ke dalam tanah sebagai pupuk hijau, yang akan memperkaya bumi dengan bahan organik berharga guna memperbaiki struktur sekaligus kesuburan sebelum penanaman musim semi yang baru dimulai. Ingat saja untuk memotong dan mencangkul semuanya sebelum tanaman tersebut berbunga, kalau tidak, kita justru akan mendapati bibit-bibit liar yang tidak diinginkan alih-alih tanah yang subur bernutrisi.
Kalau kita ingin mencoba variasi lain, kale juga bisa dipadukan dengan tanaman musim dingin lain seperti sesawi, arugula, atau umbi-umbian yang membantu menggemburkan tanah padat, atau tanaman penambat nitrogen seperti bunga kacang fava yang kelungnya cantik dan juga bisa dimakan. Menanam tanaman penutup tanah yang bisa dimakan di pekarangan sendiri tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan bukan? Sambil menikmati secangkir teh hangat minggu ini, mari kita bayangkan hijaunya kebun kita ke depan.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment