
Daging roast beef lembut yang terselip di dalam roti lapis New England siap meneteskan kuah gurihnya ke pergelangan tangan begitu kita menggigitnya dari keranjang beralaskan kertas. Kelezatan yang satu ini memang punya daya tarik tersendiri, meskipun rasanya cukup unik karena bahan-bahannya sebenarnya tidak berakar dari tanah New England sana. Berbeda dengan sup kerang clam chowder yang kental atau kacang panggang manis beraroma molase, tidak ada alasan geografis khusus kenapa roast beef bisa begitu melekat di sudut peta ini. Namun, saat kedai-kedai roast beef mulai menjamur di era lima puluhan dan enam puluhan, sebuah bumbu spesial dari Virginia justru datang dan sukses mencuri hati lidah warga lokal.
Penyebab kelezatan ikonis ini ternyata adalah saus botolan bernama James River Barbecue Sauce, buatan Smithfield Packaged Meat Corp. yang diracik dekat Sungai James. Siapa sangka saus yang merantau ke utara ini malah menjadi jodoh sejati bagi daging sapi khas North Shore? Rasanya tentu jauh berbeda jika kita asal menyiramkan saus gaya Kansas City yang pekat dan justru akan menenggelamkan rasa dagingnya. James River punya kekentalan yang pas untuk membalut setiap lapis daging empuk tanpa merebut panggung utamanya. Karakter rasanya ringan dan segar dengan sentuhan asam yang pas, mirip seperti sengatan lobak pedas horseradish untuk mengimbangi gurihnya daging, atau mungkin mirip saudara dekat dari saus Arby yang sudah kita kenal.
Kalau kita memesan sandwich ini dengan cara tradisional di kedai lokal, kita cukup meminta pesanan dengan sebutan "three way". Artinya, sandwich akan bertumpuk keju putih Amerika, olesan mayones yang royal, serta lumuran saus barbekyu James River yang tersimpan rapi di dalam roti gulung bawang yang lembut. Bahkan Kellys Roast Beef yang legendaris, tempat yang berjasa mempopulerkan tren ini sekaligus menginspirasi lahirnya rantai restoran Arby's, juga setia menggunakan tradisi saus tersebut meski mereka lebih memilih roti wijen klasik. Tantangan terbesarnya, saus kesayangan ini sangat pemilih soal distribusi dan enggan dijual bebas secara nasional, sehingga ia hanya bisa ditemukan di rak-rak toko lokal seperti Market Basket dan sama sekali tidak ada di raksasa belanja online seperti Amazon.
Lantas, apa yang harus kita lakukan saat rasa ngidam melanda sementara kita sedang berada jauh dari jalanan Boston? Biasanya para pencinta kuliner menyiasatinya dengan meracik saus tiruan sendiri di dapur rumah. Kita tinggal mencampurkan dasar saus tomat dengan cuka apel untuk mendapatkan sensasi asam khasnya, sedikit gula, serta saus Worcestershire agar kedalaman rasa gurihnya tetap terasa mantap. Racikan rumahan ini mungkin bukan botol asli yang terbang langsung dari rak toko New England, tapi hasilnya sudah cukup mendekati untuk mengobati rindu sambil kita merencanakan perjalanan darat berikutnya. Pernahkah kita tak sengaja menemukan bahan rahasia daerah yang sukses mengubah total cara pandang kita terhadap sebuah makanan klasik? Lain kali saat jam makan siang di rumah menuntut sesuatu yang hangat, barangkali kita bisa mulai mengocok sendiri semangkuk saus asam manis ini dan menghadirkan secuil kelezatan pesisir Boston langsung ke meja makan kita.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment