
Aroma bawang putih yang mendesis di atas wajan panas langsung menguar memenuhi dapur, berpadu dengan manisnya buah tomat yang baru saja direbus bersama harumnya daun basil segar. Di dunia kuliner Italia, kata involtini sendiri berakar dari istilah involto yang berarti bungkusan, sebuah sebutan cantik untuk berbagai hidangan daging atau sayuran yang digulung rapi mengunci isian lezat di dalamnya. Kalau kita biasanya familier dengan sajian pasta klasik, pendekatan yang lebih ramah sayuran ini justru menukar lapisan karbohidrat yang berat dengan irisan tipis zucchini hijau yang segar. Menariknya lagi, kreasi yang diracik oleh Michelle McGlinn untuk Tasting Table ini membuka banyak sekali ide baru untuk memperkaya menu makan malam kita sepanjang minggu.
Bayangkan saja sepiring kelezatan yang memanfaatkan hasil panen kebun musim panas, memadukan pita-pita sayuran yang lembut dengan inti isian yang gurih dan berempah. Rahasia untuk merakit bungkusan cantik ini ternyata terletak pada keahlian mengiris zucchini secara memanjang menjadi lembaran tipis menggunakan pengupas sayuran berbentuk huruf Y. Kita cukup terus mengupas kedua sisinya sampai bagian tengahnya terlalu tipis untuk diolah, menghasilkan sekitar sepuluh pita menawan dari setiap buah zucchini. Untuk membuat enam belas gulungan hangat yang masing-masing memakai dua lembar pita saling tumpang tindih, kita cukup menyiapkan tiga buah zucchini agar mendapat total sekitar tiga puluh dua lembar.
Sebelum kita menyentuh si labu hijau, ada baiknya kita meracik saus pomodoro buatan sendiri yang nantinya akan menjadi selimut lembut di dasar wadah panggang. Prosesnya dimulai dengan memanaskan minyak zaitun di atas wajan besar berapi sedang, membiarkan bawang putihnya melepaskan aroma harum selama kira-kira tiga puluh detik saja. Nah, bagian paling serunya adalah memasukkan sekaleng besar tomat San Marzano utuh lalu menghancurkannya langsung dengan tangan kita, lengkap dengan taburan garam, daun basil segar, dan sejumput cabai bubuk kering untuk sedikit sensasi hangat di ujung lidah. Biarkan saus tersebut mendidih perlahan selama dua puluh lima sampai tiga puluh menit hingga mengental menjadi kuah merah yang kaya rasa dan bersemangat, sebelum akhirnya kita haluskan permukaannya secara perlahan menggunakan bagian belakang sendok.
Sambil menunggu saus mendidih di atas kompor, lembaran-lembaran zucchini yang cantik tadi dibentangkan di atas nampan beralas tisu dapur lalu ditaburi setengah sendok teh garam untuk menarik keluar kelembapan berlebihnya. Setelah dibiarkan beristirahat selama sepuluh menit, kita tinggal menepuk-nepuknya hingga kering agar lembaran sayuran ini menjadi lentur dan siap untuk digulung kapan pun kita mau. Di wajan terpisah, sosis Italia dimasak hingga kecokelatan sambil dihancurkan perlahan selama lima hingga delapan menit, lalu sisa minyaknya ditiriskan dan isian gurih ini dibiarkan mendingin sebentar sebelum dicampur.
Bagian isiannya diracik dalam sebuah mangkuk besar dengan mencampurkan keju ricotta yang lembut bersama parutan kulit lemon segar, air perasan lemon, seperempat cangkir keju Parmesan, serta cincangan daun basil, sebelum akhirnya sosis matang tadi diaduk perlahan ke dalamnya. Untuk merakitnya, kita meratakan saus pomodoro di dasar wadah tahan panas, meletakkan dua lembar zucchini yang saling tumpang tindih, menambahkan sesendok penuh isian di ujungnya, lalu menggulungnya dengan rapat tanpa celah. Begitu ditata dengan bagian sambungan menghadap ke bawah langsung di atas saus dan dipanggang dalam oven bersuhu empat ratus derajat, bungkusan kecil ini berhasil menciptakan keseimbangan sempurna antara rasa yang mengenyangkan sekaligus segar di mulut, sangat pas untuk hidangan bernutrisi sepulang kerja maupun jamuan makan malam keluarga di akhir pekan.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment