Panduan Aman Memasak dengan CorningWare Klasik di Dapur

, , No Comments
Panduan Aman Memasak dengan CorningWare Klasik di Dapur

Kilau putih susu dari peralatan masak klasik yang tersusun rapi di rak selalu berhasil menghadirkan nuansa hangat yang akrab di dapur kita, seolah membawa kita kembali ke memori masakan rumah masa kecil yang mengepulkan aroma gurih nan menenangkan. Di balik pesona tampilannya yang kerap dipajang sebagai koleksi berharga, piring dan panci jadul ini menyimpan fungsi praktis yang luar biasa tangguh untuk meracik hidangan sehari-hari, karena tidak sedikit dari wadah-wadah kesayangan ini memang dirancang khusus untuk langsung bersentuhan dengan panas kompor kita, bukan sekadar mampir dari oven ke meja makan.

Rahasia besar di balik ketangguhan ini sebenarnya tersembunyi tepat di bagian bawah wadah, menunggu kita membalikkan permukaannya untuk membaca penanda kecil yang tertera di sana. Bukankah sangat menyenangkan saat kita menemukan dua kata kunci penting seperti range-safe atau stovetop-safe yang memberi lampu hijau untuk langsung meletakkannya di atas api, sementara beberapa koleksi dari era yang sedikit lebih baru biasanya mencantumkan keterangan khusus untuk penggunaan di atas kompor sekaligus microwave?

Kemampuan ajaib ini dulunya menjadi daya tarik utama yang diiklankan secara besar-besaran pada akhir dekade enam puluhan, di mana selembar wadah keramik bisa membawa makanan beku langsung dari lemari es menuju nyala api kompor, lalu berlanjut manis menghiasi meja makan tanpa perlu memindahkan isi masakan ke wadah lain. Bayangkan betapa praktisnya para juru masak masa itu yang bahkan bisa memasangkan gagang jepit khusus untuk menyulap wadah saji menjadi panci saus instan, sebuah fleksibilitas yang sampai hari ini masih sangat kita nikmati di atas kompor gas atau listrik modern kita, meski kita tetap perlu mengingat satu aturan penting yaitu menggunakan api kecil hingga sedang jika memasak makanan yang baru saja keluar dari dinginnya lemari es agar masakan kita aman dari risiko gosong.

Di balik kebolehan melibas perubahan suhu ekstrem tanpa pecah, tersimpan material ajaib bernama Pyroceram, sejenis kaca keramik sintetis yang lahir dari sebuah penemuan tidak sengaja yang revolusioner. Kehebatan bahan ini terletak pada kemampuannya menahan kejutan termal hingga suhu mencapai delapan ratus empat puluh derajat Fahrenheit, sekaligus sifatnya yang sangat bersahabat karena tidak akan bereaksi terhadap makanan berkarakter asam seperti saus tomat yang kaya rasa. Namun, kita tentu harus jeli dan berhati-hati, sebab ketika perusahaan mulai beralih memproduksi wadah oven berbahan keramik stoneware pada era sembilan puluhan, produk-produk keluaran baru tersebut kehilangan daya tahan terhadap kejutan suhu dan sama sekali tidak boleh dipanaskan langsung di atas kompor.

Membedakan mana wadah yang aman untuk kompor dan mana yang tidak ternyata cukup mudah jika kita teliti meraba bagian dasarnya, karena wadah berbahan Pyroceram memiliki permukaan bawah yang sepenuhnya halus dan rata, sementara koleksi stoneware selalu menampilkan lingkaran kecil tanpaglasur di bagian bawah yang terkadang bahkan dibubuhi cap peringatan agar tidak terkena panas langsung. Meluangkan waktu sejenak untuk memeriksa bagian bawah peralatan masak kita sebelum mulai memasak tentu menjadi langkah bijak agar kita bisa terus menikmati sejarah panjang dan kepraktisan CorningWare ini dengan aman di dapur kesayangan kita, dan siapa tahu ada di antara kita yang menyimpan harta karun klasik ini tersembunyi di dalam lemari.

Bagaimana dengan kalian, apakah ada piring atau panci pusaka berdesain cantik ini yang diam-diam tersimpan rapi di dapur rumah, dan seperti apa biasanya kalian mengandalkannya untuk menyajikan hidangan istimewa bagi keluarga tercinta di rumah?

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

0 comments: