Memilih Cokelat Terbaik untuk Hasil Panggang Sempurna

, , No Comments
Memilih Cokelat Terbaik untuk Hasil Panggang Sempurna

Kilau pekat dari lelehan cokelat yang menggenang di dalam mangkuk selalu berhasil menjadi pemandangan paling memukau di dapur. Kita sering kali memperlakukan pembuatan kue sebagai ilmu pasti yang kaku, menakar tepung dan gula dengan teliti, padahal rahasia untuk mengangkat kualitas sekotak kue kering atau sebuah bolu mewah sebenarnya terletak pada kualitas cokelat yang kita aduk ke dalam adonan. Meski kita tentu bisa saja memanggang dengan apa pun stok yang ada di lemari, ternyata ada perbedaan yang bagaikan bumi dan langit ketika kita memilih untuk menggunakan cokelat yang memang dirancang khusus untuk menghadapi panasnya oven.

Keindahan dari cokelat masak khusus ini sering kali terletak pada komposisinya yang kaya akan kandungan mentega kakao. Kandungan inilah yang bekerja bagaikan sihir saat tiba waktunya untuk mencairkan cokelat, menghasilkan tekstur cair yang lembut dan jauh lebih mudah diolah dibanding batangan cokelat biasa. Di luar teksturnya yang menggoda, kepraktisannya pun tidak perlu diragukan lagi karena banyak dari pilihan kelas profesional ini sudah dipotong dalam bentuk pastilles atau kancing-kancing kecil. Bagi kita yang gemar memanggang namun tetap menyukai efisiensi, hal ini berarti kita tidak perlu lagi bersusah payah mencincang kerasnya balok cokelat dengan pisau dapur yang berat.

Jika kita ingin mengisi stok dapur dengan standar emas dunia baking, para koki profesional kerap mengarahkan pandangan mereka pada merek Valrhona. Pastilles buatan mereka menawarkan spektrum persentase kakao yang membebaskan kita meracik profil rasa hidangan penutup sesuai selera, di mana varian Ghana 80 persen menjadi andalan untuk kue yang pekat dan berkarakter kuat, sementara Guanaja 70 persen adalah klasik andal yang cukup mudah kita temukan di pasaran. Lalu, untuk saat-saat tertentu yang menuntut kehadiran cokelat putih, varian Dulcey hadir sebagai pilihan menarik yang membawa kedalaman rasa biskuit serta karamel yang hampir mustahil untuk ditandingi.

Bagi kita yang mendapati diri kita lebih sering memanggang kue—mungkin sedang menyiapkan brioche sarapan atau adonan kue ala Italia dalam jumlah besar—merek seperti Islands menawarkan kancing cokelat mikro ciamik dalam varian hitam 75 persen atau susu 55 persen. Bentuknya yang mungil membuat cokelat ini sangat serbaguna, begitu pula dengan rangkaian produk terbaru dari Pierre Marcolini yang menghadirkan kancing-kancing berukuran pas untuk diselipkan ke dalam adonan kue kering atau dilipat lembut ke dalam adonan bolu, meskipun sebenarnya sama menggodanya untuk dicamil begitu saja. Bukankah sangat menyenangkan membayangkan mencampurnya dengan sedikit berondong jagung asin untuk menciptakan camilan dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang pas?

Pada akhirnya, kita tentu ingin setiap jerih payah di dapur berbuah manis berupa sajian yang spektakuler untuk dinikmati bersama. Walaupun cokelat kriya berkualitas tinggi kadang terasa seperti sebuah kemewahan tersendiri, berinvestasi pada bahan-bahan yang bagus seketika mampu mengubah sekadar kue kering biasa menjadi sesuatu yang berkesan di hati. Jadi, entah saat kita sedang mencampurkan kancing-kancing cokelat ke dalam loyang atau melelehkan mangkuk penuh pastilles, memilih cokelat yang tepat membuat seluruh prosesnya terasa seperti sihir kecil yang menghangatkan rumah.

sumber: theguardian.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Guardian Food

0 comments: