Pizza gaya Amerika sering kali langsung diasumsikan dalam bentuk irisan lebar gaya New York yang harus dilipat saat digigit, atau pai tebal menjulang ala Chicago yang butuh usaha ekstra untuk menikmatinya. Padahal, ada satu jenis pizza lain yang diam-diam menyusup dan merajai berbagai daftar menu dari satu pantai ke pantai lain di Amerika. Brittany dan Brennan Grosvenor, penulis kuliner sekaligus pengelola kedai Proof di Portland, Oregon, tumbuh besar di pinggiran kota Chicago di mana memesan pizza berarti memilih antara kulit tipis, deep dish, atau adonan ganda. Bagi mereka dan banyak warga Midwest lainnya, pizza sehari-hari bukanlah deep dish yang penuh turis, melainkan pizza kulit tipis yang kini terkenal secara nasional sebagai gaya kedai atau tavern style.
Membentang dari Chicago, Milwaukee, Minnesota, hingga St. Louis, pizza gaya kedai ini punya ciri khas kulit tipis mirip biskuit kering yang menghasilkan gigitan ringan nan renyah. Bukannya dipotong jadi segitiga tradisional seperti yang biasa kita lihat, pizza ini diiris dengan pola kotak-kotak atau kisi. Potongan pesta yang cerdas ini menghasilkan potongan persegi yang jauh lebih kecil. Bradley Shorten, pemilik Kim's Uncle Pizza dan La Merna, menjelaskan bahwa ukuran kecil ini sangat pas untuk teman minum karena bisa ditaruh dengan nyaman di atas serbet koktail. Selain sangat mudah dibagikan ke banyak orang, Shorten juga mencatat bahwa pizza gaya kedai yang dibuat dengan matang memastikan taburannya tersebar sampai ke bagian paling pinggir.
Bayangkan betapa setiap kotak kecilnya kaya akan rasa, lengkap sampai ke bagian sudut yang paling diperebutkan itu. Selama beberapa tahun terakhir, gaya potongan kotak ini mulai bermunculan di mana-mana, mulai dari New York dan Texas hingga Colorado, memberikan kesempatan emas bagi warga Midwest untuk memamerkan budaya pizza daerah mereka ke seluruh penjuru negeri. Tentu saja, para koki di berbagai penjuru Amerika Serikat tidak mau ketinggalan dan mulai meracik versi mereka sendiri. Ketika Mike Fadem dari pizzeria Ops di New York ingin mencoba sesuatu yang baru, ia mengambil inspirasi dari akar masa kecilnya di St. Louis serta tradisi kulit tipis New Jersey, hingga akhirnya menciptakan menu adonan sourdough biji utuh buatannya sendiri yang dinamakan tavernetta.
Bukankah sungguh menarik melihat bagaimana sebuah hidangan bisa berkelana dan beradaptasi sejauh itu? Apa yang awalnya bermula sekadar sebagai tradisi santai malam Jumat di pinggiran kota Midwest kini telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan kuliner nasional, membuktikan bahwa kenikmatan bersantap terbaik terkadang justru hadir dalam bungkusan kotak kecil yang renyah. Lain kali saat kita berkumpul mengelilingi meja bersama sahabat untuk menikmati malam santai di rumah, mungkin kita bisa melupakan sejenak bentuk segitiga biasa dan ikut merayakan tren pizza gaya kedai ini satu kotak mungil demi satu kotak mungil.
sumber: eater.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Eater
0 comments:
Post a Comment