
Suara desis daging ayam yang menyentuh wajan panas selalu berhasil menciptakan suasana magis di dapur pada malam yang tenang. Di ranah kuliner klasik Italia-Amerika, hidangan bernama chicken scarpariello atau yang sering dijuluki ayam pembuat sepatu ini punya tempat istimewa di hati kita. Kenapa? Karena racikan ini memadukan potongan unggas yang juicy dan sosis gurih dalam balutan saus wajan yang langsung membangunkan indra perasa lewat kombinasi rasa manis dan asam yang menonjol.
Kunci kesempurnaan hidangan ini ternyata terletak pada pemilihan bahan dan cara kita memperlakukannya di atas kompor. Teman-teman di Bon Appetit punya saran jitu yang wajib kita ikuti, yaitu menggunakan paha ayam bertulang dengan kulitnya. Bagian ini bukan cuma menghasilkan warna kecokelatan yang cantik di wajan, tapi juga menjaga dagingnya tetap empuk dan berair selama proses memasak. Sebelum ayam masuk, sosis Italia yang manis itu kita panggang lebih dulu di wajan yang sama, meninggalkan jejak lemak gurih yang kaya rasa sebagai fondasi saus kita.
Ada satu trik cerdas dalam versi ini yang membuat teksturnya naik ke level berikutnya, yaitu cara mengolah kentangnya. Bukannya dicampur begitu saja ke dalam satu panci, resep ini menganjurkan kita memanggang kentang fingerling secara terpisah di atas loyang sampai empuk sempurna dengan sisi-sisi potongan yang berwarna keemasan pekat. Bukankah langkah ekstra ini sepadan demi menjaga kerenyahan kentang agar tidak basah berkuah? Hasilnya, kentang panggang ini jadi kendaraan paling pas untuk menciduk saus yang kaya rasa dan asam segar.
Sausnya sendiri adalah mahakarya yang memadukan aroma rembut dan sengatan rasa asam yang pas. Bawang bombay cincang, paprika merah, dan bawang putih parut halus kita tumis sampai manis dan lembut, sebelum segelas anggur putih kering disiramkan untuk mereduksi aroma alkoholnya yang tajam. Setelah itu, kita tambahkan sedikit kaldu ayam rendah sodium, cuka anggur putih untuk menghadirkan keasaman yang dicari, sebatang rosemary yang harum semerbak, serta cincangan paprika Peppadew dalam rendaman air garam yang memberikan sentuhan manis menyenangkan.
Semua kebaikan itu akhirnya bersatu ketika ayam dan sosis kembali dibaringkan di atas hamparan sayuran berbumbu yang sedang mendidih, sebelum seluruh wajan dimasukkan ke dalam oven panas untuk tahap pematangan akhir. Bukankah menyenangkan membayangkan paprika Peppadew cerah itu bisa diganti dengan cabai ceri pedas atau pepperoncini jika kita sedang ingin sensasi membakar lidah? Menyajikan wajan cantik ini langsung di tengah meja makan terasa seperti jembatan manis antara kesibukan hari kerja dan santai akhir pekan bersama orang tersayang.
sumber: bonappetit.com/chicken-scarpariello
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Bon Appetit
0 comments:
Post a Comment