
Dapur seketika dipenuhi aroma mentega yang pekat dari adonan pastri yang dipanggang pada suhu empat ratus derajat, menjanjikan pagi akhir pekan yang sama sekali bebas dari rasa penat. Kita tentu tahu betul dilema saat harus merebus telur setengah matang untuk banyak orang sekaligus, sementara kuning telur telanjur pecah dan para tamu telanjur duduk manis di luar menyeruput mimosa sambil menunggu hidangan pagi mereka. Ksenia Prints, sang pengembang resep pintar, menawarkan jalan keluar yang cemerlang dari teka-teki sarapan ini dengan menyulap hidangan klasik restoran yang terkenal rewel menjadi sekumpulan gulungan keemasan yang bisa disiapkan lebih awal.
Bayangkan bagaimana gulungan telur Benedict yang naik kelas ini merangkum semua hal yang kita sukai dari versi aslinya, mulai dari telur yang lembut, daging asap yang gurih beraroma, hingga saus yang kaya rasa, lalu membungkusnya rapat-rapat di dalam pastri lembaran mentega yang renyah berlapis. Alih-alih menggunakan bacon Amerika biasa, resep ini memilih bacon Kanada atau yang kerap disebut bacon punggung yang dipotong dari bagian laging babi demi mendapatkan tekstur daging yang jauh lebih padat dan mengenyangkan. Kita mulai prosesnya dengan membakar bacon tersebut di atas wajan datar bersama sedikit mentega tawar hingga pinggirannya berubah kecokelatan dengan tekstur renyah yang sangat menggugah selera.
Tahap berikutnya adalah membuat orak-arik telur yang lembut perlahan, di mana enam butir telur ayam berukuran besar dikocok bersama garam dan lada, lalu diaduk perlahan di atas api kecil dengan tambahan mentega hingga baru saja mengental namun masih sangat basah. Bukankah menyenangkan saat sesendok penuh crème fraîche diaduk ke dalamnya tepat sebelum telur-telur tersebut disebar ke atas piring agar dingin secara menyeluruh, memastikan kelembutannya tetap terjaga karena nantinya proses memasak akan berlanjut di dalam oven panas? Proses merakitnya terasa begitu menyenangkan, mirip seperti saat kita sedang membuat camilan mewah dari toko roti berkelas.
Di atas permukaan meja yang telah ditaburi tepung terigu, pastri mentega digilas pipih, lalu diolesi dengan mustard Dijon yang memberikan sengatan rasa tajam, dengan menyisakan sedikit ruang di bagian pinggirnya. Di atas lapisan itulah kita susun telur yang sudah dingin, bacon Kanada yang telah dipanggang, keju cheddar tua parut yang gurih, serta dua sendok makan daun kucai segar cincang. Menggulung lembaran pastri tersebut dengan rapat membentuk silinder lalu mendinginkannya selama sepuluh menit di dalam lemari es membuat adonan ini sangat mudah dipotong menjadi enam bagian bundar yang rapi menggunakan pisau tajam.
Setelah diolesi tipis dengan kocokan telur, bulatan-bulatan pastri ini dipanggang selama dua puluh dua hingga dua puluh lima menit sampai matang dan keluar dari oven dengan warna cokelat keemasan yang dalam, sementara keju di dalamnya meleleh sempurna ke setiap celah kecil. Namun mahkota sesungguhnya dari sajian ini terletak pada saus hollandaise reduksi bawang merah, di mana anggur putih kering, cuka anggur putih, serta cincangan halus bawang merah menghadirkan tingkat keasaman lembut yang mampu memotong kekayaan rasa dari pastri bermentega tebal. Disiramkan merata di atasnya dengan sedikit taburan cabai cayenne dan kucai segar, hidangan ini seketika mengubah kerumitan menu jamuan pagi menjadi sesuatu yang terasa sangat mudah dan menyenangkan untuk dinikmati bersama orang-orang terkasih.
sumber: tastingtable.com
juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment