
Sisa bacon di dalam kulkas sering kali berakhir tragis menjadi alot dan kering karena cara pemanasan yang terburu-buru. Kita tentu pernah merasakan kekecewaan kecil saat strip daging renyah tadi berubah liat seperti selembar kulit akibat hantaman gelombang mikro yang terlalu panas. Padahal, para peneliti kuliner membuktikan bahwa mengembalikan kelezatan bacon sisa kemarin bukanlah hal yang mustahil jika kita tahu trik dapur yang tepat.
Rahasia kecil ini sebenarnya dimulai bahkan sebelum api menyentuh daging, yaitu dari cara kita menyimpannya di dalam kulkas atau freezer. Membungkusnya rapat-rapat dengan aluminium foil atau menyimpannya dalam wadah kedap udara akan menjaga kelembapan di dalamnya dari udara dingin kulkas yang kejam. Begitu hasrat makan kembali datang, membiarkan bacon beristirahat sejenak di atas meja hingga mencapai suhu ruang adalah kunci utamanya. Bukankah memasukkan irisan daging yang masih sedingin es langsung ke atas wajan panas justru butuh waktu lebih lama dan membuatnya kering?
Kalau kita kebetulan mengambil stok langsung dari freezer, putaran cepat pada pengaturan pencairan es di microwave akan sangat membantu menjembatani prosesnya sebelum dimasak. Setelah semuanya mencapai suhu ruang, proses menghangatkannya kembali menjadi sangat cepat dan memuaskan. Kita cukup memanaskan wajan antilengket di atas api sedang sampai permukaan atasnya terasa hangat, lalu meletakkan strip daging tersebut di atas permukaan kering tanpa perlu menambahkan minyak atau mentega ekstra. Toh, bacon itu sendiri sudah menyimpan banyak lemak alami yang nantinya akan meleleh dengan sendirinya ke dalam wajan saat dipanaskan.
Perhatikan potongan-potongan tersebut lekat-lekat saat mulai mendesis, karena keajaiban tekstur itu terjadi hanya dalam waktu satu atau dua menit saja. Membalikkannya secara perlahan begitu gelembung-gelembung kecil muncul membuat kedua sisi daging kembali berkilau berkat lelehan lemaknya sendiri sementara bagian pinggirannya menjadi renyah sempurna. Tidakkah menyenangkan mengetahui bahwa hanya itu saja usaha yang kita butuhkan sebelum mengangkatnya ke atas selembar tisu dapur untuk menyerap sisa minyak? Dengan tidak meninggalkan wajan sedetik pun di rentang waktu yang singkat ini, kita bisa menghindari risiko masakan terlalu matang dan menjaga setiap gigitannya tetap lembut serta gurih.
Setelah kita menguasai metode kompor yang lembut ini, sisa irisan bacon tersebut siap membuka pintu petualangan dapur yang lebih kreatif. Kita bisa melilitkannya pada kerang laut yang lembut, batang asparagus segar, atau udang montok untuk sajian pembuka kilat yang pasti ludes dalam sekejap. Atau mungkin, kita bisa mencincangnya halus dan menumisnya bersama sedikit gula merah, cuka balsam, dan bawang bombay karamel untuk menciptakan selai bacon yang kaya rasa. Bagaimana pun cara kita menikmati kembali strip hangat ini nanti, ayo tarik kursi dan ceritakan bagaimana kita suka menyajikannya di dapur hari ini.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment