
Suara kertas roti yang perlahan dibuka selalu menjadi pertanda manis bahwa ada keajaiban yang sedang bersiap lahir dari dalam oven hangat. Teman-teman dari Bon Appétit rupanya terinspirasi dari kue tradisional Italia bernama brutti-ma-buoni yang artinya jelek tapi enak, lalu menyulapnya menjadi potongan kue kotak berwarna keemasan yang kenyal dan menggugah selera. Alih-alih berupa bulatan kecil yang sederhana, kita disuguhi kue blondie bertekstur padat lembut yang memamerkan pesona pedesaan, berselimut kacang panggang renyah dan manis yang mengkilap.
Keajaiban rasa ini dimulai dari atas kompor, saat dua batang mentega tawar perlahan meleleh dan berubah wujud di dalam panci dengan api sedang. Mentega itu mendesis, berbuih, hingga akhirnya tenang menjadi cairan berwarna ambar yang memancarkan aroma kacang yang begitu khas. Supaya rasanya setara hidangan toko roti papan atas, parutan kulit jeruk segar yang diaduk ke dalam mentega hangat memberikan sentuhan aroma jeruk yang lembut dan menyegarkan di dalam adonan.
Berikutnya adalah irama mixer yang berputar mengocok telur, tambahan kuning telur, gula, pasta vanili, dan sedikit bubuk espresso hingga adonannya berubah pucat, mengental, dan jatuh membentuk pita. Tuangan mentega cokelat hangat tadi menciptakan emulsi yang kaya sebelum tepung terigu dilipat perlahan hingga menyatu sempurna. Di sinilah kejutan tekstur hadir, yaitu dua cangkir kacang hazelnut kupas yang dipanggang hingga harum keemasan, lalu ditekan merata di atas adonan sampai permukaannya tertutup penuh sebelum masuk ke dalam oven.
Setelah dipanggang sampai bagian pinggirnya berwarna cokelat keemasan tua dan bagian tengahnya matang, kue dibiarkan dingin di atas rak kawat sambil kita menyiapkan lapisan meringue di atasnya. Putih telur dan gula dipanaskan perlahan di atas air mendidih hingga butirannya larut, lalu dikocok menjadi awan tebal yang mengilap, bertekstur lembut dan sehalus marshmallow saat disentuh. Lapisan putih ini dioleskan merata dari ujung ke ujung, lalu dibakar dengan korek api gas dapur hingga membentuk bercak-cak ambar yang cantik, sebelum ditaburi sedikit garam laut serpih untuk menyeimbangkan rasanya.
Memotong kue ini dengan pisau yang dibungkus handuk dapur basah menghasilkan sembilan potong kotak rapi yang memuat remah padat legit, mahkota kacang panggang yang melimpah, serta lapisan atas yang manis dan sedikit beraroma asap. Ini adalah proyek dapur yang sangat menyenangkan untuk mengisi siang hari yang santai ketika kita ingin meluangkan waktu sedikit lebih lama demi menciptakan sesuatu yang istimewa. Bukankah sulit sekali menolak godaan untuk mengambil satu potongan kecil lagi dari sudut loyang?
Kalau kita kebetulan membuat kue ini sehari sebelumnya, rasanya justru semakin mantap karena bumbu dan aromanya menyatu dengan lebih dalam pada suhu ruang. Kabari aku ya kalau akhir pekan ini kalian ikut menyalakan korek api dapur untuk membuat meringue, dan ceritakan bagaimana hasil kue kotak keemasan berlapis kacang ini di dapur kalian.
sumber: bonappetit.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Bon Appetit
0 comments:
Post a Comment