
Pernah tidak, kita sedang asyik makan siang, lalu pandangan kita tercuri oleh piring di meja sebelah? Itu yang dirasakan Rachel Roddy saat berada di sebuah tavola calda yang sibuk di Latina, Italia. Awalnya, ia sudah mantap ingin menyantap pizza dan cannelloni, tapi matanya tertuju pada sepiring tomat yang tampil beda. Biasanya, kalau bicara soal tomat isi, ingatan kita langsung melompat ke isian nasi yang klasik. Tapi tomat ini menyimpan rahasia lain: campuran remah roti, kacang arab atau chickpea, dan dedaunan rempah yang berwarna keemasan. Tampilannya begitu menggoda sampai-sampai membekas di ingatan lama setelah makannya usai.
Tentu saja, ini pengingat manis bagi kita bahwa sayuran isi tidak selalu harus bergantung pada nasi agar terasa mengenyangkan. Kadang, eksperimen dapur paling brilian lahir dari keinginan kita mengulik ulang resep klasik dengan apa yang ada di rak dapur. Terinspirasi dari pemandangan di balik etalase kaca yang berembun di Italia serta kekayaan tradisi kuliner dalam buku Claudia Roden, kita diajak merayakan tomat dengan cara yang lebih hangat. Mengganti biji-bijian dengan kacang arab yang gurih memberikan tekstur baru namun tetap terasa akrab di lidah.
Proses memasaknya pun terasa seperti meditasi di dapur. Kita mulai dengan mengeruk isi dari delapan buah tomat seukuran bola tenis. Jangan dibuang, ya! Bagian dalam tomat itu justru kita lumatkan bersama sedikit bawang putih dan garam. Cairan dan daging buah tomat inilah yang nantinya menjadi kunci kelembapan isian kita saat dipanggang. Di sisi lain, kita tumis bawang bombay merah sampai layu dengan minyak zaitun, lalu mencampurnya dengan kacang arab, remah roti putih yang lembut, dan aneka rempah pilihan. Kita bisa menggunakan peterseli dan rosemary untuk rasa yang klasik, atau sedikit daun mint kering bahkan sentuhan kayu manis bagi yang ingin berani bereksperimen.
Kalau kita ingin hasil yang lebih mengenyangkan, ada trik menarik: hancurkan sedikit daging sosis babi ke dalam campuran kacang tadi. Setelah isian siap, kita masukkan kembali ke dalam cangkang tomat, tutup dengan bagian atasnya, lalu susun rapat di wadah tahan panas. Saat dipanggang, tomat akan perlahan mengerut dan melunak, mengeluarkan aroma manis yang sedap. Sambil menunggu, kita bisa menyiapkan kentang panggang sebagai pendamping atau sedikit yogurt asin untuk penyajian nanti.
Hal yang paling menarik dari hidangan ini adalah kita tidak perlu terburu-buru menyajikannya saat masih mengepul panas. Seperti yang sering kita temukan di kedai makan Italia, tomat isi ini justru terasa lebih nikmat saat dibiarkan beristirahat sejenak hingga suhunya hangat kuku. Sebuah resep jujur yang sederhana, pas sekali menjadi teman transisi menuju hari-hari yang lebih tenang dan sejuk. Jadi, bagaimana kalau kita coba bawa suasana ini ke meja makan akhir pekan nanti?
sumber: theguardian.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food
0 comments:
Post a Comment