Mengenal Beda Pale Ale dan IPA dalam Secangkir Bir

, , No Comments
Mengenal Beda Pale Ale dan IPA dalam Secangkir Bir

Meskipun bersandar pada aroma hop yang serupa dan memiliki kehangatan visual yang hampir sama di dalam lemari pendingin, pale ale dan India Pale Ale menyimpan dunia perbedaan yang menarik dalam hal kekuatan, rasa, dan aroma begitu dituangkan ke dalam gelas. Kalau kita sering kebingungan membedakan keduanya, tenang saja, kita sama sekali tidak sendirian.

Keajaiban di balik perbedaan ini bermuara pada satu bunga hijau mungil: hop. Hop adalah kembang dari tanaman Humulus lupulus dan bertindak sebagai sutradara dari profil rasa bir. Bunga ini menciptakan busa yang cantik, sementara minyak esensialnya menghadirkan aroma jeruk, pinus, atau mangga yang kuat. Kunci utamanya terletak pada seberapa banyak hop yang digunakan. Pale ale berupaya mencapai keharmonisan yang anggun antara malt dan hop, sementara IPA dengan bangga menghadirkan rasa yang besar, tebal, dan tanpa ragu menonjolkan kepahitan.

Mari kita menaiki mesin waktu sejenak kembali ke Inggris abad ke-18 untuk memahami asal-usulnya. Dulu, pasar dibanjiri oleh bir hitam pekat hingga penemuan bahan bakar baru dari batu bara karbonisasi memungkinkan para pembuat bir memanggang malt mereka secara perlahan. Proses ini melahirkan bir berwarna lebih terang dengan rasa malt yang dominan dan sangat mudah diteguk, yang kemudian dinamakan pale ale. Cerita berlanjut ke Amerika pada tahun 1978, ketika pembuatan bir rumahan resmi dilegalkan. Momen ini membuka jalan bagi para perintis seperti Sierra Nevada untuk memperkenalkan bir pale ale gaya Amerika dengan aroma pinus dan jeruk yang indah, berlandaskan fondasi malt menyerupai karamel.

Tentu saja, kita tidak bisa membahas IPA tanpa menengok sejarahnya yang panjang. Meskipun ada legenda terkenal yang menyebutkan bahwa hop ekstra ditambahkan agar bir bisa bertahan dalam perjalanan laut selama enam bulan ke India untuk Perusahaan Hindia Timur, kenyataannya proses itu terjadi secara bertahap. Para pembuat bir Inggris sebenarnya telah menggunakan hop ekstra untuk memperpanjang masa simpan sejak tahun 1700-an, hingga akhirnya gaya yang kaya hop ini perlahan berevolusi dan mendapat sebutan India Pale Ale. Kini, keunggulan ekstra hop tersebut menjadikan IPA sebagai raja bir kerajinan di Amerika, yang kerap menawarkan kadar alkohol lebih tinggi dan rasa pahit yang jauh lebih berani daripada sepupunya yang lebih seimbang.

Tentu saja, aturan pembuatan bir ini tidak terpahat mati di atas batu. Kita mungkin saja menemukan IPA yang begitu seimbang hingga intensitas hopnya terasa seperti angin sepoi-sepoi, atau pale ale Amerika yang justru memberikan rasa pahit yang cukup kuat. Jadi, saat kita bingung memilih gelas mana yang akan dituang lain waktu, tidak ada salahnya mencoba keduanya dan melihat sisi mana dari spektrum hop yang paling cocok di lidah kita. Kalau malam ini, kira-kira bir mana yang akan kita raih dari rak?

sumber: tastingtable.com/ipa-vs-pale-ale-differences

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

0 comments: