
Pernahkah kita merasakan momen yang terasa seperti mimpi di siang bolong saat sedang berlibur? Bayangkan kita sedang berjalan santai di lorong supermarket di Inggris, di antara tumpukan roti crumpet dan kebutuhan rumah tangga, lalu mata kita tertuju pada sebotol Blanton's Gold yang manis terpampang nyata di rak. Bagi para pencinta bourbon di Amerika Serikat, botol itu ibarat hantu; sesuatu yang mungkin baru terlihat setelah kita lelah mengisi formulir undian atau memantau pasar gelap dengan harga yang bikin dompet menangis. Rasanya dunia memang sedang terbalik, ya?
Banyak yang mengira biang keladinya adalah pajak atau bea masuk yang mencekik, tapi ternyata ceritanya lebih rumit dari itu. Sebenarnya, sejak pertengahan 2022, Inggris sudah memberlakukan tarif nol persen untuk wiski Amerika. Ada kesepakatan manis antara kedua wilayah ini, sehingga tidak ada biaya tambahan yang ditempelkan di perbatasan. Jadi, kalau bukan pemerintah yang membuat harganya melambung, lalu sebenarnya apa yang terjadi di balik layar perjalanan sebotol bourbon ini?
Jawabannya ada pada rantai distribusinya. Di Amerika Serikat, sistemnya berlapis-lapis dan cukup panjang. Cairan emas ini tidak bisa langsung berpindah dari penyulingan ke toko langganan kita; ia harus melewati distributor berlisensi, bahkan di tujuh belas negara bagian, pemerintah sendiri yang berperan sebagai grosir dan menambah margin keuntungan di setiap langkahnya. Bayangkan betapa banyak tangan yang memegang botol itu sebelum sampai di rak toko. Tidak heran harganya merangkak naik dan barangnya pun jadi sulit didapat karena kelangkaan yang dibuat-buat.
Sebaliknya, di seberang samudra sana, Inggris menggunakan sistem pasar yang jauh lebih bebas. Setelah bourbon diimpor, produsen bisa menetapkan harga saran yang diikuti oleh hampir seluruh pengecer. Ditambah lagi, karena pasar di sana lebih gandrung dengan Scotch whiskey, bourbon Amerika sering kali tidak menjadi pusat perhatian. Tidak ada hiruk-pikuk spekulan atau pemburu barang langka yang membuat harga melonjak. Hasilnya? Botol-botol kelas atas tetap tersedia dengan harga yang masuk akal bagi siapa pun yang sekadar ingin menikmati segelas kecil di akhir hari.
Tentu saja, tidak semuanya tentang kemudahan dan penghematan. Kalau kita bicara soal wiski harian yang biasa kita temui, ceritanya justru berbalik. Begitu petugas pajak Inggris menambahkan bagian mereka—termasuk bea per liter alkohol murni dan pajak pertambahan nilai yang cukup tinggi—harga botol standar di sana bisa jauh lebih mahal daripada di toko minuman keras lokal kita. Jadi, meski perjalanan ke London bisa menjadi cara cerdas untuk berburu botol koleksi yang selama ini luput dari genggaman, untuk stok harian, tetaplah setia pada toko di dekat rumah kita. Bukankah menarik melihat bagaimana perjalanan sebuah botol bisa mengubah seluruh cerita rasanya?
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment