
Pernahkah kalian punya teman yang punya 'indra keenam' untuk menemukan barang antik luar biasa di tumpukan baju atau perabot bekas? Kadang mata kita memang mudah teralihkan oleh warna-warni cerah panci enamel atau motif klasik Pyrex yang familiar. Tapi, ada rahasia yang jauh lebih anggun bersembunyi di sudut-sudut berdebu toko barang bekas. Pernahkah kalian melirik tumpukan sendok dan garpu kusam yang tampak tidak menarik di dalam keranjang besi? Bisa jadi, di balik lapisan noda hitam itu, terselip potongan sejarah dari Stieff Company, sebuah nama yang mengubah alat makan sederhana menjadi karya seni yang memesona.
Kisah Stieff sendiri adalah perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 1892 di Baltimore, Maryland. Awalnya mereka dikenal sebagai Florence Sterling Silver Company, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Stieff yang legendaris. Koleksi pertama mereka, Hand Chased Rose, benar-benar memukau; bayangkan detail bunga mawar yang rumit dan halus terukir melingkar di sepanjang gagang sendok saji atau pengangkat kue. Karya-karya ini dibuat dengan ketelitian tinggi, membuat kita merasa lebih seperti sedang memegang benda koleksi galeri daripada sekadar alat makan. Tidak heran jika set koleksi awal mereka kini bisa bernilai ribuan dolar di pasaran barang antik.
Lalu, bagaimana caranya kita mengenali harta karun ini saat sedang berburu? Kita harus menjadi detektif kecil. Cobalah periksa bagian belakang logamnya; cari cap tanda khusus seperti mahkota, nama mereknya, atau tanda 'Sterling 925' yang jelas. Entah itu keanggunan motif bunga Chrysanthemum dan Corsage, atau koleksi Princess dan Forget-Me-Not dari era 1910-an, setiap benda ini adalah pengingat fisik akan masa ketika kerajinan tangan adalah segalanya. Bahkan setelah mereka mulai memproduksi pewter di tahun 1950-an, kualitasnya tetap terjaga, membuat satu sendok kecil yang kusam sekalipun bisa menjadi tambang perak yang berharga.
Ada sedikit rasa haru saat mengingat bahwa kejayaan Stieff akhirnya harus berakhir. Pasar perak yang tidak stabil di akhir tahun 1970-an serta berbagai pergantian kepemilikan membuat pabrik asli di Baltimore resmi menutup pintunya pada tahun 1999. Pada tahun 2007, perusahaan berpindah tangan untuk terakhir kalinya dan semua pola cantik itu resmi berhenti diproduksi. Inilah yang membuat penemuan barang-barang ini terasa begitu istimewa; kalian sedang memegang fragmen tradisi selama satu abad yang kini sudah tidak lagi dibuat.
Jadi, lain kali saat kalian sedang menyusuri toko barang antik atau melihat bazar barang rumah tangga, sempatkanlah sejenak untuk melirik kotak perak yang terabaikan itu. Siapa tahu, kalian bisa saja menggosok noda kusam dari motif Raleigh Tavern atau sendok saji langka dari koleksi Princess yang tak lagi ditemukan di mana pun. Ini adalah cara yang manis untuk terhubung dengan masa lalu, satu garpu demi satu garpu. Selamat berburu, dan semoga kunjungan kalian berikutnya penuh dengan penemuan perak yang berkilauan!
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment