Penelitian terbaru mengaitkan paparan bakteri H. pylori dengan sekitar 12 hingga 22 persen kasus kanker usus besar di seluruh dunia. Angka ini muncul dari analisis data hampir 49 juta orang yang memperkirakan risiko diagnosis meningkat 1,6 kali lipat pada mereka yang pernah terpapar bakteri tersebut.
Mekanisme yang paling masuk akal adalah peran peradangan kronis, di mana respons kekebalan jangka panjang mengubah sinyal kimia pertumbuhan sel dan merusak keseimbangan mikrobioma usus. H. pylori, yang sudah dikenal sebagai karsinogen untuk kanker lambung, ternyata juga mampu menciptakan lingkungan yang memungkinkan sel-sel abnormal bertahan hidup di sistem pencernaan.
Meskipun korelasi ini kuat, studi belum membuktikan hubungan sebab-akibat yang pasti karena faktor gaya hidup dan sosial ekonomi juga berperan. Hal ini mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna secara menyeluruh, melampaui sekadar penghindaran faktor risiko konvensional seperti daging olahan.
sumber: theconversation.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
0 comments:
Post a Comment