Every woman deserves to be loved exclusively

Monday, April 17, 2006

rombongan puisi cinta (1)

Dadaku berdentam-dentam.
Merasakan dirinya padaku.
Inikah rasanya?

11 Januari 2006

-----------------------------------

Dari sepotong pesan pendek ucapan panjang umur
Jadi tak berkesudahan
Tak pernah selesai
Menjadi janji jumpa

13 Januari 2006

-------------------------------

Janji jumpa terlaksana.
Sebuah kisah tanpa tepi terjalin.
Tak peduli pantaskah diriku untuknya.
Angin sore menerbangkan mimpi-mimpi.
Mencari kesempatan jumpa.

4 April 2006

--------------------------------------


Halus rambutmu usap pipiku.
Temu pandang penuh rayu.
Dentam dadaku tak henti usik nurani.
Membuatku ingin usir dirimu.
Jauh menjauh bayangmu gegas enyah dari hadapku.
Paras manismu tak henti hantuiku.
Senyum godamu buatku terbangun dari lelap malam.
Wahai angin usir wajah indah itu dari malamku.

4 April 2006

------------------------------------------

Hai hatiku,
hati-bekas-remuk redam-yang-kini-sudah-sembuh-namun-nyaris-berkeping-lagi.
Aku bertanya kepadamu, hatiku.
Tak bisakah hati, menahan rasamu?
Tak dapatkah hati, gentar dari goda?
Tak sakitkah hati, jatuh kecewa karena kasih tak sampai?


4 April 2006


All poems inspired from heart, broken wings, love stories, and friends.

0 comments:

Latest Comments

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Flickr

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Translate

www.CodeNirvana.in

About Me

Contact Form

Name

Email *

Message *

Popular Posts