| R E S T O K E R E S T O DUTCH CORNER, Resto ala Belanda di Pinggir Danau Resto yang khusus menampilkan aneka masakan Belanda ini berlokasi di Taman Ria Senayan Jakarta. Beberapa tahun yang lalu, lokasi Dutch Corner sebenarnya lebih dikenal sebagai salah satu kafe gaul anak-anak muda Jakarta. Berbagai acara remaja ataupun panggung live musik seringkali diadakan di kafe tersebut. Sekarang eks Cafe Automobili Lamborghini tersebut berganti wajah. Sebagian menjadi My Club, semacam klub untuk hang out. Satunya lagi, terletak di depannya, Resto Dutch Corner. Mendengar namanya, kita segera tahu resto tersebut menyajikan makanan dari Belanda. Tak sekadar makanannya sebetulnya, "Bahkan 70 persen bahannya pun kami datangkan dari Belanda. Begitu pula dengan peralatan makan," jelas Yayuk Yulia Bukit, Restaurant Manager Dutch Corner. Hanya untuk interior mereka menggunakan jasa artis dalam negeri. Tetapi tentu penataan tetap berkiprah pada negeri Kincir Angin. Apa yang dijagokan resto cantik ini? Namanya agak sulit buat lidah kita, Tournedo Mozaiek, yakni paduan steik ikan salmon dan ikan schol. Tentu ada jenis steik lain seperti grilled chicken teriyaki, atau zee tong. Masakan Indonesia atau luar negeri Belanda pun tersedia di sini seperti nasi lengkap Bali yang terdiri dari nasi, empal, ayam balado, sate ikan, telur pindang, dan rempeyek. Masih berjenis nasi, anda juga bisa menyantap nasi ayam hainan. Untuk makanan penutup tersedia beberapa pilihan, mulai dari es puter, aneka poffertjes, puding, tiramisu, hingga milkshake. Kalau kurang menyukai makanan berat, Dutch Corner juga menyediakan aneka kudapan ringan, tetapi cukup mengenyangkan. Kudapan favorit mereka antara lain kroket dan frikadel dengan pilihan kip (ayam), bief (sapi) dan vis (ikan). Selain itu, Anda bisa mencoba salah satu jenis super fries. Selintas serupa kentang goreng yang biasa tersedia di fast food. Tapi kalau sudah mencicipi rasanya, ternyata berbeda. Kentang goreng ini dibumbui khusus. Karena keunikan rasanya itu, Dutch Corner menyediakan tempat khusus untuk menjual super fries. Letaknya di depan pintu My Club, berseberangan dengan resto Dutch Corner. Selain melayani take out, gerai ini terbuka untuk para pembeli. Jadi, kita bisa menyaksikan proses pengolahan hingga siap hidang. Untuk menyertai segala hidangan tadi, disedakan jua bermacam-macam minuman, dari sekadar soft drink , kopi, teh, dan juice. Anda bisa menikmati semua ini dari pukul 11.00 hingga pukul 23.00. Resto ini dibuka berawal dari hobi makan dan memasak sang pemilik . "Kebetulan pula beliau pernah bersekolah di Belanda. Dan restoran yang menyediakan hidangan dari negeri Tulip ini, kan, masih sedikit," ungkap Yayuk. Walau tempatnya mungil, Dutch Corner bisa juga menampung berbagai acara seperti acara ulang tahun, rapat, atau arisan. Asalkan tak lebih dari 100 orang. Kalau lebih, "Biasanya kami bekerja sama dengan My Club. Karena pada dasarnya ruangannya bisa disatukan," kata Yayuk. Kalau Anda berminat makan di sini, ada beberapa meja favorit. Selain di teras yang menghadap Taman Ria Senayan, ada satu meja di pojok dekat jendela menghadap danau. Cocok untuk minum teh sore hari bersama orang terkasih. sdp@Rika, foto-foto: Rynol Sarmon |