
Suara mentega yang mendesis tipis di atas wajan panas selalu menjadi pertanda dimulainya malam burger di dapur. Kita semua tentu sangat akrab dengan versi klasik yang selalu dinanti, di mana patty daging sapi yang berair gurih mendekap empuk di antara dua belah roti. Padahal, kalau kita pikir-pikir lagi, bukankah terkadang kita begitu merindukan sensasi kriuk yang lebih serius di setiap gigitan? Biasanya, tekstur renyah pada burger standar hanya datang dari beberapa lembar daun selada segar atau roti yang dipanggang sebentar. Unsur-unsur itu memang manis dan menyenangkan, namun mereka hanyalah kejutan kecil di tengah hidangan yang sebagian besar bertekstur lembut dan basah.
Itulah alasan mengapa Kate Shungu, seorang pengembang resep di Tasting Table, mengajak kita untuk mulai melangkah jauh melampaui batas roti tradisional yang itu-itu saja. Kita sebenarnya bisa mendapatkan sedikit bayangan tekstur tersebut dari sebuah patty melt klasik, tetapi mengapa harus berhenti di situ ketika kita bisa membawanya meluncur ke arah cita rasa ala Meksiko yang begitu menggoda? Ide cemerlang yang sedang kita bicarakan ini adalah burger quesadilla, dan begitu kita membayangkan bagaimana wujud akhirnya nanti, sungguh sulit untuk tidak merasa penasaran serta ingin segera mencobanya untuk menu makan malam pekan ini.
Keajaiban dari perpaduan sederhana ini terletak pada keputusan untuk memindahkan sorotan utama sepenuhnya kepada daging dan keju yang meleleh. Alih-alih menggunakan roti bun empuk yang menghabiskan setengah bagian dari setiap gigitan, kita cukup memasak patty daging sapi favorit di atas kompor atau panggangan seperti biasa, lalu langsung menjepitnya di antara dua lembar tortilla gandum siap beli. Kita cukup memanfaatkan limpahan keju yang lumer untuk merekatkan seluruh isinya menjadi satu kesatuan yang utuh, lalu menggorengnya di atas wajan layaknya sebuah quesadilla pada umumnya sampai kulit tortilla pipih itu berubah menjadi sangat renyah dan kecokelatan.
Tentu saja, ada satu trik kecil yang wajib kita perhatikan agar makan malam kita tidak berantakan dan meluncur keluar dari genggaman tangan. Mengingat hidangan ini berwujud setengah quesadilla dan setengah burger, keju di dalamnya memegang peran penyelamat yang sangat krusial. Jika kita menumpuk berbagai pelengkap terlalu tinggi seperti saat meracik burger biasa, yang kita temui di atas piring justru kekacauan dapur yang merepotkan, sehingga sangat bijak jika kita mengisinya dengan porsi yang lebih pas dan terkontrol.
Resep aslinya sendiri sangat memanjakan lidah lewat nuansa Meksiko yang khas melalui pulasan mayones chipotle berasap berpadu pico de gallo yang segar. Namun, pintu kreativitas dari titik ini terbuka seluas-luasnya tanpa batas. Kita bisa saja menghadirkan semangat warung taco yang ramai dengan campuran bawang bombay dan cabai yang dipanggang harum, atau melipir sejenak ke New Mexico menggunakan keju cheddar berlumur saus cabai hijau. Karena lembaran tortilla yang garing ini memberikan fondasi yang begitu kokoh, kita bahkan bisa dengan tenang menambahkan topping lembut seperti guacamole dingin tanpa perlu takut seluruh isinya mendadak menjadi terlalu lembek.
Makanan ini barulah sebuah alternatif seru yang super renyah untuk melengkapi kebiasaan lama kita, dan tentu saja selalu menyenangkan bisa menemukan variasi baru di dapur. Coba kabari aku ya jika teman-teman memutuskan untuk mencoba sendiri sajian burger quesadilla ini pada akhir pekan, dan ceritakan juga isian apa yang paling ingin kalian selipkan di dalamnya!
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment