
Sebuah piring bermotif buah tangan terselip di balik tumpukan rak toko barang bekas yang berdebu, menunggu mata yang jeli untuk mengangkatnya. Jari-jari kita yang menyusuri deretan perkakas rumah tangga sering kali tergoda untuk melewatkan piring-piring tak serasi ini, padahal harta karun tersembunyi kerap bersembunyi di tempat yang paling tidak disangka. Menemukan emas di antara barang-barang usang tentu bukan kebetulan semata, melainkan butuh sedikit kesabaran dan kepekaan untuk mengenali nama merek mana yang layak masuk ke dalam keranjang belanjaan kita. Kalau kita sedang memperluas radar untuk peralatan makan bergaya lawas, ada satu jenjang merek asal Amerika yang punya pesona hangat dan wajib masuk dalam daftar buruan kita.
Dibuat oleh Southern Potteries di Tennessee dari tahun 1917 hingga 1957, keramik Blue Ridge membawa percikan nostalgia yang ceria langsung ke meja makan kita. Merek ini begitu terkenal berkat sapuan warna-warnanya yang jenaka, menampilkan lukisan tangan buah-buahan dan bunga-bunga yang memancarkan nuansa pedesaan yang sangat menawan. Walaupun piring-piring harian biasa mungkin hanya dihargai beberapa dolar saja, para kolektor di luar sana selalu mengawasi ketat temuan-temuan khusus. Piring yang tepat bahkan bisa bernilai ratusan dolar, sementara set sarapan yang lengkap pernah meraup ribuan dolar di balai lelang.
Ada kisah menarik di balik alasan mengapa barang-barang ini begitu diincar para kolektor hingga hari ini. Sementara banyak merek antik mengandalkan usia pembuatan yang tua demi mendongkrak nilai mereka, Blue Ridge justru menempuh jalan yang berbeda. Barang-barang yang paling diburu justru dibuat setelah tahun 1938, ketika perusahaan tersebut dengan berani meninggalkan cetakan stiker populer demi beralih sepenuhnya ke desain lukisan tangan. Proses yang luar biasa padat karya ini membuat para senimannya sempat menghasilkan 324.000 buah karya setiap minggunya di masa puncak, di mana goresan kuas manusia yang halus memberikan kesan santai dan akrab yang jauh berbeda dari peralatan makan formal yang kaku.
Menemukan sebuah harta karun tentu tidak selalu mudah karena perusahaan ini pernah memproduksi lebih dari 4.000 pola dan 1.000 bentuk berbeda selama empat dekade perjalanannya. Namun, saat kita memindai rak-rak yang padat itu, detail-detail tertentu bisa menjadi tanda datangnya sebuah piring istimewa. Motif bunga dan buah alami memang sudah biasa kita temui, jadi kita perlu lebih jeli mencari motif hewan yang langka, figur manusia, pola geometris, atau tema liburan yang meriah. Sebuah piring saji bermotif kalkun liar, misalnya, dengan mudah bisa bernilai lebih dari seratus dolar, dan harganya bisa meroket hingga enam ratus dolar jika kebetulan ditandatangani langsung oleh sang seniman.
Di luar piring makan standar, bentuk-bentuk unik seperti tempat mentega, kendi kopi, dan nampan cokelat sangat layak untuk dicari karena sering kali bernilai ratusan dolar tergantung pada pola spesifiknya. Bahkan potongan-potongan yang lebih sederhana dan berharga murah yang tidak akan membuat kita kaya raya tetap fantastis untuk menata dapur bergaya nenek yang penuh dengan karakter retro. Lain kali saat kita mendapati diri kita sedang mengaduk-aduk isi toko barang bekas, mungkin kita bisa meluangkan sedikit waktu ekstra untuk membalik piring-piring lukisan tangan tersebut dan melihat cerita apa yang siap dibawa pulang ke rumah kita.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment