
Suara tutup plastik yang berderit rapat saat dikunci adalah bunyi akrab yang menemani masa kecil kita di dapur rumah, membangkitkan bayangan wadah-wadah penyimpanan praktis yang merajai lemari di seluruh dunia. Namun, menelusuri perjalanan delapan dekade jenama legendaris ini menyimpan kejutan-kejutan manis yang tak disangka, terutama bagi kita yang gemar menyusuri rak-rak berdebu di toko barang antik demi berburu harta karun tersembunyi. Di antara tumpukan perkakas masa lalu, ada satu temuan retro yang langsung mencuri pandangan berupa sepasang botol garam dan merica bernuansa warna pastel lembut, duduk manis di dalam kerangka logam berkaki tiga yang dilengkapi tempat tusuk gigi kecil di puncaknya.
Rangka logam futuristik yang mencolok itu memancarkan gaya atom klasik, merangkum seluruh semangat optimisme desain era pertengahan abad lalu dalam sebuah aksesori meja makan yang menawan. Dahulu kala, perlengkapan bumbu yang cerdas ini merupakan bagian eksklusif dari Koleksi Jutawan, yang berarti benda tersebut tidak dijual melalui pesta-pesta rumahan yang terkenal itu, melainkan langsung mendarat di rak-rak pusat perbelanjaan mewah untuk memikat para pembeli kelas atas. Bukankah luar biasa bagaimana relik-relik kecil ini mampu bertahan melintasi puluhan tahun kesibukan dapur dan tetap sukses mencuri perhatian kita hari ini? Jika kita tak sengaja menemukan satu set dengan tulisan yang masih tajam dan warna pastel yang gagah menolak pudar, para kolektor bahkan rela merogoh kocek hingga tigapuluh lima dolar atau lebih untuk meminangnya.
Sebelum kita terlalu bersemangat membumbui hidangan santap Minggu menggunakan artefak klasik yang cantik ini, mari kita sejenak melirik sisi praktis dari plastik era lama tersebut. Botol-botol mungil yang sangat ikonis dari dekade lima puluhan dan enam puluhan ini ternyata dibuat jauh sebelum ada kekhawatiran tentang Bisphenol A, zat kimia yang lebih akrab kita kenal sebagai BPA. Kendati senyawa tersebut jamur digunakan dalam proses pabrikasi masa itu, pengujian di kemudian hari menunjukkan bahwa plastik jenis tertentu dapat meluruh ke dalam makanan dan berpotensi mengganggu sistem endokrin manusia. Meskipun peralatan dapur modern kini telah lama meninggalkan bahan tersebut, kepingan-kepingan antik dari masa silam ini tetap membawa estetika retro yang memesona dengan sedikit catatan pengaman di zaman sekarang.
Lalu, apakah itu berarti kita harus merelakan mereka tertinggal begitu saja di rak toko loak? Tentu saja tidak! Kesepakatan umum di kalangan para kolektor dan pecinta desain tempo dulu justru menyebutkan bahwa benda-benda ini jauh lebih cocok dijadikan pajangan dapur yang fantastis alih-alih alat makan fungsional. Menghadirkan sentuhan nostalgia yang mungil ini di atas meja counter kita sanggup menyumbangkan karakter otentik yang sama kuatnya dengan renovasi cat baru atau perabot besar, sehingga kita tetap bisa menikmati sepotong sejarah desain secara aman sebagai hiasan mata.
Jadi, lain kali kita mendapati diri kita sedang menyusuri rak-rak penuh perkakas dapur bekas pakai, mari pasang mata lebar-lebar untuk mencari kerangka tripod khas dengan botol-botol pastelnya. Entah kita sedang menata dapur bernuansa klasik penuh atau sekadar mengagumi bentuk-bentuk unik dari masa lampau, menyelamatkan potongan-potongan sejarah kecil ini adalah cara yang sangat menyenangkan untuk menghargai era yang telah berlalu langsung dari rak pajangan rumah kita.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment