
Pernahkah kita menatap semangkuk es krim yang mulai meleleh, penuh dengan potongan marshmallow yang kenyal dan taburan kacang yang renyah, lalu bertanya-tanya bagaimana camilan yang begitu menghibur ini bisa tercipta? Kita biasanya menganggap makanan penutup sebagai bentuk perayaan murni, sesuatu yang kita nikmati di sore yang cerah atau usai santap malam yang menyenangkan. Padahal, beberapa sajian manis kesayangan kita justru lahir dari masa-masa sulit, murni dari keinginan untuk menghadirkan sedikit senyuman di tengah dunia yang sedang berat.
Bayangkan Amerika Serikat pada tahun 1929, tepat di awal Depresi Besar. Itu adalah dekade penuh kemiskinan dan keputusasaan setelah pasar saham runtuh, masa kelam yang baru mereda menjelang akhir tahun tiga puluhan berkat berbagai program pemulihan dan produksi perang. Keluarga-keluarga di berbagai penjuru negeri harus memutar otak agar setiap bahan makanan tidak ada yang terbuang, mengandalkan makanan pokok sederhana seperti sup kalengan untuk bertahan hidup. Namun, di tengah surutnya ekonomi di Oakland, California, sebuah camilan manis yang luar biasa justru lahir.
Begitulah awal mula kisah es krim Rocky Road, rasa yang kini kita kenal sebagai es krim cokelat pekat berlimpah marshmallow manis dan kacang. Kalau kita pernah membenamkan sendok ke dalam mangkuknya, kita tahu kontras rasanya adalah separuh dari keajaiban itu—dinginnya es krim cokelat yang lembut berpadu dengan empuknya potongan marshmallow bagai bantal kecil, serta renyahnya gigitan kacang almond, kenari, atau pekan. Berdasarkan catatan sejarah, pembuat permen Joseph Edy dan pembuat es krim William Dreyer hanya ingin menciptakan rasa baru yang istimewa agar orang-orang bisa tersenyum di masa-masa sulit tersebut, memadukan berbagai tekstur itu untuk pertama kalinya pada tahun 1929.
Tentu saja, seperti layaknya legenda kuliner terbaik, tempat lahir yang sebenarnya menyisakan sedikit perdebatan hangat antar tetangga. Tidak jauh dari sana, sebuah kedai bersejarah bernama Fentons Creamery—yang masih menyajikan es krim di Oakland hingga hari ini—menceritakan versi yang sedikit berbeda. Kala itu, sebuah batangan manisan asal Australia bernama rocky road, yang sarat dengan marshmallow dan kenari, sedang sangat digemari. Konon, Melvin Fenton dari Fentons bekerja sama dengan pembuat permen George Farren untuk mengubah manisan batangan itu menjadi varian rasa es krim. Farren bahkan mengklaim bahwa dua temannya, Dreyer dan Edy, sebenarnya mengambil ide tersebut untuk toko mereka sendiri, hanya dengan mengganti kenari dengan almond.
Kita mungkin tidak akan pernah tahu secara pasti siapa yang pertama kali memimpikan kombinasi lezat ini, tetapi apakah ia berasal dari Fentons ataupun Dreyer and Edy, niat di balik penciptaannya tetap terasa begitu menghangatkan hati. Sebelum penemuan cerdas ini mengubah segalanya, para pencinta es krim sebagian besar hanya akrab dengan pilihan dasar yang sederhana yaitu vanila, stroberi, dan cokelat. Mencampurkan berbagai bahan pelengkap secara royal langsung ke dalam adon lain dari es krim adalah sebuah gebrakan total yang selamanya mengubah mangkuk hidangan penutup kita. Lain kali kita menikmati sesendok besar Rocky Road, mari luangkan waktu sejenak untuk menghargai sejarah manis di dalamnya—sebuah pengingat kecil bahwa bahkan di masa-masa paling berat sekalipun, kita sebagai manusia selalu menemukan cara untuk berbagi senyuman lewat sesuatu yang lezat.
sumber: tastingtable.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Tasting Table
0 comments:
Post a Comment