Sentuhan Italia pada Udang dan Polenta Krim

, , No Comments
Sentuhan Italia pada Udang dan Polenta Krim

Pernahkah kita menatap sepiring makanan rumahan klasik dan bertanya-tanya, bagaimana ya rasanya kalau hidangan ini melintasi samudera dan berkenalan dengan budaya lain? Kita semua tentu familier dengan udang dan bubur jagung ala Selatan Amerika, menu sarapan dan brunch yang selalu berhasil memeluk perut kita dengan kehangatan paduan jagung dan hidangan lautnya. Nah, bagaimana kalau kita ambil pasangan yang sudah kita kenal akrab ini, lalu kita ajak berdandan ala Mediterania? Bayangkan kita sejenak meninggalkan beranda Selatan Amerika dan singgah di sudut hangat sebuah trattoria di Italia utara.

Keajaiban dari perombakan ala Italia ini dimulai dari dasarnya. Meskipun bubur jagung Amerika dan polenta sama-sama terbuat dari olahan jagung, keduanya punya kepribadian yang berbeda. Kunci dari polenta yang benar-benar kaya rasa ternyata terletak pada cara memasaknya; alih-alih sekadar air biasa, bubur jagung ini direbus perlahan dalam kaldu sayur, ayam, atau bahkan kaldu seafood yang gurih. Kalau versi Amerika biasanya mengandalkan keju cheddar yang tajam untuk menciptakan tekstur mewah, versi Italia ini memilih keju Parmigiano Reggiano atau Pecorino Romano yang gurih beraroma kacang. Begitu polentanya mencapai konsistensi lembut seperti impian kita semua, seulas mentega dan parutan keju parmesan yang diaduk perlahan akan melebur menjadi kemewahan yang merata di setiap suapan.

Lalu, bagaimana dengan lauk di atasnya? Versi tradisional ala Selatan kadang menyelinapkan daging bacon yang gurih renyah, terutama untuk menu sarapan, tapi interpretasi ala Italia ini memilih untuk sama sekali tidak memakai bacon. Tujuannya mulia, supaya kelezatan seafood dan manisnya jagung bisa benar-benar bersinar tanpa ada yang menyaingi. Supaya udangnya bercita rasa khas Italia yang otentik, mereka dimasak dengan bawang putih cincang yang royal dan serpihan cabai merah kering yang pedas menggelitik—dan serpihan cabai Calabrian akan menjadi pilihan impian kalau kita bisa menemukannya. Kita bahkan bisa menambahkan sejumput oregano dan basil kering, atau membuat suasananya sedikit lebih berkuah dengan menyendokkan saus tomat segar tepat di atas polenta berdampingan dengan si udang yang manis.

Sentuhan kecil dari saus tomat itu, berpadu dengan kehangatan lembut dari cabai merah dan sengatan gurih dari bawang putih, menciptakan kontras rasa yang paling menyenangkan saat bertemu dengan polenta yang super lembut dan kaya rasa. Dan karena urusan tampilan adalah bagian dari kebahagiaan bersantap, kita tidak memakai kucai atau daun bawang cincang seperti biasanya, melainkan menutup hidangan ini dengan cara ala Italia sejati. Cukup taburkan parutan keju parmesan segar, sejumput daun basil yang kita robek lembut dengan tangan, dan mungkin sedikit cucuran minyak zaitun extra virgin yang keemasan untuk memberikan sentuhan akhir yang beraroma buah segar dan tajam di lidah.

Sungguh menakjubkan bagaimana beberapa pertukaran bahan yang sederhana bisa mengubah total sebuah hidangan, namun tetap menjaga jiwa nyamannya tetap utuh. Lain kali kalau kita sedang merindukan semangkuk bubur jagung hangat bertekstur krim yang di atasnya bertahtakan seafood lezat, mengapa tidak mencoba versi Italia ini di dapur kita? Yuk, siapkan kaldu terbaikmu, bawang putih yang harum, dan keju parmesan, lalu ceritakan pada kita semua bagaimana perjalanan kuliner lintas benua ini berbuah manis di meja makanmu!

sumber: tastingtable.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Tasting Table

0 comments: