
Pernahkah kita berdiri di dekat wastafel, menatap dasar toples acar mentimun gherkin yang baru saja kosong, lalu bertanya-tanya hendak dikemanakan cairan asam yang tersisa itu? Kebanyakan dari kita mungkin langsung membuangnya tanpa pikir panjang. Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menumpahnya! Saya baru saja membaca sebuah penemuan yang cukup brilian dari seorang koki bernama Tom Hunt di koran Guardian, dan percayalah, hal-hal unik seperti inilah yang membuat dunia dapur selalu terasa menyenangkan untuk dijelajahi.
Ternyata, kita bisa menyulap cairan acar yang tajam dan berbumbu rempah itu menjadi sajian es Krim gurih yang rasanya luar biasa. Sekarang, saya tahu apa yang mungkin sedang berputar di kepala kita. Mentimun acar dalam es krim? Terdengar sangat tidak biasa, bukan? Namun, jika kita adalah penggemar fanatik acar sejati yang memang menjadi sasaran resep ini, telinga kita pasti langsung berdiri mendengarnya. Ide cemerlang ini sebenarnya terinspirasi dari tegukan pickleback klasik, di mana air acar yang asam menyegarkan dipadukan dengan minuman beralkohol yang hangat. Dengan mengambil kombinasi manis dan asam yang kuat itu lalu memadukannya ke dalam hidangan penutup yang lembut, terciptalah cita rasa unik yang benar-benar mempermainkan pikiran dengan cara yang paling menyenangkan.
Perjalanan menciptakan camilan tidak biasa ini dimulai dari sebuah fondasi klasik yang menenangkan. Kita mengocok bahan-bahan dasar yang kaya rasa, mulai dari telur, gula, susu, hingga krim kental, lalu memanaskannya secara perlahan di atas kompor sampai mengental menjadi adonan custard cantik yang cukup menutupi bagian belakang sendok. Jika adonan tersebut kebetulan sedikit mengendap di dasar panci, sama sekali tidak perlu panik; kita cukup menyaringnya menggunakan saringan halus agar teksturnya tetap lembut sehalus sutra. Begitu adonan custard diangkat dari kompor, keajaiban yang sesungguhnya dimulai dengan mencampurkan daun seledri dill segar cincang halus—yang merupakan bintang utama dalam air acar gherkin—serta sedikit tambahan vodka.
Omong-omong, vodka di sini bukan sekadar untuk bersenang-senang ala orang dewasa; seperti halnya dalam rum atau wiski, sedikit kandungan alkohol tersebut berfungsi menjaga tekstur es krim agar tetap mudah disendok setelah membeku. Setelah diblender sebentar, kita bisa langsung memasukkan adonan ke dalam mesin pembuat es krim, atau cukup menaruhnya ke dalam wadah kedap udara di dalam freezer, dengan catatan kita harus mengaduknya setiap setengah jam sekali untuk memecah kristal es yang terbentuk. Hasil akhirnya adalah sebuah petualangan rasa yang liar dan unik, memadukan sentuhan manis dan aroma dill yang khas dengan sensasi tajam yang asam, serta kompleksitas rempah pengawet yang tertinggal di lidah.
Ketika tiba waktunya untuk menyajikan, pilihannya pun tidak kalah seru dari resepnya itu sendiri. Kita bisa menikmatinya dengan santai dengan menyendok es krim berwarna pucat yang kaya rempah ini ke dalam mangkuk wafel es krim, lalu menghiasinya dengan sebutir acar mentimun utuh di atasnya. Namun, jika kita ingin tampil lebih total, sumber aslinya menyarankan untuk menyajikannya berdampingan dengan wafel gurih hangat, irisan daging bacon yang renyah, serta siraman sirup maple untuk pengalaman bersantap yang benar-benar luar biasa. Bagaimana menurut kita—apakah kita cukup berani untuk mencoba mahakarya acar mentimun ini di dapur kita akhir pekan ini?
sumber: theguardian.com
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: Guardian Food
0 comments:
Post a Comment