Perpaduan Ayam Bumbu Rempah dan Tart Apel Kapulaga

, , No Comments
Perpaduan Ayam Bumbu Rempah dan Tart Apel Kapulaga

Bulan September selalu membawa suasana yang unik ya, seperti ada energi kembali bersekolah yang berpadu dengan sisa-sisa kehangatan matahari musim panas. Meskipun pasar-pasar mulai dipenuhi buah apel segar yang renyah, kenari, dan jamur beraroma tanah, udara di luar masih cukup hangat untuk menyalakan panggangan dan berpura-pura ini masih bulan Juni. Nah, kalau kita sedang mencari menu yang pas untuk menjembatani peralihan musim ini, penulis kuliner Thomasina Miers punya resep andalan yang terasa meriah sekaligus sangat menghibur: hidangan utama ayam berbumbu kaya rempah yang disusul dengan tart buah beraroma harum.

Mari kita bahas si ayam terlebih dahulu, karena racikan bumbunya saja sudah sangat menyenangkan untuk dibuat. Kita mulai dengan sekilo daging paha ayam, sebaiknya yang tanpa tulang dan berkulit, lalu bururi dengan garam laut secukupnya. Setelah itu, tibalah saatnya keajaiban blender bekerja: giling bawang bombay, siung bawang putih segar, cabai merah yang pedas, bubuk kunyit, dan sendok demi sendok bubuk garam masala yang harum semerbak. Peras setengah buah air lemon, tuangkan tiga ratus gram kefir, dan tambahkan sedikit bubuk cabai jika kita suka sensasi yang lebih menggigit, hingga tercipta pasta berwarna kuning oker yang cantik memikat.

Saat ayam yang sudah dimarinasi itu bersentuhan dengan wajan pemanggang yang panas atau bara barbekyu, perubahannya sungguh luar biasa. Kita panggang selama sekitar enam menit di setiap sisinya sampai dagingnya matang sempurna dan bagian kulitnya berubah menjadi renyah keemasan yang menggugah selera. Untuk mengimbangi kelezatan rempah yang kaya dan manis itu, Thomasina memadukannya dengan saus pendamping raita yang menyegarkan. Kita cukup parut setengah buah mentimun dengan kulitnya, saring untuk membuang airnya, lalu campurkan daging mentimun dengan sisa kefir, parutan bawang putih, dan bumbu. Taburkan daun ketumbar segar dan sajikan bersama irisan lemon.

Sebagai penutup jamuan, kita bergeser dari kehangatan gurih panggangan menuju kelezatan manis dan bermentega dari oven, yaitu tart puff apel kapulaga yang karamelnya harum membakar. Aroma rempahnya saja sudah sangat sepadan untuk membuat kita segera menyalakan dapur. Kita mulai dengan membuat gula kapulaga yang harum, menumbuk polong hijaunya di dalam lumpang untuk membuang kulitnya, lalu menghaluskan biji-bijinya bersama gula dan sejumput garam agar minyak aromatiknya keluar sempurna. Lima buah apel yang segar, renyah, dan berasa agak tajam dibelah empat, dibuang hatinya, lalu diiris tipis-tipis berbentuk bulan sabit.

Untuk bagian kulit pastinya, selembar adonan puff pastry siap pakai berbahan menturbo membuat resep ini terasa sangat mudah dikerjakan tanpa harus kehilangan tekstur renyah berlapis yang mewah. Giling sedikit lebih tipis, buat garis tepi agar pinggirannya mengembang cantik, tusuk-tusuk dasarnya, lalu olesi dengan telur sebelum dipanggang sebentar. Taburan bubuk almond di bagian tengah berfungsi menahan tumpukan irisan apel, yang kemudian disiram mentega cair dan ditaburi gula kapulaga yang banyak. Setelah dipanggang hingga apelnya berwarna cokelat keemasan dan terkaramelisasi, jadilah tart renyah beraroma wangi yang siap disajikan hangat bersama es krim vanila atau krim kental.

Bukankah bayangan hidangan tadi terdengar sebagai cara terbaik untuk menyambut musim yang baru?

sumber: theguardian.com

versi lengkap: rika.wordpress.com

Foto: Guardian Food

0 comments: