
Menyiramkan minyak zaitun ke atas tomat segar dan lentil selalu terasa seperti sebuah kemewahan kecil di meja makan, padahal apa yang kita sajikan sebenarnya meresap jauh lebih dalam ke dalam tubuh kita. Kita mungkin sudah terbiasa menikmati kekayaan warna dan aroma bumi dari gaya makan ala Mediterania ini, mulai dari ikan segar beraroma rempah yang mendesis di wajan hingga mangkuk berisi kacang-kacangan yang hangat. Namun, keajaiban yang sesungguhnya ternyata terjadi pada tingkat mikroskopis, jauh di dalam pabrik energi sel kita di mana tenaga tubuh ini diciptakan. Mengisi piring kita dengan bahan-bahan yang utuh dan alami ini ternyata memicu produksi protein mikro khusus yang bertindak sebagai penjaga tenang bagi jantung dan otak kita.
Para ilmuwan di USC Leonard Davis School of Gerontology baru-baru ini meneliti sampel darah dari orang dewasa lanjut usia yang mengikuti pola makan ini, dan hasilnya sungguh menarik perhatian. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang hidangan sehari-harinya lekat dengan tradisi Mediterania cenderung memiliki kadar dua protein mikro mitokondria yang spesifik, yaitu humanin dan SHMOOSE, dalam jumlah yang lebih tinggi. Kita tentu tidak perlu menghafal istilah biologi yang rumit untuk menghargai artinya, cukup bayangkan protein mikro ini sebagai pembawa pesan kimiawi yang mungil. Mereka menerjemahkan tindakan sederhana dari menyantap makanan yang bergizi menjadi sinyal seluler yang membantu melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular dan penurunan fungsi saraf secara perlahan.
Kabar baik ini tentu membuat kita yang suka memasak di rumah semakin bersemangat karena melihat bagaimana bahan-bahan dapur yang sederhana berkaitan erat dengan sains. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menikmati banyak minyak zaitun, ikan, dan kacang-kacangan berkaitan langsung dengan kadar humanin yang lebih tinggi, sementara rutin memakai minyak zaitun dan mengurangi karbohidrat olahan berat seperti roti putih atau kue manis mendukung jumlah SHMOOSE yang lebih melimpah. Tidakkah menyenangkan ketika makanan rumahan yang lezat ini selaras dengan apa yang secara alami didambakan oleh tubuh kita? Dengan menjaga sel-sel kita dari stres oksidatif yang menggerogoti tubuh seiring berjalannya waktu, bahan-bahan harian ini sebenarnya sedang melakukan pekerjaan besar di balik layar.
Temuan mikroskopis ini tidak hanya menjaga jantung kita tetap bahagia, tetapi juga membuka cara pandang baru yang amat menarik tentang bagaimana makanan memengaruhi proses penuaan yang sehat. Mitokondria sudah lama dikenal sebagai pemasok tenaga untuk aktivitas kita sehari-hari, namun mengetahui bahwa sebagian dari DNA mereka dapat menghasilkan molekul aktif seperti humanin dan SHMOOSE memberi kita rasa kagum yang baru pada apa pun yang sedang mendidih di dalam panci kita. Profesor Pinchas Cohen bersama timnya telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengungkap rahasia ini, mengingatkan kita bahwa setiap kali kita duduk menikmati hidangan sayuran segar, kacang-kacangan, dan lemak baik, kita sebenarnya sedang berdialog secara aktif dengan biologi tubuh kita sendiri.
Jadi, lain kali kita menarik kursi untuk berbagi jamuan bernuansa Mediterania bersama orang-orang terkasih, kita bisa menghargai makanan tersebut bukan hanya dari pesona pedesaan dan rasanya yang ceria, tetapi sebagai bentuk nyata perawatan seluler. Kapan lagi kita bisa menutrisi jiwa sekaligus mitokondria kita dalam satu jamuan yang begitu lezat? Mari kita penuhi piring dengan makanan yang baik, terus tuangkan minyak zaitun dengan murah hati, dan percayalah bahwa tubuh kita mendengarkan setiap gigitan yang kita santap dengan penuh suka cita.
sumber: sciencedaily.com/261023003337.htm
juga dalam Bahasa Inggris: rika.wordpress.com
Foto: ScienceDaily Nutrition
0 comments:
Post a Comment