
Pizza keju panci yang baru keluar dari oven yang mendesis dan meninggalkan sisa-sisa lelehan keju yang menggoda selalu berhasil membuat kita merasa seperti koki profesional di dapur sendiri. Namun, saat pesta makan usai, pemandangan sisa keju dan minyak yang membandel di wajan besi cor sering kali membuat kita menghela napas panjang dan bertanya-tanya bagaimana cara membersihkannya tanpa merusak wajan kesayangan kita ini. Berdasarkan panduan dari Tatiana Bautista untuk King Arthur Baking, merawat besi cor atau panci berat ternyata jauh lebih mudah dan tidak seseram mitos dapur yang selama ini beredar.
Mari kita selesaikan perdebatan lama yang melelahkan ini sekarang juga: ya, kita akhirnya boleh menggunakan sabun cuci piring. Sabun cuci piring biasa ternyata tidak akan merusak lapisan bumbu pelindung alias seasoning yang membuat wajan kita memiliki kualitas anti-lengket alami. Lapisan gelap pelindung itu terbentuk dari ikatan panas polimerisasi minyak, dan sedikit sabun cuci piring tidak akan cukup kuat untuk merusak ikatan kimia yang tangguh tersebut. Jadi, kita bisa bernapas lega dan langsung meraih botol sabun saat sisa-sisa keju yang gurih itu menolak untuk bergeser.
Tentu saja, masih ada beberapa aturan utama yang harus kita hormati agar wajan tetap awet. Kita tentu tidak boleh memasukkan wajan besi cor ke dalam mesin pencuci piring otomatis, karena siklus yang keras dan kelembapan yang terlalu lama di dalamnya akan dengan cepat mengupas lapisan pelindung serta mengundang karat yang tidak sedap dipandang. Kita juga harus menghindari membiarkan wajan berendam terlalu lama di bak cuci piring, karena genangan air adalah musuh utamanya. Kalaupun kecelakaan terjadi dan karat telanjur muncul, semua belum berakhir karena kita cukup menggosoknya hingga bersih lalu melapisi ulang wajan dari awal.
Ketika tiba waktunya untuk mencuci secara nyata, kita bisa mengambil air hangat bersabun bersama sikat berbulu kaku atau spons lembut untuk mengangkat sisa makanan yang menempel. Pastikan saja kita menjauhi sabut baja atau santaan logam berat yang agresif, karena alat-alat itu bisa dengan mudah mengikis lapisan pelindung yang sudah susah payah kita bangun. Air, pada kenyataannya, adalah musuh yang jauh lebih besar bagi peralatan masak kita daripada sabun, yang kemudian membawa kita pada langkah paling krusial dari seluruh ritual pembersihan ini.
Begitu wajan selesai digosok bersih, kita wajib mengeringkannya secara menyeluruh menggunakan serbet dapur. Sebagai langkah pengamanan ekstra, kita bisa menaruh wajan yang masih lembap itu langsung di atas kompor dengan api kecil untuk memastikan setiap tetes air menguap sempurna tanpa sisa. Jangan lupa untuk tetap mengawasinya agar tidak ditinggal melipat cucian, sebab wajan yang kering bisa mulai mengeluarkan asap begitu airnya benar-benar hilang. Sebagai sentuhan akhir, kita cukup mengoleskan beberapa tetes minyak netral ke seluruh permukaannya dengan kain, membuat wajan andalan kita ini kembali terlindungi dan siap menyambut petualangan memasak berikutnya.
Baik saat kita sedang memanggang kue keping cokelat manis, roti jagung sourdough yang hangat, atau roti gulung kayu manis raksasa, menjaga besi cor tetap dalam kondisi prima ternyata sangat mudah begitu kita menguasai rutinitasnya. Bukankah menyenangkan mengetahui bahwa kita bisa memanggang dan menggoreng sepuas hati, hanya dengan sedikit sabun dan panas kering untuk merawat kuda beban dapur kita selama bertahun-tahun ke depan?
sumber: kingarthurbaking.com/how-to-clean-cast-iron
versi lengkap: rika.wordpress.com
Foto: King Arthur Baking
0 comments:
Post a Comment